Senin, 03 Maret 2008

Failure to Launch

Kamis, 01 Juni 2006 . BUDAYA
Preview "Failure to Launch"
Fenomena Anak Mama

TOM Dey, sutradara yang pernah sukses menggarap Shanghai Noon dan Showtime, mempunyai jurus jitu menertawakan fenomena anak dewasa yang masih betah tinggal serumah dengan orang tua mereka.
Lewat film Failure to Launch, Dey yang digandeng Scott Rudin sebagai produser, dengan pintar menertawakan fenomena masyarakat Amerika Serikat yang sedang marak saat ini. Melibatkan Tom J Astle dan Matt Ember yang telah menghasilkan puluhan naskah komedi, mereka memulai melakukan riset sebagai langkal awal untuk membangun sebuah naskah yang bernas. Hasilnya, film yang memasang pelakon utama Matthew McConoughey dan Sarah Jessica Parker ini mengalir dengan lancar, menghibur, mendidik tanpa harus menggurui. Sebagaimana banyak artikel yang telah dimuat media terkemuka di Amerika Serikat, fenomena sosial anak dewasa yang masih tinggal serumah dengan orang tuanya memang sedang marak.
Di sana, fenomena tersebut sering disebut adultescents, the boomerang generation, failure to launch dan berbagai julukan minor lainnya. Berangkat dan berpijak dari fenomena masyarakat yang memandang penting arti sebuah kemandirian inilah, film Failure to Launch mengisahkan ceritanya. Sewa Psikolog . Film ber-genre romantik komedi ini bercerita tentang Tripp yang diperankan oleh Matthew McConoughey. Laki-laki dewasa berusia 35 tahun ini lebih rela memutuskan hubungan dengan para kekasihnya, jika mereka menghendakinya berpisah dari kedua orang tuanya. Ihwal inilah yang membuat kedua orang tuanya pusing dan menyewa Paula (Sarah Jessica Parker), psikolog profesional, untuk membujuknya hengkang dari rumah demi kemandirian hidupnya. Paula yang mempunyai catatan rekor mumpuni berhasil "mengusir" para anak dewasa pergi dari rumah orang tua, mulai menyusun strategi. Namun, untuk kasus yang satu ini, psikolog profesional yang mempunyai janji profesional tidak akan pernah jatuh hati apalagi tidur dengan kliennya, harus mengingkari semua janjinya. Bisa ditebak, proses perkasihan antara psikolog bayaran yang tadinya penuh kepura-puraan dengan Tripp, pelan-pelan menjadi serius. Permasalahan menjadi pelik ketika keduanya benar-benar jatuh hati dan Tripp mengetahui profesi asli Paula. Bagaimanakan kedua orang yang sedang jatuh hati namun berangkat dari sebuah semangat awal yang berbeda mengurai tali kusut permasalahan itu. Lewat film yang sempat menduduki tangga box office ini, keceriaan, keriangan, kejenakaan, kekonyolan sekaligus petuah disajikan dengan simpel. Nama Matthew McConoughey yang melejit lewat film A Time to Kill, Amistad, Sahara dan puluhan film lainnya, bersama Sarah Jessica Parker menjadi jualan utama film ini. Sarah Jessica sendiri dikenal lewat Sex and the City yang telah tiga kali menerima Golden Globe Award tahun 2000, 2001 dan 2003. (Benny Benke-45)

