<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024</id><updated>2011-04-22T11:26:56.719+07:00</updated><category term='Musim Tari'/><title type='text'>mari menari</title><subtitle type='html'>kisah sepertemuan tentang orang-orang yang belum selesai dengan dirinya sendiri</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>313</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-9089016929881751283</id><published>2008-07-25T17:24:00.003+07:00</published><updated>2008-07-25T17:34:45.761+07:00</updated><title type='text'>Peterpan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/SImrxe1KhBI/AAAAAAAAAkw/E0OxgWlBlCA/s1600-h/Peterpan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226897709118161938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/SImrxe1KhBI/AAAAAAAAAkw/E0OxgWlBlCA/s400/Peterpan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 02 Nopember 2006 . BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Peterpan Pecah? Biasa Saja&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengamat musik seperti Bens Leo, Denny Sakrie, dan Remy Soetansyah, sebuah grup band pecah atau bubar bisa dipandang dari beragam sisi. Mereka menilai biasa-biasa saja jika ada sebuah band memecat anggota.&lt;br /&gt;Namun pandangan mereka cenderung berbeda mengenai perpecahan Peterpan. Ya, grup band asal Bandung yang beranggotakan Ariel (vokal), Ukie (gitar), Indra (bas), Andhika (kibor), Lukman (gitar), dan Reza (drum) kini mengalami prahara.&lt;br /&gt;Indra dan Andhika dipecat karena dinilai terlalu sibuk sebagai produser dengan proyek mereka. Keduanya melawan. Namun pemecatan jalan terus.&lt;br /&gt;Bens Leo menilai alasan pemecatan itu tak masuk akal. Sebab, grup band mapan seperti Peterpan seharusnya mengizinkan setiap personel berinovasi. ''Karena itulah yang terpenting.''&lt;br /&gt;Dia mencontohkan frekuensi pertunjukan grup yang berdiri tahun 1997 itu sangat padat. Jika tak dibarengi aktivitas di luar grup, justru membuat kreativitas mereka mandek. Sebab, kebosanan adalah musuh terbesar kreativitas.&lt;br /&gt;Contoh menarik, ujar dia, adalah Yovie Widianto dari Kahitna yang bisa membentuk Yovie dan Nuno band. Namun kreativitas Yovie sebagai salah satu motor grup yang diperkuat Hedi Yunus itu tetap mengalir lancar. Begitu pula ketika Achmad Dhani dari Dewa membentuk Achmad Band serta Once, vokalis Dewa, berkarier dengan Dealova.&lt;br /&gt;''Jika Indra dan Andhika dipecat karena aktivitas mereka, mengapa Uki tidak?'' kata penyiar radio itu. Uki, sepengetahuan Bens, juga sibuk sebagai produser sebuah grup band.&lt;br /&gt;Dia mengemukakan kedudukan Indra dan Andhika di Peterpan sangat vital. ''Sejatinya yang memberi warna dalam Peterpan adalah permainan kibor Andhika. Dalam sebuah band, kunci rythm section pada pemain bas dan drum. Padahal, pemain basnya dipecat. Terus mau gimana lagi?''&lt;br /&gt;Namun Denny Sakrie menilai pemecatan anggota band yang menjual 2,7 juta kopi album Bintang di Surga itu biasa-biasa saja. ''Sejak tahun 60-an sudah terjadi dan itu biasa,'' katanya. Dia merujuk ke Tony Koeswoyo yang memecat Nomo Koeswoyo dari Koes Plus.&lt;br /&gt;Siasat&lt;br /&gt;Kasus Peterpan, ujar dia, terlalu dibesar-besarkan. Bahkan dia curiga, bukan tak mungkin itu adalah siasat dari manajemen band di bawah label Musica tersebut. ''Sebab, sudah terlalu banyak grup band baru muncul dan menenggelamkan Peterpan, seperti Nidji, Radja, Samsons, dan Ungu.''&lt;br /&gt;Jika iklim sebuah grup band tak lagi sehat, kata dia, wajar terjadi amputasi. Dewa acap berganti personel dengan berbagai dalih. Namun grup itu tetap jalan hingga kini. ''Apalagi Ari Lasso kan front man? Meski waktu itu banyak yang meramalkan Dewa tidak akan bertahan lama, ternyata tanpa Once malah jadi punya warna lain.''&lt;br /&gt;Dia mencontohkan Deep Purple empat kali ganti vokalis. Namun tetap eksis dan warna musiknya tak berubah. Ketika Yuke direkrut Dewa dari The Groove, banyak orang mengira warna Dewa akan berubah jadi jazz. Namun ternyata tidak.&lt;br /&gt;''Kalau yang keluar Ariel, itu baru berita. Andhika memang pendiri Peterpan. Namun orang nggak peduli. Fans mereka mungkin juga nggak peduli. Bagi mereka, Peterpan adalah Ariel.''&lt;br /&gt;Slank juga memecat tiga motor mereka, yaitu Pay (gitar), Bongky (bas), dan Indra (kibor). Yang tersisa cuma Kaka (vokal) dan Bimbim (drum). Waktu itu banyak yang meramal Slank tamat. Namun hingga kini Slank tetap sentosa.&lt;br /&gt;Jadi, pemecatan itu trik manajemen? Bens Leo menampik. Namun Remy mengiyakan. Dia menuturkan ketika bra Janet Jackson "terbetot secara tak sengaja'' oleh Justin Timberlake, seluruh dunia tercengang. Semua perhatian mengarah ke mereka.&lt;br /&gt;Namun, ujar dia, peristiwa itu sebenarnya dirancang manajemen mereka secara matang. ''Dengan biaya tak kepalang tanggung.''&lt;br /&gt;Sebuah band ternama dari Yogyakarta dulu juga memecat sang penabuh drum. Saat itu para pencinta musik kembali menengok kiprah mereka, meski penjualan album grup itu tak terdongkrak.&lt;br /&gt;Bagi Remy dan Bens, jika Andhika dan Indra berhasil mendirikan grup band baru, bukan tak mungkin mereka bakal sukses. Mereka sudah punya para pemuja tersendiri. ''Ari Lasso sukses bersolo dan BIP (Bongky, Indra, Pay) sukses setelah dipecat dari Slank,'' ujar Bens.&lt;br /&gt;Apakah Peterpan bakal tetap besar, tanpa Andhika dan Indra? Bukankah kedua orang itu diakui atau tidak telah mewarnai band yang puluhan kali meraih penghargaan tersebut? Atau, Indra dan Andhika justru meroket karena lepas dari bayang-bayang kebesaran Ariel? Waktu yang bakal menjawab. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-9089016929881751283?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/9089016929881751283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=9089016929881751283' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/9089016929881751283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/9089016929881751283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/07/peterpan.html' title='Peterpan'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/SImrxe1KhBI/AAAAAAAAAkw/E0OxgWlBlCA/s72-c/Peterpan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6552330991791381004</id><published>2008-04-14T17:04:00.000+07:00</published><updated>2008-04-14T17:11:09.713+07:00</updated><title type='text'>Jak Jazz 2006</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/SAMtbtRvKrI/AAAAAAAAAko/rpfqnoY4zSo/s1600-h/Jak+Jazz+2006.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189041149694651058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/SAMtbtRvKrI/AAAAAAAAAko/rpfqnoY4zSo/s400/Jak+Jazz+2006.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Rabu, 01 Nopember 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jak Jazz Hadirkan 100 Musikus&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;JAKARTA-Jakarta International Jazz Festival atau dikenal dengan Jak Jazz kembali hadir. Setelah hampir satu dekade menghilang, ajang musik jazz berskala internasional itu bakal digelar pada 24-26 November 2006.  Mengusung tema besar "Jazz in the Park", pentas tersebut akan dipusatkan di Istora Senayan, Jakarta. Menurut Ireng Maulana sebagai salah seorang panitia, penyelenggaraan Jak Jazz dimaksudkan untuk memenuhi rasa rindu pencinta jazz di Tanah Air. Dengan mengedepankan nuansa Betawi, Jak Jazz 2006 akan menghadirkan sejumlah musikus papan atas Indonesia dan mancanegara. Dari Indonesia tercatat nama Bubi Chen, Idang Rasjidi, Benny Mustapha, Indra Lesmana, Kiboud Maulana, Ireng Maulana, Dwiki Dharmawan, Benny Likumaua, Maliq 'N D'essentials, Tompi, Andien, Sova Didik SSS, dan beberapa nama lainnya. "Yang pasti hampir seratus musisi jazz kita akan menyemarakkan ajang bergengsi ini," papar Ireng di Jakarta belum lama ini. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pulihkan Citra . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Sedangkan dari mancanegara, ada nama The Rippingtons, Phil Perry, Eric Marienthal, Russ Freeman, Coco York, Ernie Watts (AS), Shakatak (Inggris), Buzz Bross Band (Belanda), SMOMA (Italia), Eldissa, dan Fredrik Noren Band (Swedia). Dari kawasan Asia, sederet kelompok jazz seperti Asian Super Guitar Projects, Jeremy Monteiro, Marina Xavier (Singapura), Kazumi Watanabe, Monday Michiru (Jepang), Eugene Pao, dan Angelita Li (Hongkong) dipastikan juga turut serta.  Ajang yang mendapat dukungan dari Gubernur DKI Jakarta dan merupakan bagian dari program Enjoy Jakarta Entertainment ini diharapkan semakin memulihkan citra Indonesia di mata dunia. "Ajang ini sekaligus akan memberikan citra yang positif bagi promosi Indonesia di mata internasional, karena para musisi dari berbagai belahan dunia datang kemari,'' imbuh Ireng.  Jak Jazz 2006 akan menampilkan delapan panggung terbuka dan tertutup yang dikemas dengan semangat pesta rakyat yang bertulang pada budaya dan kesenian Betawi. Dalam suasana festival seperti inilah, pengunjung dapat menikmati musik jazz sembari ditemani cemilan asli Jakarta tempo dulu seperti kuta putu, kue rangi, kerak telor, dan masih banyak lagi.  Tiket dijual dengan harga Rp 225.000 (daily pass/harian), Rp 525.000 (tiga hari sekaligus), Rp 100.000 (special show/tiga penampilan). (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6552330991791381004?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6552330991791381004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6552330991791381004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6552330991791381004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6552330991791381004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/04/jak-jazz-2006.html' title='Jak Jazz 2006'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/SAMtbtRvKrI/AAAAAAAAAko/rpfqnoY4zSo/s72-c/Jak+Jazz+2006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-1047020360632782206</id><published>2008-03-21T19:47:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T19:51:06.467+07:00</updated><title type='text'>Ungu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OvADdniZI/AAAAAAAAAkg/XOngcAaERLk/s1600-h/ungu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180176411870595474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OvADdniZI/AAAAAAAAAkg/XOngcAaERLk/s400/ungu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 31 Oktober 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Seruan Damai Ungu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Niat baik bisa disampaikan siapa saja, lewat media apa saja. Ungu, misalnya, tahu betul bagaimana menyampaikan salam perdamaian lewat aksi panggung. "Konser Salam Lebaran" di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (29/10) malam, menempatkan band yang diawaki Pasha, Oncy, Makki, Rowman, dan Enda sebagai pemuncak acara. Saat itulah mereka tak cuma unjuk kebintangan. Mengetahui sekitar 10.000 penonton mengelu-elukan mereka, Pasha, vokalis yang jadi motor grup itu, menyeru salam perdamaian. ''Apa karebo Makassar? Malam ini, semoga saudara-saudara kita yang melakukan perundingan damai di Poso, Sulawesi Tengah, mencapai kesepakatan. Jadi, tak ada lagi pertikaian antara umat Islam dan Kristen,'' ujar dia dari atas panggung. Tanpa komando, Cliquers atau pencinta Ungu berseru, ''Amin!'' Sejurus kemudian, Pasha melantunkan tembang ''Tak Perlu'' dalam konser yang juga menampilkan Garasi sebagai grup pembuka itu. Aksi Ungu di Kota Butta Anging Mammiri itu adalah pemuncak "Konser Salam Lebaran" yang digelar tiga hari berturut-turut 27, 28, dan 29 Oktober. Pada malam bersamaan di Palembang tampil Ari Lasso dan Tipe-X, Surabaya Samsons dan Caffeine, serta Banjarmasin Radja dan Utopia. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sangat Dikenal. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Ungu yang tampil di Makassar boleh berbangga diri. Bukan cuma lantaran tembang mereka, seperti Berikan Aku Cinta, Andai Ku Tahu, Tercipta untukku, Selamat Lebaran, Surga-Mu, Sejauh Mungkin, Aku Bukan Pilihan, dan Bayang Semu, sangat dikenal para pencinta. Namun, karena konser yang digagas Gudang Garam dan 18 Production itu tak ubahnya karaoke massal. Seruan damai dari atas panggung pun kian mengundang simpati mendalam dari para pemuja mereka. Pada saat konser di Lapangan Karebosi, di Poso, Sulawesi Tengah, berlangsung kesepakatan damai yang digagas Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dengung kesepakatan damai pun menguar hingga ke seluruh wilayah Sulawesi. Tdak mengherankan jika semua lapisan masyarakat berdoa agar kerusuhan segera usai di tanah Bugis. ''Seruan damai Pasha dan Ungu dalam konser ini sangat menyejukkan,'' ujar Lingkan Diana Bolang dari 18 Production. Dia menuturkan hampir semua penampil dalam konser setiap tahun untuk menyambut Idul Fitri itu menyerukan perdamaian. Ya, Iwan Fals, Slank, Cokelat, Radja, Pas Band, Ada Band yang tampil di 12 kota, termasuk di Tegal, menyerukan salam perdamaian. Di belakang panggung, ketika jam menunjukkan pukul 22.00 Wita, Pasha yang berpeluh menyatakan harapan, semoga perdamaian di Poso menjadi nyata. ''Kami cuma mampu berdoa. Namun, bukankah doa juga yang mampu membuat sesuatunya menjadi nyata?'' (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-1047020360632782206?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/1047020360632782206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=1047020360632782206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1047020360632782206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1047020360632782206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/ungu.html' title='Ungu'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OvADdniZI/AAAAAAAAAkg/XOngcAaERLk/s72-c/ungu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-1816601840747066603</id><published>2008-03-21T19:42:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T19:46:51.995+07:00</updated><title type='text'>''Open Season''</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OuCTdniYI/AAAAAAAAAkY/F6Uv78B0yyk/s1600-h/open+s.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180175351013673346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OuCTdniYI/AAAAAAAAAkY/F6Uv78B0yyk/s400/open+s.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 30 Oktober 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview ''Open Season''&lt;br /&gt;Belajar Mandiri dari Grizzly&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;PELAJARAN bisa datang dari siapa saja dan kapan saja. Tak terkecuali dari seekor beruang besar grizzly dan rusa pandir yang berusaha mempertahankan hidupnya. Lewat film animasi Open Season, Roger Allers dan Jill Culton sebagai sutradara membungkus kisah itu dengan sederhana, yaitu lewat bahasa humor. Dengan bahasa tutur yang sederhana namun mengena, skenario Steve Bencich, Ron J Friedman, dan Nat Mauldin disulap Allers dan Culton dengan sangat bersahaja. Lewat bahasa anak-anak yang dekat dengan kesederhanaan, keapaadaan dan keceriaan, kebijakan diantarkan dalam film tersebut. Hasilnya, kisah menjadi sangat mengena dan pesan kebijakan sampai ke penikmatnya tanpa harus menggurui. Dengan kecanggihan teknologi 3D dari kreator disainer kenamaan Carter Goodrich, Open Season semakin indah secara gambar. Goodrich tercatat pernah turut membidani film animasi laris dan monumental semacam Finding Nemo, Monsters Inc, dan Shrek. Hasil karya ilustrasinya telah menghiasi sejumlah sampul media seperti The New Yorker, Time, Newsweek, GQ, Playboy, dan The Atlantic Monthly. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pengisi Suara . &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Kelengkapan film yang memang ditujukan untuk pemirsa anak-anak dan keluarga itu semakin pepak dengan hadirnya sejumlah aktor ternama sebagai pengisi suara para tokohnya.  Kehadiran Martin Lawrence, Ashton Kutcher, Gary Sinise, Debra Messing, dan Billy Connolly membuat film ini semakin memikat untuk dinikmati.  Tengoklah betapa tokoh Boog (Martin Lawrence), seekor beruang grizzly yang tidak mempunyai kekuatan untuk bertahan hidup di alam bebas, bertemu dengan seekor rusa pandir bernama Elliot (Ashton Kutcher). Petualangan dua sekawan yang menganggap dirinya pecundang di lingkungan masing-masing itu kemudian bahu-membahu untuk bertahan hidup di alam bebas, menjadi tulang utama cerita. Kesedihan, kepiluan, kelaraan yang bercampur aduk dengan kelucuan-kelucuan mengantarkan penikmatnya pada arti penting persatuan, kerja sama, dan toleransi. Lewat tokoh Boog dan Elliot lah film ini mengajarkan tentang kebijakan dengan bahasa universal, yaitu bahasa tawa. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-1816601840747066603?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/1816601840747066603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=1816601840747066603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1816601840747066603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1816601840747066603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/open-season.html' title='&apos;&apos;Open Season&apos;&apos;'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OuCTdniYI/AAAAAAAAAkY/F6Uv78B0yyk/s72-c/open+s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4603634009521330189</id><published>2008-03-21T19:39:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T19:40:59.412+07:00</updated><title type='text'>BRIAN DePalma</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OspjdniXI/AAAAAAAAAkQ/hFVXNqxjoc4/s1600-h/Brian-DePalma_0.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180173826300283250" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OspjdniXI/AAAAAAAAAkQ/hFVXNqxjoc4/s400/Brian-DePalma_0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 20 Oktober 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview The Black Dahlia&lt;br /&gt;Kisah Kelam Pembunuhan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;BRIAN DePalma kembali lagi. Kini, jawara bercerita melalui film drama klasik bermuatan kriminalitas itu hadir dengan karya terbaru, The Black Dahlia.  Film ini tak jauh beda dari masterpiece seperti The Untouchables, Scarface, Carlito's Ways serta suspense thrillers Carne, Dressed to Kill, dan Blow Out. Lewat The Black Dahlia, lagi-lagi dia menyajikan intrik kejahatan para penegak hukum dan bandit eksentrik di AS pasca-Perang Dunia II. Kisah cinta, korupsi, keserakahan, dan obsesi yang tak kesampaian ini berdasar novel James Elroy. Namun terinspirasi oleh kisah nyata pembunuhan seorang gadis cantik secara brutal. Peristiwa itu menggemparkan publik Amerika pada tahun 1947. Bahkan hingga kini pun sang pembunuh tak terungkap. Sang korban adalah Elizabeth Betty Ann Short. Dia bercita-cita menjadi bintang di Hollywood. Publik Amerika menjuluki dia the Black Dahlia. Brian DePalma menyajikan betapa tipis jarak antara kebaikan yang diwakili dua polisi penyelidik kasus itu dan kejahatan yang diwakili kaum eksentrik. Dikisahkan dua personel Los Angeles Police Department (LAPD) ditugasi menyelidiki kasus pembunuhan terhadap Elizabet Betty Ann Short. Gadis 22 tahun yang acap menyematkan kembang di rambutnya itu ditemukan tewas di dekat Leiment Park, pusat kota Los Angeles. Pada 15 Januari 1947 jasadnya ditemukan terbelah dua dari pinggang. Organ tubuhnya dipindahkan dan darahnya dikuras. Mulutnya dirobek dari kuping kanan membelah kuping kiri seperti badut. Diperkirakan sang pembunuh menyodominya. Kisah penyelidikan polisi Lee Blanchard (Aaron Eckhart) dan Dwight ''Bucky'' Bleichert (Josh Harnet) itu disajikan secara kelam, penuh intrik, jalan berliku, misteri, keganjilan. Namun menawan. Film ini bertutur secara runtut, masuk akal, meski kadang melompat-lompat dan tak tertebak siapa jahat siapa baik. Bryan DePalma mengajak penonton memasuki labirin cerita yang tak pernah usai dan penuh misteri. Film ini diperkuat artis peraih Oscar Hilary Swank (sebagai Madeline Linscott) dan artis yang sedang naik daun Scarlet Johansson (Kay Lake). Inilah kisah tentang warga Amerika yang gigih mewujudkan impian. Meski harus mencuri, menjual diri, atau membunuh sekalipun. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4603634009521330189?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4603634009521330189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4603634009521330189' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4603634009521330189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4603634009521330189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/brian-depalma.html' title='BRIAN DePalma'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OspjdniXI/AAAAAAAAAkQ/hFVXNqxjoc4/s72-c/Brian-DePalma_0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6185645134521586386</id><published>2008-03-21T19:31:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T19:38:38.065+07:00</updated><title type='text'>Dang Fathurrahman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OsIjdniWI/AAAAAAAAAkI/WxElo9KCKWk/s1600-h/tasawuf.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180173259364600162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OsIjdniWI/AAAAAAAAAkI/WxElo9KCKWk/s400/tasawuf.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 19 Oktober 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dang pun Bertasawuf&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Mungkin belum banyak yang kenal Dang Fathurrahman. Meski, DF atau Dai Funky, julukan dari para sejawatnya, telah menghasilkan tiga album. Lewat album terbaru bertajuk Tentang Jiwa, lagi-lagi Dang pun bertasawuf. Tahun 2001 album perdana Tadzakkuriz Zaman (Merenungi Zaman) menghantarkan dia memperoleh penghargaan pada Festival Musik Tasawuf di Maroko dan Kanada. Lewat album kedua, Madah Rosul (2002), dia kian meneguhkan pilihan pada musik syiar untuk menyerukan kebaikan. Itulah kiprah cucu pemimpin Pesantren Al Falah Biru, Garut, KH Badruzzaman. Kali ini, master lulusan Nanyang University, Singapura, itu menyajikan 12 tembang dalam album terbaru. Tembang-tembang yang lebih banyak menampilkan kedalaman makna lirik berbalut melodi yang kuat. Dia menulis sendiri semua lirik. Menurut pendapat dia, tak ada bahasa terindah selain bahasa Arab. "Saya menyampaikan lagu dengan bahasa yang indah, bahasa Arab. Namun bukan berarti dalam album ini tak ada lagu berbahasa Indonesia," ujarnya di Graha Aktiva, Jakarta, kemarin. Dia mengusung semangat islami dengan mengekspresikan keindahan atau estetika beretika melalui lagu. Tembang-tembang itu meliputi Romadhon Karim, Al Syauk Ilaa Liqoo Al Mahbub (Rindu Bertemu Kekasih), Taubat, Tapak-tapak, Bertanya kepada Bumi, Habibal Qoib, Tentang Jiwa, Syuwayya, Al-Lhaathoh bi AL-hub (Hati yang Dipenuhi Cinta), Madah Rosul, Berkaca, dan Tentang Jiwa (versi rock). Bebi dari EMI yang menaungi album itu menyatakan Dang menawarkan warna baru. "Musikalitas dan kandungan liriknya lebih dalam," katanya. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6185645134521586386?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6185645134521586386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6185645134521586386' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6185645134521586386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6185645134521586386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/dang-fathurrahman.html' title='Dang Fathurrahman'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OsIjdniWI/AAAAAAAAAkI/WxElo9KCKWk/s72-c/tasawuf.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6216298810114201473</id><published>2008-03-21T19:23:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T19:30:47.209+07:00</updated><title type='text'>World Trade Center (WTC)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OqIDdniVI/AAAAAAAAAkA/YL1EM3WglHg/s1600-h/wtc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180171051751410002" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OqIDdniVI/AAAAAAAAAkA/YL1EM3WglHg/s400/wtc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 18 Oktober 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kisah di Balik Reruntuk WTC&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;APA yang dapat membuat seseorang bertahan hidup lebih dari 24 jam, meski tertindih tembok dan puing besi dari sebuah bangunan pencakar langit bernama World Trade Center? Dalam film World Trade Center (WTC) besutan Oliver Stone, kisah kemanusian dua orang polisi Port Authority Police Department (PAPD) yang selamat dari tragedi 11 September dikisahkan dengan mengharukan.  