Senin, 03 Maret 2008

Dangdut

Senin, 12 Juni 2006. BUDAYA

Dangdut Jawa Memikat Belanda
JAKARTA-Setelah Didi Kempot diterima masyarakat Suriname karena musik congdut dan campursarinya, kini giliran Bambang Is membetot perhatian kalayak Belanda. Garuda TV, sebuah saluran televisi di Belanda yang tertarik pada album dangdut Jawa bertajuk Klambi Biru milik Bambang Is. Stasiun televisi yang mengkhususkan menayangkan tembang-tembang etnik Indonesia itu langsung mengikat kontrak single "Klambi Biru" dan "Iki Piye" selama tiga tahun untuk diputar video klipnya. "Ini tidak menutup kemungkinan Garuda TV akan memutar lagu-lagu lainnya yang ada di album ini," terang Bambang di Studio Bais, Bekasi, baru-baru ini. Album anyar tersebut mengusung dangdut Jawa yang dipadukan dengan unsur pop dan melayu dengan menggunakan lirik Jawa ngoko. Pilihan album yang merangkum sepuluh tembang itu bukan tanpa alasan. Dengan iktikad menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Jawa yang tercermin dalam lirik-liriknya, penyanyi yang mempunyai latar belakang musik klasik itu, bertekad terus menekuni dangdut Jawa. Menggandeng penyanyi senior Ratih Purwasih dalam album yang beredar di bawah bendera Bais Record, dia yakin albumnya mendapat tanggapan positif di pasar dalam Negeri. Sejauh ini, album yang penataan musiknya dilakukan Dadang S Manaf, Jamil Mirzad, Irman SA, dan Yusuf SW itu, telah laku 5.000 kopi.(G20-45)

''Konser Kemanusiaan Peduli Yogya-Jawa Tengah''

Sabtu, 10 Juni 2006 . BUDAYA
200 Artis Konser Peduli Yogya
JAKARTA - Dua ratus artis penyanyi solo dan band serta MC akan menggelar ''Konser Kemanusiaan Peduli Yogya-Jawa Tengah'' di Pantai Karnival Ancol, Jakarta, Minggu (11/6) besok. Konser yang akan berlangsung sejak pukul 12.00 hingga 24.00 itu akan disiarkan langsung 11 stasiun televisi pada waktu-waktu tertentu. Konser kemanusiaan yang menjadi semacam program TV poll itu didukung lebih dari 20 stasiun radio lokal dan nasional serta lebih dari 20 media cetak dan 10 media internet. ''Kami akan melibatkan semua unsur masyarat untuk membantu saudara-saudara kita korban gempa di Yogya dan Jawa Tengah,'' kata Dhani Widjanarko, Ketua Umum Masyarakat Peduli Indonesia (MPI), di Hard Rock Cafe, Jakarta, kemarin. MPI beberapa tahun lalu juga terlibat penggalangan dana banjir di Jakarta. Adapun pada 9 Januari 2005 menggelar "Konser Kemanusiaan Peduli Aceh". ''Dalam konser untuk Aceh, kami melibatkan 300 artis dan berhasil mengumpulkan dana Rp 4 miliar,'' katanya. Dia memastikan semua keuntungan konser disalurkan ke pihak yang berhak. ''Para artis dalam acara itu tak menerima bayaran sepeser pun,'' ujar Lusy Rahmawati. Para artis yang bakal ambil bagian antara lain Dewa, Gigi, Sheila on 7, Samsons, Vinna Panduwinata, Ari Lasso, Andien, Iwa K, Sudjiwo Tedjo, AB Three, AFI, BIP Band, Element, Elfas Singer, Garasi, J-Rock, dan KLA Project. Juga Kristina, Marcel, Lusy Rahmawati, Nina Tamam, Nigue, Padi, PAS Band, Pongky Jikustik, Shanty, Teamlo, Tere, Titiek Puspa, Tofu, Ungu, Delon, Miki Idol, dan Seurieus. MC yang akan memandu antara lain Edwin-Jhodi, Adi Nugroho, Peggy Melati Sukma, Komeng, Rico Ceper, Eko Patrio, Miing, dan Arie Dagienk. ''Setiap artis solo atau band kami beri kesempatan membawakan satu-dua lagu hit,'' ujar Lusy. MPI akan menyertakan tim audit independen untuk menjaga kredibilitas penyaluran bantuan. (G20-53)