Rantai Bumi

Rabu, 31 Mei 2006 . BUDAYA
Preview "Rantai Bumi"
Film Laga Tanpa Ketegangan

JAKARTA - "Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti (Kebenaran dan keadilan akhirnya mengalahkan kebatilan)." Adhi Kusumo (Ki Kusumo) mengucapkan bait pemungkas Kidung Suwargaloka itu dan sejenak kemudian memperoleh Mustika Rantai Bumi. Dengan jimat sakti itulah dia menghancurkan musuh besarnya, Ki Guntur Sewu (Marcellino) dan Ki Lodaya Sakti (Brata Santosa). Itulah akhir keteruraian permasalahan dalam film Rantai Bumi yang disutradarai Purnomo A Chakil. Hitam-putih. Ya, kejahatan pasti dikalahkan kebaikan. Para tokoh antagonis, seperti Hans (Toro Margens), Ki Guntur Sewu, dan Ki Lodaya Sakti serta para antek mereka tak berdaya ketika Mustika Rantai Bumi dalam genggaman Adhi Kusumo. Pusaka macam apakah Mustika Rantai Bumi, sehingga diburu dan jadi pusat penceritaan dalam film berdurasi 90 menit itu? "Rantai Bumi adalah mustika yang biasanya tersangkut atau termakan hewan di bumi, seperti babi, monyet, dan burung elang," ujar Ki Kusumo, pemeran utama sekaligus produser. Logika Lemah . Kalangan paranormal, ujar dia, mengenal Rantai Bumi sebagai mustika berkekuatan dahsyat. "Mustika itu akan membuat sang pemilik kebal dan sakti," ujar dia, seusai pemutaran perdana film itu di Planet Hollywood, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (28/5). Film itu akan diedarkan mulai 1 Juni di seluruh Indonesia. Film drama-laga tersebut penuh adegan baku pukul dan suara bom. Namun jangan terlalu berharap menemukan ketegangan. Logika ceritanya pun amat lemah. Juga tak ada penanda yang membedakan adegan kekinian dari adegan ribuan tahun lalu. Namun Toro Margens menuturkan paling tidak film produksi Putra Kusuma Production itu telah menyemarakkan dunia perfilman Indonesia yang biasanya menjauhi tema laga. Ki Kusomo pun berharap penonton di daerah bakal menikmati film itu. (G20-53)

Tantowi

Rabu, 31 Mei 2006. BUDAYA
Tantowi Tampil di AS
JAKARTA - Tantowi Yahya menjadi orang pertama dan satu- satunya dari Indonesia yang bakal tampil di Country Music Association (CMA) Music Festival di Nashville, Tennese, AS. Ajang musik country paling bergengsi di dunia itu kali pertama diadakan tahun 1972. Tantowi bakal meramaikan prapembukaan festival pada 5 Juni, sebelum acara puncak 8-11 Juni. Kemarin, di Upper Room Hotel Nikko, Jakarta, Tantowi menyatakan terkejut. "CMA Music Festival di Nashville adalah ajang penasbihan musikus country di seluruh dunia," katanya. Dia menuturkan Nashville adalah kiblat musik jenis itu. Di kota itu akan berkumpul lebih dari 65 artis ternama di dunia. Para jawara musik yang berakar dari kebudayaan Jerman, Irlandia, dan Prancis itu antara lain Carrie Underwood (American Idol), Trisha Yearwood, Keith Urban (penyanyi country paling populer), dan Rascal Flatt. Tantowi masuk kategori Global Artist Party. Dia akan tampil di panggung The State Broadway bersama artis non-AS. "Saya akan tampil 30 menit dan membawakan enam lagu bersama artis Kanada, Australia, Inggris, dan Belanda." Diperhitungkan. Dia menuturkan bakal melantunkan tembang "Bengawan Solo" dan "Sebiduk di Sungai Musi" dalam nuansa country. Kakak Helmy Yahya itu telah menghasilkan empat album yang terjual lebih dari 1,2 juta kopi. Dia juga jadi orang nomor satu di Country Music Club of Indonesia (CMCI). Berdasar hal itulah, panitia di Negeri Paman Sam menilai dia layak tampil di ajang bergengsi tersebut. "Dua artis Asia pernah tampil pada acara itu. Matthew & The Mandarin dari Singapura tahun 1980 dan Charlie Nagatami dari Jepang tahun 2004," ujar dia. Dia berharap bisa memperkenalkan nama Indonesia ke tingkat lebih terhormat. "Saya akan membawa pesan kepada mereka betapa di Indonesia sangat banyak penyanyi country. Penggemar musik itu pun tak kalah banyak. Jadi, kelak, nama Indonesia makin diperhitungkan dalam peta musik country dunia." (G20-53)