Stone yang dengan jitu berhasil membidik tragedi kekalahan Amerika Serikat dalam perang Vietnam lewat film Platoon kembali menghadirkan warna lain dari sudut pandangnya perihal tragedi di menara kembar di New York tersebut.  Lewat pendekatan human story, Stone menyingkirkan jauh-jauh keberpihakan politisnya dan memilih berpihak pada kisah kemanusiaan dua polisi PAPD dalam mempertahankan hidup.  Inti cerita dari film yang beranjak dari kisah nyata, dari korban yang selamat dari tragedi yang kemudian dikenang sebagai peristiwa Black September itu, sejatinya sederhana. Yakni kisah heroik tentang sebuah daya proses penyelamatan dua anggota PAPD John McLoughlin (Nicolas Cage) dan Will Jimeno (Michael Pena). Keduanya terperangkap di bawah reruntuk gedung WTC pada 11 September 2001 ketika melakukan proses penyelamatan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menunggu Bantuan . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Kisah tentang aktivitas John dan Will selama terperangkap selama 24 jam di bawah reruntuk WTC itu lah yang dikisahkan dengan nanar oleh Stone. Dengan saling berbicara tentang apa saja mulai dari topik keluarga, anak, harapan, kekecewaan, dan cinta sejati, kedua sejawat itu berusaha melupakan apa yang sebenarnya terjadi sembari menungu bantuan tiba.  Sementara itu, kisah sedih tentang para istri yang tidak mendapatkan kabar pasti dari suami mereka tercinta dinarasikan tak kalah mirisnya. Donna McLoughin, istri John, dan Allison Jimeno, istri Will, beserta anak-anak dan keluarga besar mereka digambarkan dengan pilu.  Sementara ribuan orang yang anggota keluarganya bekerja di salah satu gedung pencakar langit di Manhattan, New York, itu juga dikisahkan menunggu ketidakpastian.  Seluruh penduduk di seantero belahan dunia, dari Eropa Barat ke Eropa Timur, dari Eropa Utara ke Eropa Selatan, Afrika hingga Asia juga digambarkan terhenyak mendengar kabar tragis tersebut. Tragedi memang tak mengenal batas suku, agama, ras, antargolongan, atau batas demografi.  Stone, setelah menghentak lewat Alexander, kali ini bekerja sama dengan penulis skenario Andrea Berloff, menghadirkan kisah robohnya WTC dalam sebuah versi yang lain.  Kisah yang mengharu-biru tentang keberpihakannya pada nilai-nilai kemanusiaan. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6216298810114201473?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6216298810114201473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6216298810114201473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6216298810114201473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6216298810114201473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/world-trade-center-wtc.html' title='World Trade Center (WTC)'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OqIDdniVI/AAAAAAAAAkA/YL1EM3WglHg/s72-c/wtc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-5683292005169228756</id><published>2008-03-21T19:19:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T19:23:29.088+07:00</updated><title type='text'>Jan Cornall</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OomDdniUI/AAAAAAAAAj4/Me6-ya8h5h4/s1600-h/Jan+Cornall.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180169368124229954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OomDdniUI/AAAAAAAAAj4/Me6-ya8h5h4/s400/Jan+Cornall.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 16 Oktober 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dongeng Jan Cornall tentang Srengenge&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Meski bukan hal yang baru, apa yang dilakukan penyanyi, penulis lagu, komponis sekaligus novelis Australia, Jan Cornall, terhadap sajak-sajak penyair Sitok Srengenge tetaplah menarik. Di panggung teater Utan Kayu Jakarta, akhir pekan lalu, nyatanya kolaborasi antara salah satu pekerja kesenian Negeri Kanguru, dengan salah satu penyair penting Indonesia itu berlangsung harmonis. Jan, dengan kekuatan interpretatif yang syahdu, berhasil menyanyikan ke-11 sajak Sitok yang dia ambil dari kumpulan puisi ''On Nothing'' dengan menawan. Kemampuan olah vokal yang sebenarnya tidak luar biasa namun berhasil dibungkus dalam komposisi lagu apik besutan Imel Rosalin, pemain jazz dari Bandung, membuat acara bertajuk ''Jan Cornall Sings Srengenge'' itu membuai puluhan penonton. Sajak-sajak Sitok yang kelahiran Dorolegi, Purwodadi oleh Jan disulap menjadi sangat jazz. Bukan jazz yang kental dan pekat sebagaimana yang dimainkan musisi kulit hitam, melainkan jazz yang kontemplatif dan cenderung sedih. Apalagi dengan cara pembawaan yang sangat aduhai meski bersahaja dengan iringan musik minus one, Jan justru berhasil menyanyikan sajak ''Dance of Eucalyptus'', ''He Who Walks Alone'', ''Read Your Body'', ''Lake Biwa'', ''Lover of the Sky'', ''My Butterfly'', ''Only One'', ''Room'', ''Situmorang Sonet'', ''Waiting'', dan ''We Will''. Ke-11 sajak yang dipilih oleh Jan untuk dikomposisi menjadi musik jazz, menurut Sitok, adalah atas pilihan Jan sendiri. Sehingga dengan kemerdekaannya sendiri, penulis naskah teater dan film itu menginterpretasikan kebebasannya dengan seluas-luasnya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Petilan Novel&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; . Yang membuat pertunjukan menjadi lebih menarik adalah ketika Jan mengolaborasikan kerjanya dengan membacakan petilan novel terbarunya, ''Take Me to the Paradise''. Novel itu berkisah tentang Pulau Bali dengan segala keindahan yang bergandengan dengan permasalahan para tokohnya. Ketika lagu perdana usai, ia bak seorang pendongeng yang tekun membacakan beberapa bagian novelnya. Demikian seterusnya sampai tidak terasa ke-11 lagu itu usai dan intisari novel juga usai dikisahkan. Jadi, dalam satu pertunjukan, penikmat mendapatkan tiga pertunjukan sekaligus, yaitu poetry song atau sajak yang dilagukan dalam musik jazz, petilan pembacaan novel, dan kedalaman makna sajak itu sendiri.  Setelah pertunjukan, Jan yang juga dikenal sebagai seorang aktor, penyanyi sekaligus penulis lagu di Melbourne Australia sejak 1969 berujar ringan. ''When fine poetry meets fine jazz, a new music was born,''. Ya, ketika sajak yang apik bertemu dengan musik jazz yang menawan, maka lahirlah musik baru. Yakni musik jazz yang ngelangut. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-5683292005169228756?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/5683292005169228756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=5683292005169228756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5683292005169228756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5683292005169228756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/jan-cornall.html' title='Jan Cornall'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OomDdniUI/AAAAAAAAAj4/Me6-ya8h5h4/s72-c/Jan+Cornall.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-9192884275201278491</id><published>2008-03-21T19:16:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T19:19:19.987+07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OneTdniTI/AAAAAAAAAjw/dgZgWcnUcSU/s1600-h/Iwan+F.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180168135468615986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OneTdniTI/AAAAAAAAAjw/dgZgWcnUcSU/s400/Iwan+F.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 13 Oktober 2006 BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Iwan Fals Didaulat Menjadi Presiden&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Iwan Fals selama setahun ini rutin mengadakan diskusi reboan di rumahnya, Jalan Leuwinanggung 19, Cimanggis, Depok. Selama itu dia telah menghadirkan 128 pembicara yang membahas 48 tema. Pembicara dari berbagai kalangan. Mereka antara lain Suciwati, Budiman Sudjatmiko, Menteri Olah Raga Adiyaksa Dault, Baby Jim Aditya, Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, Mira Lesmana, pakar intelijen (mendiang) Djuanda Widjaja, Franz Magnis Suseno, Ully Sigar Rusadi, Christine Hakim, Kak Seto, Tommy F Awuy, Sri-Bintang Pamungkas, dan Egy Sudjana. Kemarin, peringatan setahun forum itu dihadiri lebih dari 700 orang dari Orang Indonesia (OI). Itulah organisasi pencinta Iwan Fals. Hadir pula narasumber dalam forum reboan, misalnya ekonom Faisal Basri, peneliti Hermawan Sulistyo, Egy Sudjana, Djoko Edy Sucipto, dan Butet Manurung. Apa yang mereka bicarakan? ''Apa saja, dari soal pemuda, pergerakan, narkoba, carut marut ekonomi, pendidikan gratis, kesehatan gratis, hingga revolusi,'' ujar Iwan Fals. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menuntut . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Dia didampingi sang istri, Rosana, membuka dialog yang dimulai pukul 21.30 bertema ''Membangun Indonesia''. Tiga moderator memandu perbincangan dengan lebih dari 20 pembicara. Setelah lebih dari 90 menit berdiskusi, mereka pun rehat. Dan, itulah yang ditunggu-tunggu: Iwan Fals bernyanyi. Di panggung ayah mendiang Galang Rambu Anarki, Cikal Rambu Basae, dan Raya Rambu Rabbani itu tidak sendirian. Dia didampingi Edy Darome (kibor, piano), Herrie Bucharie (bas), Denny (drum), dan Sonata (gitar). ''Lirik tembang pertama ini dari Mustofa Bisri, terinspirasi ketika Irak akan dan sedang digempur Amerika,'' ujar Iwan sembari menggamit gitar. Tempik sorak memecah keheningan malam ketika lagu pertama usai. ''Lagu selanjutnya 'Sagu Ambon'. Liriknya dari Mas Willy (Rendra-red) ketika tsunami menghantam Aceh." Sejurus kemudian dia pun mendendangkan balada: Daripada bakar masjid/daripada bakar gereja/lebih baik bakar sagu saja/Karena kita bersaudara, lukamu adalah lukaku juga. Penonton terdiam. Para pembicara ternganga. Rosana yang biasa disapa Yos bersama Rayya memandangi suami dan ayah mereka. Sementara itu, Iwan menahan air mata. Lagu usai, sebagian bertepuk tangan, sebagian menahan napas. ''Lagu 'Negara' ini terlahir berdasar interpretasi saya dalam melihat negara.'' Lalu, dengan garang Iwan pun memekikkan tuntutan agar negara menggratiskan pendidikan dan kesehatan serta memberikan rasa aman dan kebebasan kreatif. ''Kalau tidak bisa, bubarkan saja!''  Hadirin bergelora. Semua bangkit dari tempat duduk. Seperti kampanye partai, mereka berseru-seru.  Sebagai gong menggemalah tembang kebangsaan OI, ''Di Bawah Tiang Bendera''. Lagu karya Franky Sahilatua dan Iwan itu mengentak malam dalam kor panjang.  Usai nyanyian, diskusi memanas kembali. Tepat pukul 24.30 diskusi rampung. Hasilnya? OI dan para pembicara sepakat meminta Iwan Fals jadi presiden.  Namun Iwan cuma tersenyum. ''Saya nggak ngerti politik. Saya nggak bisa bahasa Inggris. Saya jadi presiden di setiap konser saya saja,'' ujarnya datar. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-9192884275201278491?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/9192884275201278491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=9192884275201278491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/9192884275201278491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/9192884275201278491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/iwan-fals_21.html' title='Iwan Fals'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OneTdniTI/AAAAAAAAAjw/dgZgWcnUcSU/s72-c/Iwan+F.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2527758931243021323</id><published>2008-03-21T19:13:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T19:15:44.908+07:00</updated><title type='text'>Denias: Senandung di Atas Awan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OmpzdniSI/AAAAAAAAAjo/r8DOv7i2mhM/s1600-h/denias.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180167233525483810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OmpzdniSI/AAAAAAAAAjo/r8DOv7i2mhM/s400/denias.