Sheila on 7

Jumat, 09 Juni 2006. BUDAYA
Sheila on 7 Siaran di 100 Radio
JAKARTA-Mengulang sukses tahun lalu, di acara pe-luncuran album terbaru kali ini, Sheila on 7 (So7) mencoba memecahkan rekor Muri. Band Yogyakarta ini akan siaran langsung di 100 radio di Indonesia secara serentak selama satu jam, hari ini (9/6) mulai pukul 16.00 WIB. Tahun lalu tepatnya tanggal 15 April 2005, ketika mempromosikan album The Very Best of - Jalan Terus, So7 melakukan siaran wawancara serentak di 28 radio di seluruh Indonesia. Siaran live dinilai efisien di mata So7, juga label musik yang menaunginya.
Album 507 menjadi judul album ke-5 yang dirilis oleh So7. Yang spesial kali ini, band tersebut akan mendedikasikan seluruh musiknya untuk kota asal mereka, Yogyakarta. Bukan sekadar wawancara, dalam acara bertajuk "Sheila on 100 - Break the Record and for Yogya" ini So7 akan membawakan dua single barunya secara akustik. "Mantan Kekasih" dan "Radio" menjadi pilihan mereka. Dari data terakhir yang diperoleh, jumlah radio yang akan menyiarkan acara tersebut bertambah menjadi 108 stasiun. Siaran serentak via radio itu dapat didengarkan di 55 kota dan daerah di seluruh Indonesia. Sementara itu dalam launching album terbarunya, So7 menggelar konser amal di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (7/6) malam. Eros, Duta, Adam dan Brian bahkan akan menyumbangkan Rp 100 juta dari hasil penjualan album. Selain menyisihkan rezekinya kepada korban gempa tektonik 5,9 skala Richter yang meluluh lantakkan Yogyakarta dan sekitarnya, So7 melelang lima lagunya.Yaitu "Dan", "Itu Aku", "Shepia", "Tunggu Aku di Jakarta", dan "Berhenti Berharap". Mereka juga melelang sebuah gitar bolong yang ditandatangani keempat personelnya. Dalam konser amal yang berlangsung sederhana namun meriah itu, beberapa tembang hit So7 dibawakan. Di antaranya "Pemuja Rahasia", "Dan", "Itu Aku", "Berhenti Berharap", serta single terbaru "Pemenang" dan "Mantan Kekasih". Tembang "Pemenang" oleh panitia FIFA 2006 dipilih sebagai official song untuk di Indonesia. Album yang masih bernaung di bawah bendera Sony-BMG itu diharapkan mencapai angka penjualan signifikan. ''Dalam catatan kami, So7 adalah satu-satunya band di Indonesia yang berhasil mencatat penjualan per album di atas satu juta kopi untuk tiga album berturut-turut,'' ungkap Jan N Djuhana, Senior A&R Director Sony-BMG Music Entertainment Indonesia. (G20-45)

Luluk Purwanto and the Helsdingen Trio

Rabu, 07 Juni 2006 . BUDAYA
Luluk Gelar Kompetisi Jazz
JAKARTA-Luluk Purwanto and the Helsdingen Trio menggelar Jazz Competition bagi para pemusik jazz di seluruh Indonesia. Ajang kompetisi yang mempertemukan para musisi muda itu bertujuan menjaga kontinuitas pemusik jazz di Tanah Air. Kompetisi yang dimulai dengan seleksi kelompok muda itu mewajibkan semua pesertanya memenuhi beberapa syarat. Di antaranya kelompok terdiri atas rhythm section atau jazz combo yang maksimal terdiri atas lima musisi berusia antara 18-30 tahun. Mengirimkan demo tape dalam bentuk kaset, CD-audio, mini dv, mp3, video, atau format lain. Demo tape berisi lagu standar intrumen tipe medium atau cepat, komposisi orisinal, dan intrumental atau vokal. Pilihan lagu wajib dapat di-download dari http://www.luluk.com/newgeneration.html. ''Jika lolos dalam babak audisi, para peserta akan kami sertakan dalam concert series 24 Agustus-11 September bersama Luluk Purwanto & The Helsdingen Trio on the Stage Bus,'' terang Luluk Purwanto di Hotel Santika Jakarta, kemarin. Rp 50 Juta . Pememang utama akan meraih hadiah sebesar Rp 50 juta. Dengan adanya ajang antarmusisi jazz tersebut, Luluk dan Rene van Helsdingen, suaminya, berharap bakat-bakat jazz di Indonesia akan semakin tumbuh dan berkembang. ''Terlalu banyak bakat-bakat di Indonesia dan saya yakin banyak musisi jazz di sini,'' kata Luluk yang menggandeng Djarum Super untuk memberikan New Generation Mezzo Jazz Award 2006. Meski menyadari penggemar dan pelaku jazz di Indonesia terbatas, pasangan suami istri yang menetap di Amsterdam Belanda tidak ciut nyali untuk melangsungkan kompetisi tersebut. ''Jazz itu untuk siapa saja dan untuk semua orang. Hidup sendiri adalah jazz karena penuh improvisasi dengan segala ekspresinya,'' ungkap Luluk. Ajang yang tidak dimaksudkan untuk ikut-ikutan kompetisi serupa seperti ajang dangdut, lawak, idol-idolan hingga pencarian grup band rock itu, diharapkan menjadi momen penting. ''Kami berusaha untuk melanggengkannya sehingga mampu bergulir setiap tahunnya dan tradisi jazz di Tanah Air tetap terjaga.'' (G20-45)