Teater Kafe Ide/ nandang

Senin, 29 Mei 2006. BUDAYA
Tubuh yang Berbicara
JAKARTA - Apa jadinya jika tubuh bebas berpikir? Bebas menafsirkan ruang, waktu, dan segala sesuatu yang merangsangnya bergerak? Itulah yang dieksplorasi Teater Kafe Ide ketika mementaskan lakon Perahu di selasar PKM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten, Sabtu (27/5). Dengan pendekatan acting biomechanics Meyerhold, tak ayal, lakon itu menyempal dari konsep teater mapan dan mengalir dengan jenial. Sutradara sekaligus penulis naskah Nandang Aradea didukung Wan Anwar, Arif Senjaya, dan Ahdi Zakhrul Amri. Mereka mementaskan lakon itu pada 25-27 Mei. Mereka juga akan menggulirkan tontonan itu setiap tanggal 1-5 sejak bulan Juni sampai Oktober. Jika terwujud, itulah lakon teater terlama yang dipentaskan di Indonesia, yakni 33 kali pementasan selama setengah tahun. Dengan setting susunan bambu malang melintang, perancang panggung Otong Iron Durahim menawarkan konsep tak kalah lazim. Tiga belas pemain yang mematangkan diri selama dua bulan menjadikan tubuh mereka menyatu dengan panggung. Mereka berjumpalitan, menungging, menggeliat, terkapar, terjerembap di sesela bambu yang saling berkait. Martir. Kemustahilan dan segala ketakmungkinan menjadi energi, spirit, gelegak yang menghidupkan lakon 80 menit itu. Tuturan realitas pentas bukan bertolak dari bahasa verbal. Lakon itu telah membunuh bahasa verbal. ''Buat kami, bahasa verbal sangat represif dan tak sanggup lagi mewadahi aspirasi dan realitas pikiran, perasaan, dan kesadaran. Namun lebih ke emosi arkaik dan naluri bermain,'' ujar Nandang, seusai pementasan yang disaksikan lebih 200 orang itu. Kesan visuallah yang ingin dia sampaikan. Tubuh pun menjadi subjek sekaligus korban. ''Karena tubuh adalah objek dan martir di tengah kekuasaan benda-benda. Karena itulah para aktor mengartikulasikan tubuh mereka di air, di perahu, dan di udara,'' katanya. Pilihan lakon pun bukan tanpa sebab. "Kecenderungan cara berpikir dan bertindak orang Indonesia adalah darat dan melupakan laut. Imajinasi kita adalah darat, bukan laut. Pemerintah kita adalah darat, rakyat kita adalah darat, pikiran kita adalah darat, dan tubuh kita juga darat.'' Lewat Perahu, lewat bahasa tubuh, mereka mengajak penonton menjadi bagian pertunjukan. Lalu, memalingkan pikiran ke laut. Tidak melulu ke darat. (G20-53)

Wolfgang Amadeus Mozart

Sabtu, 27 Mei 2006 . BUDAYA
European Camerata Mengenang Mozart
JAKARTA - Festival Seni Budaya Prancis Printemps Francais 2006 Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Jakarta bekerja sama dengan Delegasi Komisi Eropa dan Chamber Music Series mengenang 250 tahun Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791). Belum lama ini, European Camerata bersama Jean-Paul Minali-Bella, IG Bagus Wiswakarma, dan Binu D Sukaman memainkan karya komposer kelahiran Salzburg, Austria, itu di Erasmus Huis, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. European Camerata beranggota 18 musikus muda dari berbagai negara Eropa. Mereka anggota tetap London Symphonic Orchestra, Orchestre de l'Opera National de Paris, Chamber Orchestra of Europe, dan Rotterdam Philharmonic. Mereka membuka konser lewat nomor "Divertimento for Orchestra (KV 137) in B Flat Major" yang terdiri atas andante, allegro di molto, dan allegro assai. Ketika nomor itu usai, sekitar 150 penonton memberikan aplaus meriah. Sambutan meriah kembali muncul ketika Laurent Quenelle dan kawan-kawan menyajikan nomor "Simfonia Concertante for Violin, Viola & Orchestra (KV 364) in E Flat Major" yang meliputi allegro maestoso, andante, dan presto. Kelompok itu merupakan orkestra kamar yang memainkan musik dengan berdiri. Lebih dari sekadar memesona, mereka memberikan penikmatan komposisi Mozart dalam ranah lain. Apik . Ansembel itu biasanya memainkan repertoar sangat beragam, dari barok hingga kontemporer, dari Bach, Purcell, Mozart, Dvorjak, Stravinski, Chostakovich, Britten, Bacri, Dusapin, hingga Eschaich. Mereka bukan cuma menyajikan kemampuan teknis bermusik klasik dengan apik. Lewat kemahiran mereka, virtuositas komposisi Mozart benar-benar tersampaikan. Sajian musik itu makin terasa eksotis saat European Camerata berkolaborasi dengan Jean-Paul Minali-Bella (viola), IG Bagus Wiswakarma (violin), dan Binu D Sukaman (soprano). Unjuk kepiawaian mereka ketika memainkan "Exsultate Jubile for Soprano & Orchestra" yang terdiri atas allegro, recitativo, andante dan alegro serta "Symphony No. 29 in A Major (K 210)" yang meliputi allegro moderato, andante, menuetto, dan allegro con spirito makin membius penonton. Usai tampil di Ibu Kota, European Camerata akan menyuguhkan karya-karya Mozart di Bandung dan Taman Budaya Yogyakarta. (G20-53)