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 12 Oktober 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;"&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Denias: Senandung di Atas Awan"&lt;br /&gt;Kisah Nyata Anak Papua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;SEJAUH mana tekad seorang anak Papua dalam menuntut ilmu sebagai upaya untuk memperbaiki kehidupan dan masa depannya? Dalam film Denias: Senandung di Atas Awan arahan John De Rantau, perjuangan untuk mendapatkan hak pendidikan itu dikisahkan secara mengharukan. Berbeda dari kebanyakan film Indonesia yang kerap mengangkat tema drama cinta remaja dan horor, Denias yang akan diputar secara serentak mulai 19 Oktober mendatang mengajukan tema pendidikan dengan balutan drama kisah nyata anak-anak Papua. Dalam preview perdana di Jakarta, kemarin, film yang menurut sutradaranya adalah film pertama dengan media 35 mm yang dibuat di Papua, sejak awal memang berangkat dari semangat idealisme. Membutuhkan proses keseluruhan selama tiga tahun, setahun di antaranya untuk riset dan masa syuting mulai 20 Mei hingga 1 Juni 2006, film ini mengambil setting di Wamena dan Timika. Sebagai kisah nyata yang menggambarkan dengan apik bagaimana kehidupan asli masyarakat Papua dan keindahan alamnya, Denias mengemban pesan mulia. ''Betapapun tidak ada mimpi yang tidak bisa diwujudkan,'' ujar De Rantau. Sebagai sutradara yang turut terlibat dalam pembuatan film Ijinkan Aku Menciummu Sekali Saja dan Mencari Madonna yang juga ber-setting Papua, dia yakin filmnya mendapat sambutan positif. Ari Sihasale selaku produser dan pemain menyebutkan, kisah nyata film tersebut berangkat dari pengalaman adik kelasnya yang harus berjalan jauh selama empat hari untuk mencari sekolah dari desanya yang terpencil. Semangat untuk mendapatkan pendidikan dengan balutan alam Papua nan indah inilah yang dicoba untuk disajikannya. ''Ada yang lebih indah dari sekadar pemandangan alam Papua yang menakjubkan, yaitu semangat meraih pendidikan dari masyarakat setempat,'' katanya. Nia Sihasale Zulkarnaen sebagai executive producer mengamini pendapat suaminya itu. Menurut dia, pesan tentang arti penting untuk mendapatkan pendidikan menjadi tema utama Denias. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Anak Petani. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Film tersebut juga dilakoni peraih Piala Citra 2005 Marcella Zalianty, Mathias Muchus, dan bintang asli provinsi paling timur Indonesia seperti Albert Fakdawer dan Michael Jakarimilena. Kisah berpusat pada Denias (Albert Fakdawer), anak petani di pedalaman Arwanop yang mempunyai mimpi meraih pendidikan setinggi Gunung Jayawijaya. Sepeninggal Mama Denias (Audry Papilaja) dan pulangnya Pak Guru (Mathias Muchus) ke tanah Jawa, dan kawan bermainnya, Maleo (Ari Sahasale), di benak Denias hanya ada satu tekad. Yakni meraih pendidikan di balik gunung yang konon kata Maleo, yang sebenarnya adalah anggota Komando Pasukan Khusus, penuh dengan fasilitas.  Maka ditempuh lah perjalanan heroik membelah gunung, sungai, hutan, dan rawa untuk menuju kota. Setelah empat hari dilalui, akhirnya sampailah dia di rumah salah seorang sanak saudaranya. Namun di kota, dia tidak mempunyai seorang kawanpun kecuali gelandangan bernama Enos (Minus Karoba). Bersama Enos lah, Denias berniat masuk ke sekolah fasilitas. Hingga akhirnya, setelah melalui proses drama yang mengaharukan, atas bantuan Ibu Sam (Marcella Zalianty), dan Ibu Asrama (Nia Sihasale Zulkarnaen), Denias dan Enos dapat duduk di bangku sekolah dasar. Semangat pantang menyerah Denias, yang sekarang telah mendapatkan beasiswa dari PT Freeport untuk kuliah di Darwin, Australia, itulah yang digambarkan dengan menawan oleh John De Rantau. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2527758931243021323?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2527758931243021323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2527758931243021323' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2527758931243021323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2527758931243021323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/denias-senandung-di-atas-awan.html' title='Denias: Senandung di Atas Awan'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OmpzdniSI/AAAAAAAAAjo/r8DOv7i2mhM/s72-c/denias.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2229240707449315233</id><published>2008-03-21T19:07:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T19:12:00.317+07:00</updated><title type='text'>''Dead or Alive''</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OlrjdniRI/AAAAAAAAAjg/TA_aFGVrKrE/s1600-h/deadoralive.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180166164078627090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OlrjdniRI/AAAAAAAAAjg/TA_aFGVrKrE/s400/deadoralive.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 11 Oktober 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview ''Dead or Alive'' Kisah Dara Perkasa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;DEAD or Alive, permainan video game yang laris manis, diangkat ke dalam layar lebar. Sang pembesut adalah Cory Yuan, sutradara dan penata laga ternama di Hong Kong. Dan, jadilah film ini penuh baku pukul, tendang, dan banting sejak awal hingga akhir. Sang sutradara adalah teman seperguruan Jackie Chan dan Sammo. Mereka bertiga adalah trio yang berjaya pada di era 1970-an. Dari tangan Yuan pulalah film aksi komedi Lethal Weapon 4 dan drama aksi Romeo Must Die yang dimainkan Jet Li terlahir. Karya terakhir Yuan adalah film bergenre fiksi sains X-Men. Penyutradaraan Yuan telah terbukti lewat film laris The Black Rose, Mahjong Dragon, High Risk, My Father is A Hero, The Bodyguard from Beijing, Fong Sai-Yuk I, dan Fong Sai-Yuk II. Pembesut tetralogi film yang diperankan Jet Li itu tampaknya akan diuji melalui film terkininya. Lewat Dead or Alive, lulusan Chinese Opera Academy itu mengharmoniskan racikan film Enter the Dragon yang melambungkan Bruce Lee dan Charlie's Angels. Dia berhasil mendapuk para dara ayu nan seksi bertubuh sentosa sehingga mampu berjumpalitan meringankan tubuh. Mereka pun piawai melayangkan pukulan dan tendangan mematikan layaknya dalam film klasik China. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mengalir Ringan. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Para pelakon adalah Devon Aoki (bermain pula dalam Sin City dan 2 Fast 2 Furious), Sarah Carter (Final Destination 2), Natassia Malthe (Elektra), Matthew Marsden (Black Hawk Down), Jaime Pressly (Torque), Eric Roberts (National Security), dan Holly Valance (National Lampoon's dan Pledge This!). Film mengalir dengan ringan. Tak ada konflik, trik, muslihat, atau tipu daya yang memperpelik jalinan cerita. Tak ada akhir kisah yang menggetarkan jiwa. Sebagaimana versi permainan videonya, film ini bernarasi dengan datar, hitam-putih, dan tentu (untuk) menggembirakan pemirsa. Alkisah, para jawara bela diri dari seluruh penjuru dunia berkumpul di sebuah pulau. Mereka bakal membuktikan diri menjadi yang terbaik. Dalam permainan Dead or Alive berhadiah utama 10 juta dolar AS, mereka harus bertarung satu lawan lain sampai ke babak final. Bermodal kecantikan, sedikit kehidupan misteri di belakang mereka, permainan ilmu bela diri supercanggih, plus polesan gerakan rekayasa teknologi terkini, mereka mengadu kepiawaian. Mereka mengadu nasib, mempertaruhkan nyawa. Akhirnya tersisa empat dara ayu nan perkasa. Namun ternyata mereka cuma hendak dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis pemilik dan pengelola pulau. Pertarungan antara mereka dan pengelola pulau itulah pemuncak film gedebak-gedebuk ini. Sang pemenang, tentu saja, para dara jelita dengan keperkasaan luar biasa. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2229240707449315233?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2229240707449315233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2229240707449315233' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2229240707449315233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2229240707449315233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/dead-or-alive.html' title='&apos;&apos;Dead or Alive&apos;&apos;'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OlrjdniRI/AAAAAAAAAjg/TA_aFGVrKrE/s72-c/deadoralive.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-7492416423115239352</id><published>2008-03-21T19:00:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T19:06:33.542+07:00</updated><title type='text'>Qaisra Shahraz,</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OkpjdniQI/AAAAAAAAAjY/m-IY0OCq2nA/s1600-h/Qirand.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180165030207260930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OkpjdniQI/AAAAAAAAAjY/m-IY0OCq2nA/s400/Qirand.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 10 Oktober 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Diskusi Novel "Perempuan Suci"&lt;br /&gt;Upaya Memahami Perempuan Islam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Seperti apakah perempuan Islam dalam ranah kebudayaan Pakistan memaknai penderitaan yang ditimpakan padanya? Diskusi novel The Holy Woman karya novelis Inggris asal Pakistan, Qaisra Shahraz, menjelaskannya dengan apik. Novel yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Mizan dengan judul Perempuan Suci itu didedah oleh penulisnya langsung di Galeri Ibuku Kunstkamera, Jl Veteran I/26 Jakarta, kemarin. Novel yang telah memenangi Golden Jubilee Award 2002 itu di mata kreatornya adalah tampikan secara halus kepada dunia internasional ketika memandang perempuan Islam dalam perspektif yang tidak tepat. Menurut Shahraz yang belum lama ini mengikuti Ubud Writer and Reader Festival di Ubud, Bali, Perempuan Suci mengambil latar belakang kultur masyarakat Pakistan yang taat menjalankan hukum Islam. Ketaatan atas nama bakti kepada orang tua yang dikisahkan penulis lulusan Manchester University itu, tidak diuraikan sebagai tragedi atau ironi yang berujung penderitaan. Sebaliknya, ketaatan justru menuntun pelakonnya menemui sebuah pencerahan. ''The Holy Woman menuntun pembacanya untuk memahami perempuan Islam dan pergulatan batinnya dalam memahami kesucian atas dirinya,'' katanya. Pergulatan batin yang penuh perjuangan melawan penderitaan inilah yang dinarasikan dengan bahasa yang sederhana namun mengena oleh Qaisra Shahraz. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Burqa. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;The Holy Woman secara singkat berkisah tentang Zarri Bano, seorang perempuan Pakistan yang dihadapkan pada pilihan sulit dalam hidupnya. Sejak adik laki-lakinya meninggal karena sebuah kecelakaan berkuda, ia "dipaksa" menjadi putri mahkota keluarga besarnya. Dengan konsekuensi meninggalkan kehidupan cinta bersama kekasihnya, Sikander, Bano pun menjadi seorang shahzadi ibadat atau perempuan suci. Dia mengurungkan dirinya ke dalam pakaian burqa dan hanya menyisakan liang kecil untuk matanya saja. Tidak hanya harus menghindari lelaki yang bukan muhrimnya, dia juga menjadi suci secara harfiah, yaitu melupakan keinginannya untuk menikah. Tradisi shahzadi ibadat yang masih menjadi kontroversi itulah yang menjadi polemik menarik dalam novel ini. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-7492416423115239352?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/7492416423115239352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=7492416423115239352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7492416423115239352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7492416423115239352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/qaisra-shahraz.html' title='Qaisra Shahraz,'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R-OkpjdniQI/AAAAAAAAAjY/m-IY0OCq2nA/s72-c/Qirand.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-9204912502445816375</id><published>2008-03-17T17:51:00.000+07:00</published><updated>2008-03-17T18:00:12.397+07:00</updated><title type='text'>The Departed</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95O_O0NVYI/AAAAAAAAAjQ/Iol5w-qOdKU/s1600-h/the-departed.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178663469738448258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95O_O0NVYI/AAAAAAAAAjQ/Iol5w-qOdKU/s400/the-departed.