Ayu Azhari

Selasa, 06 Juni 2006 . BUDAYA
Ayu Azhari Rilis Album
Keuntungan untuk Korban Gempa
BANDUNG - Siti Khadijah Ayu Azhari atau Ayu Azhari tahu benar kondisi memprihatinkan akibat gempa di Yogyakarta dan Jawa Tangah. Karena itulah, ketika merilis album terbaru di Be Mall, Jalan Naripan, Bandung, Minggu (4/6), dia menyatakan akan menghibahkan sebagian keuntungan untuk para korban. Album dangdut Ada Cinta itu berisi delapan lagu. "Tak perlu saya sebut berapa persen keuntungan penjualan album itu untuk korban gempa Yogya dan Jawa Tengah," ujar istri Mike Tramp itu. "Namun itulah wujud kepedulian saya pada sesama." Album ketiga yang digarap empat tahun itu, kata dia, berwarna dangdut pop. "Liriknya soal kehidupan antarmanusia dengan segala permasalahannya." Lulusan Academy of Art Los Angeles, AS, itu akan melanjutkan peluncuran album tersebut ke berbagai ibu kota provinsi lain. Dia menyatakan memilih dangdut pop untuk mempertahankan eksistensi di dunia tarik suara. "Sebab, dangdut lebih dekat dengan selera dengar sebagian besar masyarakat kita." Dia mengandalkan single hit "Ada Cinta", "Menangislah", dan "Bubuk Cinta" dalam album produksi Maheswara Musik Record itu. "Saya tahu ada nama-nama besar penyanyi dangdut dengan pencinta yang mapan. Namun selalu ada perubahan selera dengar. Dan, album saya memberikan alternatif lain," ujarnya. Aktris kesayangan almarhum Teguh Karya itu menuturkan sang suami, mantan vokalis White Lion, tak ikut campur sama sekali dalam penggarapan album itu. "Saya menggarap album itu jauh-jauh hari sebelum ada Mike. Namun dia mendukung kreativitas saya." Menurut pendapat Mike, ujar dia, dangdut kaya unsur jenis musik. Misalnya, dari padang pasir, pop, hingga modern. Karena itulah Mike yang kini masih tinggal di Amerika berjanji bakal menggarap album Ayu berikutnya. (G20-53)