Yenny Rachman

Senin, 22 Mei 2006. BUDAYA
Yenny Rachman Ketua Parfi
JAKARTA-Sebagaimana diduga banyak pihak, Yenny Rachman akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) periode 2006-2010. Memperoleh dukungan 306 suara, Yenny mengungguli dua kandidat lainnya, yaitu aktor Piet Pagau (96 suara), dan Kamil Marvin (86 suara). Dalam Kongres Parfi XIII yang berlangsung di Manhattan Hotel, Jakarta 18-19 Mei, Deddy Mizwar dipilih sebagai Ketua Majelis Perwakilan Anggota (MPA). Deddy berhasil menyisihkan kandidat Nizar Zulmi, Eva Roosdiana Dewi, Mardali Syarif, dan Kaharuddin Syah. Terpilihnya aktris tahun 70 dan 80-an ini memang telah diduga sebelum kongres yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut digelar. Eva Roodiana Dewi, mantan Ketua Umum Parfi periode sebelumnya, juga mendukung atas terpilihnya Yenny Rachman. ''Tidak penting lagi siapa yang menjadi Ketua Parfi selama ia concerned dan sepenuhnya mencurahkan perhatian bagi perkembangan perfilman Indonesia,'' kata Eva Roosdiana. Yenny mengimbau seluruh peserta kongres dan anggota Parfi untuk mengikatkan visi dan misi bersama. ''Ini adalah moment bagi kita para insan film untuk bersatu padu membangun serta meningkatkan derajat dan martabat budaya bangsa Indonesia lewat film,'' kata dia.
Yenny berjanji akan langsung melakukan kunjungan ke daerah-daerah untuk melakukan konsolidasi sekaligus mengajak pemerintah daerah untuk mendorong kebangkitan film di daerah masing-masing. ''Saya juga sekaligus menegaskan, dan ini harus ditulis dengan tinta emas, bahwa film Indonesia tidak akan mati.'' (G20-45)

Davinci Code

Jumat, 19 Mei 2006. BUDAYA
Preview Da Vinci Code
Tafsir Lain soal Yesus

JAKARTA - Film Da Vinci Code yang berdasar novel karya Dan Brown menyajikan tafsir sejarah yang memicu kontroversi. Dan, sutradara Ron Howard menyuguhkannya menjadi tontonan penuh kejutan dan menegangkan. Film ini menimbulkan pro-kontra di Vatikan, Filipina, dan India. Namun di Indonesia, film karya sutara dara pearih Oscar lewat A Beautiful Mind dan Apollo 13 itu bakal dipertontonkan mulai hari ini. Film ini berkisah tentang perseteruan antara kaum agamawan Katolik versus Kesatria Templar. Para agamawan merasa harus tetap setia menjaga nilai kesucian Yesus Kristus. Sementara itu, para kesatria yakin ada keturunan Yesus yang masih hidup. Para agamawan pun memburu keturunan Yesus yang diyakini terlahir dari rahim Maria Magdalena. Mereka ingin memusnahkan sang anak itu untuk menjaga kesucian Yesus. Gambaran bahwa Maria Magdalena diperistri Yesus dan hamil, kemudian diselamatkan Kestaria Templar menjelang penyaliban Yesus itulah yang menimbulkan kontroversi. Akting Tom Hanks sebagai Profesor Robert Langdon, ahli simbologis, pun sungguh elok. Permainan Audrey Tautou, Ian McKellen, Alfred Molina, Jurgen Prochnow, Paul Bettany, dan Jean Reno juga tak kalah apik. Film thriller ini berlatar Paris, London, dan Skotlandia. Lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci menjadi penaut setiap petunjuk untuk merujuk ke petunjuk lain yang penuh teka-teki. (G20-53)