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; Jumat, 06 Oktober 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Gebrakan Baru Martin Scorsese&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;DALAM jagat perfilman dunia, siapa yang berani menyangsikan kepiawaian Martin Scorsese? Salah seorang sutradara besar yang berdampingan dengan Oliver Stone, Bernando Bartulucci, Steven Spielberg, dan Michael Mann, itu kembali menghadirkan karya terkininya. Tidak tanggung-tanggung, lewat The Departed yang diproduserinya bersama Brad Pitt, ia mendapuk aktor-aktor sekelas Leonardo DiCaprio, Matt Damon, Jack Nicholson, Mark Wahlberg, Martin Sheen, dan Alex Baldwin. Hasilnya, sebuah film drama kejahatan yang terinspirasi film Hong Kong Internal Affair (2002) yang dimainkan Andy Lau dan Tony Leung, diracik ulang menjadi sangat Hollywood. William Monahan sebagai penulis skenario dengan pintar mengubah nuansa kepolisian Hong Kong yang aura kejahatan, trik, dan intriknya sangat Asia, menjadi sebuah wilayah baru yang sangat Amerika. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dunia Kejahatan. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Segudang pengalamannya yang menghasilkan karya seperti Taxi Driver, The King of Comedy, The Color of Money, The Last Temptation of Christ, GoodFellas, Cape Fear, Casino, hingga The Aviator, membuat The Departed tak perlu dipertanyakan lagi. Lihatlah bagaimana Scorsese mengarahkan para aktor wahid kelas Oscar seperti Leonardo DiCaprio, si gaek Jack Nicolson hingga Matt Damon. Dialog banal namun penuh muatan realitas seolah menjadi cermin keseharian orang-orang yang dekat dengan dunia kejahatan, dihadirkan apa adanya.  Dengan latar belakang the Massachusetts State Police Department (MSPD) di Boston Selatan, kisah gelap dunia kepolisian dan dunia kejahatan dihadirkan dengan menawan. Dikisahkan, Frank Costello (Jack Nicholson), seorang bos mafia yang belum tersentuh hukum, ''menanam'' seorang anak didik di MSPD. Collin Sullivan (Matt Damon) sebagai ''anak didik'' Costello pun dengan licik mampu memainkan perannya dengan jitu. Sehingga alih-alih MSPD mampu membekuk Costello, yang terjadi malah sang biang kerok itu senantiasa lepas dari jerat hukum.  Untuk mengetahui kiat penjahat kawakan ini selalu lolos dari jerat hukum, disusupkan Billy Costigan (Leonardo DiCaprio), seorang polisi yang mampu menyamar menjadi penjahat dengan sempurna di markas Costello.  Kehidupan ganda yang dijalanani Sullivan, sebagai polisi tapi sejatinya penjahat, dan Costigan sebagai penjahat yang sejatinya polisi inilah yang menjadi tulang utama penceritaan The Departed.  Dengan bumbu pemanis kisah romansa yang menjadi benang merah pemersatu Sullivan dan Costello, film yang diramal para kritikus film bakal menyabet sejumlah Oscar di Academy Award tahun depan itu mengalir dengan menawan. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-9204912502445816375?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/9204912502445816375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=9204912502445816375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/9204912502445816375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/9204912502445816375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/departed.html' title='The Departed'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95O_O0NVYI/AAAAAAAAAjQ/Iol5w-qOdKU/s72-c/the-departed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4693044466831285273</id><published>2008-03-17T17:36:00.000+07:00</published><updated>2008-03-17T17:49:30.903+07:00</updated><title type='text'>Radical Corps</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95MRu0NVXI/AAAAAAAAAjI/TYgOA-czWfI/s1600-h/Radical.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178660489031144818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95MRu0NVXI/AAAAAAAAAjI/TYgOA-czWfI/s400/Radical.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 02 Oktober 2006 . BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Satu Album Berpuluh Harapan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Petilan syair tembang berjudul ''Pukima!!!'' karya Pidie Baiq yang dilagukan Radical Corps (RC) bisa jadi mencerminkan ke arah mana idealisme mereka hendak diarahkan. Grup band metal asal Semarang berawak Rudy Murdock (vokal), Yus (drum, perkusi), Nopee (gitar), Enggar (bas, vokal latar) itu meneguhkan kediriannya pada tembang kedua ''The Hope of Papua'' dan ''Shool for a Fool''.  Demikianlah tiga tembang berirama metal yang meluncur lewat teknik vokal growling atau menggeram itu menjadi semacam happening art peluncuran album State of Emergency di JK 7 Kemang, Jakarta, akhir pekan lalu.  Apa yang membuat bocah-bocah Semarang yang telah bersitekun di jalur musik pemekak telinga itu jauh-jauh merilis album ketiga mereka di Jakarta? Berikhtiar melebarkan sayap popularitas dengan harapan lebih cepat meraih kesuksesan? Atau menguji idealisme bermusik lewat kematangan musikalitas dan kekuatan lirik di jalur metal?&lt;br /&gt;''Memang, bukan pekerjaan gampang menyejajarkan idealisme bermusik dengan kemauan selera pasar,'' ujar Yus. ''Apalagi penikmat musik metal seperti ini sangat segmented di Indonesia, meski tetap ada''.  Menurut Rudy, berbeda dengan kemampuan menerima jenis musik apa pun yang ada, di Amerika, di mana album ''State of Emergency'' juga diedarkan, bahkan cenderung lebih bisa diterima.  ''Kami juga mengedarkan album ini di Malaysia, selain tidak menutup kemungkinan negara lain yang sekiranya bisa menerima musik kami,'' kata Rudy.  Dengan bekal pernah menelurkan album The Unsolved of Euphony Destruction (1998), Born in the Land of Hate (2003) plus tiga single/kompilasi album Panggilan Pulau Puaka (1998), Metalik Klinik 3 (2000), dan Seputribe, A Tribute to Sepultura (2004), RC memang jauh dari kata kacangan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kematangan . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Sepuluh tembang di album ketiga itu semakin meneguhkan kematangan mereka yang telah bertahan lebih dari satu dekade di jalur sepi ini. ''Inilah pilihan hidup kami, tetap bertahan di jalur musik yang kami yakini mampu mewakili kegelisahan kami'' ujar Yus. Tembang-tembang sarat kritik seperti "The Crying Nation", "State of Emergency", "Rage Againts The System", "Human", "The Land Where We're Born", "Fightback for Nature", "There's No Need Religion", dan "Murder Age" memang terkesan berjarak dari selera pasar .  Sebagaimana kita maklumi bersama, dengan rumusan musik easy listening, lirik yang mudah diingat, dan kemasan yang menarik, sebuah grup band cenderung lebih bisa diterima pasar. Biasanya grup band yang bertulang musik pop yang merajai wilayah ini.  Meski musik dan lirik RC ''berat'' dan oleh karenanya jauh dari kesan cengeng, disadari oleh mereka dari awal tidak akan mudah merebut hati pasar yang cenderung melodius. Tapi berpuluh harap telah dikembangkan dan berjuta mimpi menunggu diwujudkan. Dengan strategi marketing yang jitu untuk menjual diri dengan segala kematangan, tampaknya kesuksesan hanya masalah watu bagi anak-anak Semarang ini. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4693044466831285273?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4693044466831285273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4693044466831285273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4693044466831285273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4693044466831285273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/radical-corps.html' title='Radical Corps'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95MRu0NVXI/AAAAAAAAAjI/TYgOA-czWfI/s72-c/Radical.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4077306285637380716</id><published>2008-03-17T17:27:00.000+07:00</published><updated>2008-03-17T17:35:54.260+07:00</updated><title type='text'>''Iketeru Harajuku''</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95JLO0NVWI/AAAAAAAAAjA/4XPhK8MX-L4/s1600-h/harajuku_colours.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178657078827111778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95JLO0NVWI/AAAAAAAAAjA/4XPhK8MX-L4/s400/harajuku_colours.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 18 September 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berdandan ala Remaja Jepang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Seperti apakah anak-anak muda Jepang menafsirkan mode berpakaian? Dalam kompetisi desain mode eksperimental ''Iketeru Harajuku'', cara berdandan ala anak muda Negeri Matahari Terbit itu terjelaskan. Ada 20 kontestan dari berbagai distro se-Bandung dan Jakarta. Mereka unjuk kreasi masing-masing, akhir pekan lalu, di Hall &amp;amp; Galeri Mini The Japan Foundation, Jakarta. Acara untuk mendukung perkembangan kreativitas anak muda, terutama di bidang seni dan desain, itu berlangsung meriah. Kemeriahan bukan cuma karena lenggak-lenggok 18 model cantik yang mengenakan rancangan para desainer muda berbakat. Lebih dari itu, hasil rancangan aneh-aneh, neka-neka, tak lazim, unik itu telah mencuri perhatian. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menarik.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Tengoklah, pakaian ala perang karya seorang desainer. Sang model mengenakan jins kasual, kaus oblong, dan jaket sepinggang dipadu helm pilot pesawat tempur plus senjata M16 buatan AS. Rancangan yang dipakai dara ayu itu tentu lebih pas dipakai prajurit di medan perang. Simak pula dandanan ala bebek atau punk yang berkesan seenak hati. Assistant Director The Japan Foundation, Tsukamoto Norihisa, menyatakan lomba itu sudah lazim di Jepang. Kata iketeruyang digunakan anak muda 10 tahun belakangan ini bermakna cantik atau ganteng. ''Sebagaimana kata mooi di Prancis yang berarti tunas indah, iketeru berarti keren kata anak muda Jakarta,'' ujar dia. Adapun Harajuku adalah sebuah distrik di Jepang yang menjadi pusat mode. Lomba itu melibatkan dewan kurator. Mereka adalah Tsukamoto Norihisa, Ari Seputra, desainer fashion yang pernah menjadi staf pengajar Esmod Jakarta, serta Tiarma Sirait, artis fashion Poleng Studio Bandung. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4077306285637380716?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4077306285637380716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4077306285637380716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4077306285637380716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4077306285637380716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/iketeru-harajuku.html' title='&apos;&apos;Iketeru Harajuku&apos;&apos;'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95JLO0NVWI/AAAAAAAAAjA/4XPhK8MX-L4/s72-c/harajuku_colours.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-1780417912631931255</id><published>2008-03-17T17:24:00.000+07:00</published><updated>2008-03-17T17:26:38.050+07:00</updated><title type='text'>Antigone</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95HHe0NVVI/AAAAAAAAAi4/Ft5luy-ZaVY/s1600-h/antigone.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178654815379346770" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95HHe0NVVI/AAAAAAAAAi4/Ft5luy-ZaVY/s400/antigone.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 16 September 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mengejek lewat "Antigone"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;SOPHOCLES, pencipta lakon Antigone, boleh jadi tak tahu Indonesia. Namun Slamet Rahadjo Djarot menyulap lakon yang diadaptasi Jean Anouil itu menjadi sangat Indonesia. Teater Populer memainkan lakon itu selama tiga jam di panggung Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada 15-16 September dengan apik. Dengan pendekatan kontemporer, Slamet mengontekstualisasikan perebutan kekuasaan di Thebes dengan kondisi sosial, politik, dan budaya di negeri ini saat ini.  Dia bersetia pada hukum dramaturgi baku. Namun, kostum, musik, dialog, dan setting terasa lintas budaya. Para tokoh kisah, lebih dari 30 orang, menyandang nama Yunani. Akan tetapi pakaian, dialog, iringan musik sangat kekinian. Lihatlah, Haemon, anak emas Creon, penguasa Thebes. Dia berkaus oblong, jins, jaket dan sepatu kulit, serta gesper anak muda terkini. Namun dandanan Ismene, adik perempuan Antigone, bak putri kerajaan. Dia bergaun kuning keemasan menjuntai ke lantai.  Para prajurit juga tak berdandan ala Yunani. Bahkan ada yang berkostum bak pecalang di Bali. Rahardjo Djarot, sang narator atau dalang, berkemeja, celana panjang tukang sate madura, jas, dan sepatu sandal.  