Self-Portrait and Other Poetic Reflection,

Senin, 05 Juni 2006 . BUDAYA
Sajak yang Menggelisahkan
''I'M a girl with a story to tell/Born in heaven/Raised in hell.''
Bait pembuka sajak ''Self Portrait'' itu karya gadis berusia 18 tahun, siswa kelas III SMU Tarakanita, Jakarta. Akhir pekan lalu, Amira Woworuntu, begitulah nama gadis itu, meluncurkan buku kumpulan puisi Self-Portrait and Other Poetic Reflection, di Perpustakaan Pendidikan Nasional, Jalan Sudirman, Senayan, Jakarta. Cucu Fuad Hasan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Soeharto, itu memperkenalkan 63 sajak kepada publik.
Maman S Mahayana, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, menyatakan sajak-sajak dalam bahasa Inggris itu menunjukkan kedalaman isi. ''Berbeda dari penulis remaja yang cenderung menulis novel teenlit, Amira menulis puisi dengan tingkat kontemplasi lebih dalam.'' Vira Basuki, penulis novel, juga menyatakan kekaguman. ''Saya semula tak percaya sajak-sajak itu karya seorang remaja. Sajak dengan kematangan perenungan itu sedemikian memesona. Cantik,'' ujar dia, sebelum membacakan sajak Amira berjudul "All My Dreams are Waking Up". Apa kata Amira? Gadis yang menghabiskan masa kecil di Boston, Massachusset, AS, dan Perth, Australia, itu mengatakan, ''Saya tak tahu apakah karya itu matang atau tidak. Saya cuma menulis apa yang saya rasakan. Tidak lebih.'' Dia menuturkan merasa amat tertekan hidup dalam lingkungan keluarga besar yang sangat menjunjung intelektualitas dan kemandirian. ''Karena itulah saya menulis sajak yang mengisahkan sisi gelap dunia remaja. Tentang hubungan orang tua-anak yang timpang dengan segala kemarahan.'' Keprihatinan . Melani Budianta memuji kedalaman isi sajak-sajak yang diterbitkan Kata Penerbit itu. Apalagi Amira piawai memilah birama dan diksi secara tepat. ''Beneath your poems, rhymes and rhythm tick perfectly,'' ujarnya. Dia menuturkan sajak ''Destinies Destroyer'', misalnya, memperlihatkan keprihatinan sang penyair. Tersurat secara jelas pula betapa gelap kondisi sosial yang terlihat di matanya. ''Sebenarnya kegelisahan dalam buku puisi itu kental nuansa protes remaja kebanyakan,'' ujar Fuad Hasan ketika memberikan sambutan. ''Namun karena diutarakan dengan keras, keluarga besar kami gelisah.'' Hadirin menyambut ucapan itu dengan gelak tawa. Sementara itu, Amira menyatakan akan menyumbangkan semua keuntungan penjualan buku itu untuk korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. (Benny Benke-53)

Ecoutez

Sabtu, 03 Juni 2006. BUDAYA
Ecoutes Lempar Album Pop Jazz
JAKARTA-Satu lagi grup band anyar melemparkan album perdananya. Kali ini bukan grup band rock, pop, atau dangdut tapi band pop jazz. Namanya Ecoutes yang berarti dengarkan ini. ''Lebih tepatnya kami cenderung groove,'' tukas Delia, vokalis dan satu-satunya personel perempuan dalam band tersebut. Delia bersama kawan-kawannya, yakni Arya Bima (gitar), Leo Christian (bas), Fajrul Ahsan Fikri (drum), dan Widyo Prastowo (kibor) tidak berkecil hati jika albumnya seandainya bakal "berjarak" dari pasar. ''Musik kami yang ngegroove dan jazzy memang sangat segmented tapi bukan berarti tidak ada pendengar dan penikmatnya,'' imbuh Delia di Fashion Bar, EX-Plaza, kemarin. Album perdana yang mengusung titel Ekute, selain bertujuan menyosialisasikan lafal kata "ecoutez" yang berarti "dengarkan", juga berupaya mengajak pendengar musik terhadap genre alternatif lain. ''Kami tahu musik kami tidak easy listening tapi musik yang butuh penikmatan dari seseorang yang tingkat pendengarannya lebih. Namun inilah pilihan kami,'' tutur Arya.
Album Ekute berisi sepuluh tembang dengan hit andalan berjudul ''Simpan Saja''. Tembang yang bernuansa pop-jazz tersebut merefleksikan kisah cinta yang hampir dapat dipastikan dialami banyak orang. ''Dengan mengusung lirik-lirik yang dekat dengan kisah kehidupan keseharian, kami yakin album ini sangat dapat diterima pendengar musik Indonesia yang beragam,'' imbuh Arya. Selain "Simpan Saja", ada beberapa jagoan lain yang sekarang kerap diperdengarkan stasiun radio seperti "Kasih", "Tunjuk 1 Bintang", dan "Biar Kusimpan".
Pada awalnya, grup band yang berdiri pada tahun 2002 ini bernama A.S.A (Art Soul and Attitude) dan vokalisnya adalah Tompi yang kini bergabung dengan grup Bali Lounge. Dengan mendasarkan pada pilihan musik yang biasa dimainkan Incognito, D'Sound, Earth Wind and Fire dan Jamiroqui, grup ini sempat bertahan beberapa lama. (G20-45)