Ada pula adegan semacam gara-gara di tengah keberlarat-laratan dialog panjang sarat pesan moral. Dialog dalam gara-gara yang dimainkan Andi Bersama, Ireng Sutarno, dan Lisna kerap memancing tawa penonton. Padahal, mereka memerankan pengawal setia Creon. Selain itu, saat berdialog, puluhan anjing pun menghantam ketimpangan kondisi sosial dan politik saat ini. Dan musiknya? Terdengarlah suara suling dari Sumatera Barat dan kendang Sunda.  Butuh stamina ekstra untuk menikmati tontonan itu. Untung, keaktoran Slamet, Hendro Susanto, dan Ria Probo bisa jadi pelipur. Apalagi Marcella Zalianty pun berupaya memberikan kemampuan akting terbaik. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-1780417912631931255?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/1780417912631931255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=1780417912631931255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1780417912631931255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1780417912631931255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/antigone.html' title='Antigone'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95HHe0NVVI/AAAAAAAAAi4/Ft5luy-ZaVY/s72-c/antigone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4490195715524546594</id><published>2008-03-17T17:17:00.000+07:00</published><updated>2008-03-17T17:22:23.757+07:00</updated><title type='text'>Westlife</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95F5u0NVUI/AAAAAAAAAiw/knfEpIW2FxM/s1600-h/Westlife-Photo-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178653479644517698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95F5u0NVUI/AAAAAAAAAiw/knfEpIW2FxM/s400/Westlife-Photo-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 13 September 2006 . BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Westlife Lebih Dewasa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 20.50, Westlife, kelompok vokal asal Irlandia, menyeruak satu persatu ke panggung temaram. Seketika, tanpa dikomando, sekitar 3.000 penonton yang membeli tiket seharga Rp 400.000 (tribune) dan Rp 500.000 (festival) berseru histeris.  Sejurus kemudian Shane, Nicky, Kian, dan Mark yang berkemeja dan pantalon putih langsung menggeber tembang ''Flying without Wing''. Saat intro tembang yang melejitkan empat sekawan yang sekarang menetap di negeri Paman Sam itu, penonton turut menyanyi. Lagu usai, tetapi histeria masih membahana. Permainan cahaya membuat keempat pemuda berusia 28-29 tahun itu makin memesona. Lalu, tembang ''Hit You with the Real Thing'' pun mengalun.  Nomor berikutnya ''When You're Looking Like That''. Setelah itu, Mark yang dikenal paling tengil berdialog dengan para penggemar yang tak henti-henti memekik-mekikkan namanya.  ''Lima tahun lalu kami datang kemari. Sekarang kami datang lagi kepadamu, Jakarta!'' seru Mark.  Suasana menghangat. Keempat pemuda itu lalu menembangkan ''Amazing'' dari album terkini, Face to Face.  Penonton yang memenuhi Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Jakarta, semalam, didominasi para gadis. Tak ayal, pertunjukan itu bak arena pesta perpisahan anak-anak SMA. Meski, ujar Adrie Subono, promotor Javamusikindo yang tiga kali mendatangkan Westlife, suasana itu tak seheboh tahun 2000 dan 2001. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Komplet . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Namun konser tetaplah semarak. Sebagaimana ujar Shane di Hotel Mulia, Jakarta, menjelang konser, mereka tak belia lagi. Akan tetapi itu justru menguntungkan. ''Kami tak muda lagi. Begitu pula penonton kami. Namun justru lewat kedewasaan dan energi kami, kami berikan sebuah konser terbaik kepada para pencinta,'' katanya.  Di atas panggung, mereka menunaikan janji itu. Dengan koreografi tak terlalu istimewa dan dukungan band pengiring dari Amerika Serikat, toh konser ''Face to Face Asian Tour'' mengalir apik.  Apalagi ketika menembangkan ''She's Back/Billy Jean'' yang dipopulerkan Michael Jackson, mereka berdandan ala penyanyi legendaris itu lengkap dengan gayanya. Saat mendendangkan lagu andalan ''Uptown Girl'', mereka pun berganti kostum sulap dengan koreografi komikal. Mereka kembali berganti kostum sportif ketika membawakan ''Addicted to Love''. Mereka lalu menanggalkan jaket saat menembang ''Senorita/Don't Cha''.  Ya, boys band yang kerap jadi ejekan para pemain band, terutama kelompok rock, itu telah memberikan suguhan istimewa. Apalagi mereka telah menerima Platinum Award dari Sony-BMG Music Entertainment Indonesia atas penjualan album Face to Face sebanyak 75.000 keping.  Dan, kebesaran salah satu boys band dunia itu makin komplet ketika mereka menyanyikan ''You Raise Me Up''. Itulah lagu yang dipopulerkan Josh Groban. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4490195715524546594?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4490195715524546594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4490195715524546594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4490195715524546594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4490195715524546594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/westlife.html' title='Westlife'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95F5u0NVUI/AAAAAAAAAiw/knfEpIW2FxM/s72-c/Westlife-Photo-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6022183301115584415</id><published>2008-03-17T17:08:00.000+07:00</published><updated>2008-03-17T17:15:27.803+07:00</updated><title type='text'>ROBERTO Benigni</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95EDu0NVTI/AAAAAAAAAio/jM5twM9Tg-Q/s1600-h/Roberto_Benigni.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178651452419953970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95EDu0NVTI/AAAAAAAAAio/jM5twM9Tg-Q/s400/Roberto_Benigni.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 11 September 2006 . BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Puisi Tak Mati-mati&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ROBERTO Benigni datang lagi. Kali ini, lewat karya terbaru Tigre e la neve, La atau The Tiger and the Snow. Film yang disutradarai aktor terbaik Academy Award 1997 lewat film Life is Beautiful itu rampung tahun 2005, tetapi baru diedarkan di Indonesia tahun ini.  Tak beda jauh dari Life is Beautiful, film ini mengawinkan drama, komedi, romansa, dan tragedi secara menawan. Berbeda dari alur film Hollywood yang cenderung romantis, pengisahan film ini terbuka. Benigni sebagai sutradara, penulis, dan aktor utama meminjam karakter Attilio untuk menghormati penyair Attilio Bertolucci (1911-2000), ayah sutradara besar Giuseppe dan Bernardo Bertolucci. Attilio adalah ayah yang sangat mencintai anak-anaknya. Cara mengajar dosen mata kuliah puisi di University for Foreigners Roma itu eksentrik, mirip tokoh yang diperankan Robin William dalam Dead Poet's Society. Penyair tak akan pernah mati. Begitu pula syairnya. Attilio yang makin dikenal di Italia terbang ke Bagdad. Kisah perjuangan penyair yang terjebak di tengah peperangan untuk menyelamatkan perempuan pujaan itulah sajian utama film ini. Keharuan, kerinduan, pengorbanan, dan tragedi berbungkus komedi khas Roberto Benigni itu menjadi oase. Ya, oase yang menyegarkan di tengah bombardemen film Hollywood yang arahnya cenderung gampang ditebak. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6022183301115584415?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6022183301115584415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6022183301115584415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6022183301115584415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6022183301115584415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/roberto-benigni.html' title='ROBERTO Benigni'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R95EDu0NVTI/AAAAAAAAAio/jM5twM9Tg-Q/s72-c/Roberto_Benigni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-5434121258658351174</id><published>2008-03-11T15:21:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T15:26:11.999+07:00</updated><title type='text'>Sugeng Sarjadi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9ZB0u0NVSI/AAAAAAAAAig/X7LAnqns3-s/s1600-h/Sugeng+S.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176397195884975394" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9ZB0u0NVSI/AAAAAAAAAig/X7LAnqns3-s/s400/Sugeng+S.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 08 September 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jazz Islami Sugeng Sarjadi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Produser Bintang Indrianto merilis album Sound of Belief di Grand Wijaya Center, Jakarta, kemarin. Album di bawah label Indie Jazz itu berisi 12 tembang. Empat lagu baru dan delapan komposisi yang meraih sukses lewat album The Sound of Belief tahun 2004.  Motor penggarapan album itu Sugeng Sarjadi. Ekonom, politikus, sekaligus pengusaha yang getol bermain jazz itu mengancangkan album tersebut untuk menyambut Ramadan.&lt;br /&gt;''Tujuan paling mendasar mengisi pangsa pasar musik jazz yang islami,'' ujar Bintang Indrianto. Dia menuturkan peredaran 15.000 kopi album itu di bawah bendera Sony-BMG.  Album beraliran fusion jazz itu diracik Dewa Budjana, Tohpati, Idang Rasjidi, Balawan, dan Nya' Ina Raseuki (Ubiet). ''Jazz itu tiada batas. Ia dapat membaca keluasan genre musik apa pun,'' kata Denny Chasmala, sang pengaransemen dan komponis. Musikus lain yang terlibat antara lain Dian HP, Netta, Joel Achmad, Gerry Herb, Hendri Lamiri, Mates, Sa'at, dan Rayendra Soenito. Mereka biasa terlibat pula album rohani kristiani. ''Justru itu makin menunjukkan betapa lewat musik nilai kejujuran musikalitas dikedepankan. Di sinilah Pancasila termaknai,'' kata Sugeng Sarjadi.  Simaklah, lewat tembang ''Chanting for Life'', ''Tears of Knowing You'', dan ''Im Talking To You'', syair islami hingga salawat Nabi mengalir dalam nuansa jazz. Petilan doa sampai suara azan menjadi bagian tak terpisahkan pula.&lt;strong&gt;&lt;em&gt;  Akrab . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Di tangan Sugeng Sarjadi, jazz jadi begitu islami. Tidak menjelimet dan cenderung melenakan. ''Kami hanya ingin menawarkan alternatif, betapa musik jazz bisa kita jadikan sarana doa untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta,'' ujarnya. Dengarlah, lewat tembang ''The Opening, Muhammad Miracles'' hingga ''Let's Give Shalawat A Swing'', jazz jadi begitu akrab. Apakah itu tak menyalahi kaidah keislaman? Utomo dari Paramadina menuturkan sejauh musik mensyiarkan kemuliaan dan mengajak ke kebaikan, tak jadi masalah. ''Karena Tuhan tidak cerewet dan memberikan kebebasan kreatif kepada umat. Meski, tetap pada asas kepatutan dan kewajaran.''  Sugeng Sarjadi menuturkan pernah memperdengarkan album itu di Majelis Ulama Indonesia (MUI). ''Jadi, insya Allah, tak ada kontroversi dengan album ini.'' (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-5434121258658351174?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/5434121258658351174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=5434121258658351174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5434121258658351174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5434121258658351174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/sugeng-sarjadi.html' title='Sugeng Sarjadi'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9ZB0u0NVSI/AAAAAAAAAig/X7LAnqns3-s/s72-c/Sugeng+S.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-902150090635200875</id><published>2008-03-11T15:12:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T15:21:04.064+07:00</updated><title type='text'>Sukmawati Soekarnoputri</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9ZAi-0NVRI/AAAAAAAAAiY/0qTdTYDlTsM/s1600-h/soekarno.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176395791430669586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9ZAi-0NVRI/AAAAAAAAAiY/0qTdTYDlTsM/s400/soekarno.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 05 September 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sajak Sukma buat Ibu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - &lt;em&gt;"Smile, coward/smile till your last breath/It show that you are a psychopath.//Do you know the difference between the true warrior and the crooked?/Do you know, coward/Your smile is disguisting/And when you die, we will see without our tears."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Petilan sajak "The Coward General" (Juli 2000) itu tak merujuk ke nama tertentu. Namun, karena sang penulis adalah Sukmawati Soekarnoputri, tentulah tentu bisa terbaca kepada siapa sebenarnya sajak itu diperuntukkan. Ya, sajak itu satu dari 40 sajak terbaru Ketua Umum Partai Nasional Indonesia (PNI). Kini, puluhan sajak itu dibukukan dalam kumpulan Ibu Indonesia terbitan Rakyan Adhi Putra. Lewat kumpulan sajak itu, Sukma merasa lebih lepas, bebas, kreatif, dan ekspresif menumpahkan jiwa seni. Lulusan Jurusan Tari Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang IKJ) itu menuturkan sajak adalah sarana paling efektif untuk menyampaikan ide dan kegelisahan secara estetis. ''Setelah 1995 saya membukukan kumpulan Puisi untuk Bapak. Alhamdullilah, tahun ini saya berhasil melahirkan kumpulan puisi kedua,'' ujar perempuan kelahiran Jakarta, 26 Oktober 1951, itu. Sebagian besar sajak tulisan antara akhir tahun 1991 dan Oktober 1999 itu berkisah tentang ibu dari segala sisi, teristimewa Ibu Indonesia. Beberapa berkisah tentang ihwal yang erat bertalian dengan keindonesiaan. Misalnya, ujar dia, sajak "Rama dan Rahwana" (1994), "Kepada Bangsa Yahudi" (1995), "Tragedi 27 Juli" (1996), "Go Home Yankees" (1997), dan "A Nation in Waiting" (1999).&lt;br /&gt;Dia menyatakan bangga, menghargai, dan mencintai kreativitas ibu-ibu Indonesia. ''Karena itu, sebagai seniman saya persembahkan kumpulan puisi ini untuk Ibu Indonesia,'' ujar dia. Kumpulan sajak itu juga memperoleh sentuhan estetis dari Poppy Darsono, Ghea Panggabean, Dolo Rosa, dan Titi Qadarsih. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-902150090635200875?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/902150090635200875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=902150090635200875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/902150090635200875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/902150090635200875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/sukmawati-soekarnoputri.html' title='Sukmawati Soekarnoputri'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9ZAi-0NVRI/AAAAAAAAAiY/0qTdTYDlTsM/s72-c/soekarno.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4634743704445026364</id><published>2008-03-11T15:00:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T15:11:59.011+07:00</updated><title type='text'>Agni</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y-Se0NVQI/AAAAAAAAAiQ/ABs9PVrPk0A/s1600-h/Agni.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176393308939572482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y-Se0NVQI/AAAAAAAAAiQ/ABs9PVrPk0A/s400/Agni.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 26 Agustus 2006 . NASIONAL&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agni dari Jateng Puteri Indonesia 2006&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Agni Pratistha Arkadewi yang mewakili Jawa Tengah terpilih sebagai Puteri Indonesia 2006. Mahasiswi S-1 Desain Komunikasi Universitas Bina Nusantara itu mengungguli Ananda wakil dari Kalimantan Selatan sebagai runner up I dan Rahma M Landy wakil dari DKI Jakarta 5 sebagai runner up II.  Setelah sebelumnya lolos dalam babak 5 besar dan 10 besar serta mengungguli 37 konstestan lainnya yang terdiri dari 33 provinsi di Indonesia, dara ayu kelahiran Canbera, Australia 8 Desember 1987 itu akhirnya mengenakan mahkota tiara yang pernah dikenakan Puteri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata.  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Terkejut&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; . Seusai mengayunkan langkah dan lambaian pertamanya sebagai Puteri Indonesia 2006, kepada wartawan, adik model dan pemain film Sigi Wimala itu menyatakan keterkejutannya. "Saya tidak menyangka terpilih sebagai Puteri Indonesia 2006. Mengingat semua kontestan mempunyai kesempatan dan kemampuan yang merata,"  katanya terbata di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, semalam (25/8). Menurut Todung Mulya Lubis, salah satu juri, kemenangan Agni diperoleh karena kemampuan dan kelengkapannya dalam menggabungkan tiga kriteria. "Dia mempunyai tiga syarat utama sebagai seorang puteri, yaitu brain, beauty dan behaviour."  Dengan terpilihnya gadis bertinggi 175 cm itu, maka proyeksi Yayasan Puteri Indonesia untuk mengikutkannya dalam ajang Miss Universe 2007 semakin terbuka lebar. "Jika semua berjalan dengan lancar, kami akan mengikutkan Agni dalam ajang Miss Universe 2007, sebagaimana yang telah ditempuh Nadine," ujar Mooryati Sudibyo.  Terpilihnya Agni sebelumnya sudah banyak ditebak berbagai kalangan karena kecakapannya dalam menjawab pertanyan dewan juri. Dalam sesi pertanyaan pamungkas tiga besar, dia yang diberi pertanyaan apa pendapatnya perihal wilayah geografis Indonesia yang terdiri dari lautan dan daratan. (Benny Benke-64) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4634743704445026364?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4634743704445026364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4634743704445026364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4634743704445026364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4634743704445026364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/agni.html' title='Agni'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y-Se0NVQI/AAAAAAAAAiQ/ABs9PVrPk0A/s72-c/Agni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6683438208972018625</id><published>2008-03-11T14:54:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T15:00:09.961+07:00</updated><title type='text'>Camus: Teroris</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y7ou0NVPI/AAAAAAAAAiI/LetZ3FS7-do/s1600-h/albert_camus1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176390392656778482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y7ou0NVPI/AAAAAAAAAiI/LetZ3FS7-do/s400/albert_camus1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 10 Agustus 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Teroris Juga Manusia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Pengeboman, teror, dan kekerasan bukanlah cara yang tepat sebagai pembenaran perjuangan, apa pun alasannya." KALIAYEV/Yanek (Joind Bayuwinanda) memekikkan kalimat itu, setelah urung mengebom iring-iringan kereta para bangsawan. Sebab, di dalam kereta itu ada anak-anak. Kegagalan membunuh bangsawan tiran Rusia itu menimbulkan pertentangan di kalangan para teroris. Bagi Stevan (Soepri Boemi) yang radikal, segala cara adalah halal. "Apa gunanya menyelamatkan beberapa anak kecil, sementara nasib  ribuan anak kecil lain di luar sana tak jelas juntrungannya karena tiran terlalu lama berkuasa?" ujar Stevan. Sejak kegagalan itu, Annencov/Boria (Madin Tyasawan), Dora (Lisa A Ristagi), Voinov (Ndang Rumeksa), Yanek, dan Stevan berdebat soal tujuan perjuangan mereka. Itulah yang terbeber dalam naskah Teroris karya Albert Camus. Naskah yang diterjemahkan dengan cerdas oleh Arief Budiman itu mengalir dengan garang, lempang, dan penuh dialog perihal eksistensialisme. Camus sebagai filsuf besar melalui naskah drama itu bukan cuma menghadirkan teroris sebagai sekumpulan manusia tanpa hati. Dia melontarkan berbagai pertanyaan mengenai arti kemanusiaan, tujuan perjuangan, dan cinta. Dan semua itu mengalir secara cerdas melalui para pelakon. Naskah itu mementahkan pencitraan teroris yang selama ini cenderung identik dengan manusia tanpa budi yang selalu menghalalkan segala cara. Ya, teroris toh manusia juga. Teater Stasiun mementaskan naskah itu, Senin (7/8), di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Teater Stasiun yang tiga kali (1994, 1995, dan 1996) menjuarai Festival Teater Jakarta menyajikan Teroris dengan pendekatan realis dan penataan panggung minimalis. Kemampuan para aktor menafsirkan naskah yang disutradarai Edi Yan Munaedi itu tak mengecewakan. Namun dalam beberapa adegan terlalu berlebihan dan terlalu didrama-dramakan. Mereka cenderung mengabaikan naturalisasi sebagai salah satu kekuatan akting. Untung, pilihan naskah yang bernas dengan dukungan musik minus one dan pencahayaan temaram mampu menghidupkan roh pertunjukan. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6683438208972018625?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6683438208972018625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6683438208972018625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6683438208972018625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6683438208972018625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/camus-teroris.html' title='Camus: Teroris'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y7ou0NVPI/AAAAAAAAAiI/LetZ3FS7-do/s72-c/albert_camus1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-698606201947851944</id><published>2008-03-11T14:48:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T14:53:26.212+07:00</updated><title type='text'>Sawung Jabo</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y5tu0NVOI/AAAAAAAAAiA/7BJs2Ikv_DQ/s1600-h/Sawung+J.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176388279532868834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y5tu0NVOI/AAAAAAAAAiA/7BJs2Ikv_DQ/s400/Sawung+J.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 08 Agustus 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mengagumi Kematangan Sawung Jabo&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Luar biasa. Demikianlah yang dirasakan ratusan penonton yang menyaksikan konser "Antalogi Sawung Jabo: Satu Langkah Sejuta Cakrawala" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (5/8) malam. Penyandang nama asli Mochamad Djohansyah kelahiran Surabaya 4 Mei 1951 itu seolah tak memberikan ruang bernafas kepada penikmatnya selama 90 menit aksinya. Betapa tidak, begitu WS Rendra usai merampungkan sajak pembuka, dia bersama 12 musisi pendukungnya langsung menggeber lagu layaknya kereta. Nyaris tidak ada jeda. Setiap tembang purna dilantunkan, tanpa basa basi atau retorika dia melanjutkan ke tembang selanjutnya. Demikian seterusnya sampai-sampai penonton harus bersabar menepukkan kegembiraan dan keterpesonaan mereka hingga konser benar-benar usai. Suami Susan Piper yang malam itu tampak kalem, santun, dan matang itu memang jauh dari stigmanya selama ini. Masih hangat dalam ingatan ketika dia biasanya binal dan liar di atas panggung. Baik ketika masih bergabung dengan kelompok Swami, Kantata Takwa, maupun Sirkus Barock, dialah yang biasanya paling pertama mengobarkan keliaran. Dalam konser yang juga disaksikan teman-teman tercintanya seperti Jockie Soerjoprajogo, Setiawan Djodi, Eros Djarot, dan beberapa nama sohor lainnya, tak ada lagi pekikan lepas, tidak juga teriakan, apalagi kaos yang terlepas dari tubuhnya. Bahkan beranjak dari tempat duduknya pun tidak Jabo lakukan. Semua mengalir dengan detail, kusyuk, terperi, dan melenakan. Di atas panggung, Jabo hanya bersila seperti orang mengaji yang takzim dengan dirinya sendiri.  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Aura Kedalaman. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dalam tempo lambat lagunya tak jarang dia hanya menggerak-gerakkan jarinya ke atas, sembari menggoyangkan sedikit tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Sementara matanya cenderung terpejam seperti sedang merasakan sebuah aura kedalaman. Bila sebuah lagu telah jeda, dia hanya mengatupkan kedua tangannya di muka dan dahinya, sembari sedikit menundukkan kepala, tanda penghormatan kepada penonton.  Selanjutnya, tanpa memberikan kesempatan kepada penonton yang hendak memberikan penghormatan balik dengan tepukan tangan, dia mengalirkan lagu selanjutnya. Semua lagu hits Jabo yang terangkum dalam single album Anak Setan (1975), Fatamorgana (1994), Jula Juli Anak Negeri (2001), Musik dari Seberang Laut (1997), dan Ada Suara tanpa Bentuk (2001) mengalir dengan apik dalam aransemen baru. Musisi pendukungnya seperti Totok Tewel, Inisisri, Gondrong Gunarto, Baruna, dan istri tercinta Susan Viper, serta beberapa nama lainnya, dengan andal dan penguasaan musik yang matang, semakin membuat bernas konser yang akan dikelilingkan di Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya itu..&lt;br /&gt;''Saya hanya ingin menggambarkan konser ini dalam sebuah tarikan napas dari persenyawaan pengalaman hidup dan pengalaman batin saya,'' katanya di belakang panggung. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-698606201947851944?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/698606201947851944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=698606201947851944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/698606201947851944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/698606201947851944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/sawung-jabo.html' title='Sawung Jabo'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y5tu0NVOI/AAAAAAAAAiA/7BJs2Ikv_DQ/s72-c/Sawung+J.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2109103393136042903</id><published>2008-03-11T14:42:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T14:47:55.324+07:00</updated><title type='text'>''The 1st Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2006''.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y4yu0NVNI/AAAAAAAAAh4/KFf28ePbTt8/s1600-h/garin-nugroho3.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176387265920586962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y4yu0NVNI/AAAAAAAAAh4/KFf28ePbTt8/s400/garin-nugroho3.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 07 Agustus 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;F&lt;strong&gt;&lt;em&gt;estival Film Asia di Yogyakarta&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Garin Nugroho menggelar sebuah festival film bergengsi tingkat Asia di Yogyakarta. Festival film yang diikhtiarkan untuk dapat kembali mengangkat nama Yogyakarta setelah terkena gempa itu bertajuk ''The 1st Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2006''. Dengan mengambil tema ''Sinema di Tengah Krisis'', festival yang juga sekaligus dibarengkan dengan HUT Ke-250 Kota Yogyakarta itu difasilitasi Yayasan Konfiden, sebuah institusi penggiat film di kota itu. Festival yang juga dimaksudkan sebagai jendela budaya bangsa itu akan menayangkan tidak kurang dari 50 komunitas film, yang terdiri atas film dokumenter, film pendek, film cerita, film animasi, dan beberapa kategori lainnya. The 1st Jogja-Netpac Asian Film Festival 2006 yang digelar 7-12 Agustus 2006 akan dibuka dengan film Opera Jawa karya Garin Nugroho dan ditutup dengan Blue Cha Cha karya Cheng Wen-tang dari Taiwan. Tercatat 18 film cerita dari Asia yang berkisah tentang tragedi dan harapan akan diputar di Benteng Vredenburg, LIP, Studio 21 Ambarukmo, dan Bioskop Mataram, Yogyakarta. Sejumlah film dari Timur Tengah seperti dari Irak, Iran, Lebanon, dan Afghanistan akan bertarung memperebutkan Golden Hanoman dan Silver Hanoman dengan film dari China, Taiwan, Hong Kong serta Indonesia. Film terbaru dari Indonesia yang diikutsertakan antara lain Koper (Richard Oh), Betina (Lola Amaria), Aries (Faozan Rizal), dan Opera Jawa (Garin Nugroho). Sedangkan untuk kategori film dokomenter, film Gerimis Kenangan, dari Sahabat Terlupakan (Seno Joko Suyono dan Benny Benke), Terlena (Andre Vltchek), Ketika Tinta Bicara (Yuda Kurniawan A), serta Foto, Kotak dan Jendela (Angga Dwimas Sasongko).(G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2109103393136042903?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2109103393136042903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2109103393136042903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2109103393136042903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2109103393136042903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/1st-jogja-netpac-asian-film-festival.html' title='&apos;&apos;The 1st Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2006&apos;&apos;.'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y4yu0NVNI/AAAAAAAAAh4/KFf28ePbTt8/s72-c/garin-nugroho3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-8589980116271134482</id><published>2008-03-11T14:12:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T14:42:01.312+07:00</updated><title type='text'>the ant bully</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y3CO0NVMI/AAAAAAAAAhw/Ve6RZ2XY0xo/s1600-h/The+Ant+Bully.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176385333185303746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y3CO0NVMI/AAAAAAAAAhw/Ve6RZ2XY0xo/s400/The+Ant+Bully.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 05 Agustus 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Preview "The Ant Bully"&lt;br /&gt;Belajar dari Semut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari mana manusia bisa memetik pelajaran betapa arti penting kebersamaan? Dari semut. Itulah jawaban yang diberikan film animasi The Ant Bully karya sutradara John A Davis berdasar buku John Nickle ini.&lt;br /&gt;Apa lagi kebijakan yang bisa dicontoh agar bisa senantiasa bergotong royong? Toleransi. Ya, dengan toleransi, semangat gotong royong pun terpupuk.  egitulah pesan utama film yang diproduseri Tom Hanks dan Gary Goetzman ini. Meski "cuma" film animasi, penggarapan The Ant tak main-main. Aktor dan aktris kelas satu Hollywood, seperti Julia Robert, Nicolas Cage, dan Meryl Streep, menjadi pengisi suara para tokoh utama. Dan itu cukup efektif untuk membujuk para pencinta ketiga bintang tersebut datang ke gedung bioskop. Film ini juga didukung teknologi komputer animasi berbasis seni yang dapat menghasilkan gambar nan elok. The Ant tak ubahnya film animasi Goetzman terdahulu, The Polar Express. Film ini bertutur melalui bahasa sederhana. Namun di tangan sutradara yang pernah diunggulkan meraih Academy Award lewat film Jimmy Neutron: Boy Genius, The Ant patut menjadi pilihan sebagai tontonan keluarga. Alkisah, Lucas Nickle (Zach Tyler Eisen), bocah berusia 10 tahun, tak punya kawan, kecuali kakak perempuannya, Tiffani (Allyson Mack). Ketika pada akhir pekan kedua orang tua mereka berpergian ke Puerto Vallarta, lengkaplah kesendirian Lucas. Apalagi sang nenek yang dia cintai, Momo (Lily Tomlyn), sudah pikun dan sibuk dengan fantasi tentang makhluk ruang angkasa. Keadaan memburuk karena anak tetangga sebelah selalu menjadikan dia bulan-bulanan. Lucas tertekan. Ketertekanan emosional membuat dia melampiaskan amarah ke sebuah sarang semut. Sarang semut di halaman rumah itu porak-poranda ketika Lucas menyemprotkan pistol air. Nun jauh di dalam tanah, komunitas semut gerah atas aksi Lucas. Mereka menjuluki bocah itu sang perusak. Tak ada jalan lain bagi bangsa semut untuk mengatasi kebengalan Lucas, kecuali menyerang balik. Mereka dipimpin Wizard Ant Zoc (Nicolas Cage), semut dukun sakti yang berhasil menciptakan ramuan ajaib. Mereka pun mengubah Lucas menjadi seukuran bangsa semut. Kawanan semut itu lalu menculik dan menyekap Lucas di sarang mereka. Pengadilan para semut memutuskan Lucas bersalah. Ratu Semut (Meryl Streep) menjatuhkan hukuman: Lucas harus hidup bersama bangsa semut dengan segala aspek kehidupan mereka. Dia tak bakal dikembalikan ke ukuran asli sebagai manusia, sebelum bisa mengambil hikmah dari komunitas semut. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-8589980116271134482?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/8589980116271134482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=8589980116271134482' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8589980116271134482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8589980116271134482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/ant-bully.html' title='the ant bully'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Y3CO0NVMI/AAAAAAAAAhw/Ve6RZ2XY0xo/s72-c/The+Ant+Bully.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-5891293014467698544</id><published>2008-03-11T14:03:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T14:12:22.733+07:00</updated><title type='text'>Mendadak Dangdut.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YwR-0NVJI/AAAAAAAAAhc/fp6nd3EBIXY/s1600-h/Mendadak%20Dangdut.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176377907186848914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YwR-0NVJI/AAAAAAAAAhc/fp6nd3EBIXY/s400/Mendadak%2520Dangdut.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 04 Agustus 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview ''Mendadak Dangdut''&lt;br /&gt;Kelucuan Serbamendadak&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ada yang menarik, segar, dan menghibur dari film terbaru Rudi Soedjarwo, Mendadak Dangdut. Bertolak belakang dari film terakhirnya, 9 Naga, yang mengalir serius, dalam film ini sutradara muda yang melejit lewat film Ada Apa dengan Cinta? itu menghadirkan keriangan dan penuh kelucuan. Monty Tiwa, penulis skenario kesayangan Rudi, bukan cuma menghadirkan skenario yang bernas dan cerdas. Jalinan  cerita yang sangat membumi dan dekat dengan keseharian khalayak kebanyakan, dunia dangdut, membuat Mendadak Dangdut mengalir enak dan lancar. Kekuatan skenario berpadu dengan penyutradaraan yang baik serta polesan musik jitu Andi Rianto membuat film produksi Sineart Pictures itu boleh dibilang berhasil.  Plus penampilan pintar para aktor utama, seperti Titi Kamal, Kinaryosih, Dwi Sasono, dan Sakurta H Ginting, kian lengkaplah film yang bakal beredar mulai Kamis (10/8) itu. Film ini cuma membutuhkan waktu syuting tak lebih dari tujuh hari di beberapa sudut sekitar Jakarta. Namun hal itu tak membuatnya kehilangan kualitas. Seusai pemutaran pra-edar di Jakarta, kemarin, Rudi menuturkan pilihannya pada drama komedi bukan tanpa alasan. ''Saya hanya ingin menghibur pononton. Ya, menghibur lewat ceritanya, lagu-lagunya, sampai kemampuan akting para pelakon,'' katanya di dampingi Titi Kamal, Kinaryosih, dan Dwi Sasono. K&lt;em&gt;&lt;strong&gt;omunikasi. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dengan meneguhi konsep ''film bukan seni, film adalah komunikasi'', ujar dia, Mendadak Dangdut adalah film pertama dari tiga judul film yang akan dirampungkan dengan konsep serupa. Dua film lain yang masih diproses adalah Pocong, dan Maaf, Saya Menghamili Istri Anda. Dia telah membuat jembatan yang baik bagi penonton melalui tema yang dekat, akrab, dan jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Tanpa menanggalkan ku alitas penggarapan, dia yakin idealismenya tersalurkan lewat film semacam ini. Mendadak Dangdut berkisah tentang Petris (Titi Kamal), perempuan ayu, penyanyi alternative rock yang sukses di dunia MTV. Kehidupan Petris berbalik 180 derajat bersama Yulia (Kinaryosih), kakak dan manajernya. Suatu malam di mobil mereka ditemukan 5 kg heroin milik Gerry (Vincent R), pacar Yulia yang minggat entah ke mana. Alih-alih bekerja sama dengan polisi, Petris dan Yulia malah kabur. Mereka membuat rencana serbamendadak, asal tak dipenjara.  Dalam pelarian mereka bertemu Rizal (Dwi Sasono), pemilik organ tunggal Senandung Citayam yang baru saja ditinggal sang penyanyi. Yulia usul Petris menyaru jadi penganyi dangdut diiringi organ tunggal. Petris sang pembenci musik dangdut mendadak jadi penyanyi dangdut. Kelucuan, kenaifan, kepolosan, kejujuran, dan keapaadaan dunia dangdut itulah yang disuguhkan Rudi dengan pintar. Lewat kacamata Petris yang metropolis, dunia dangdut pun bisa bercerita banyak. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-5891293014467698544?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/5891293014467698544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=5891293014467698544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5891293014467698544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5891293014467698544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/mendadak-dangdut.html' title='Mendadak Dangdut.'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YwR-0NVJI/AAAAAAAAAhc/fp6nd3EBIXY/s72-c/Mendadak%2520Dangdut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2839903042835573675</id><published>2008-03-11T13:56:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T14:02:17.772+07:00</updated><title type='text'>House Musix 2006 (Pipit Nadela)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kamis, 03 Agustus 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Optimisme Dangdut House Music&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Pekerjaan paling sulit dalam industri musik Indonesia adalah memprediksi sebuah album akan laku di pasaran atau tidak tanpa memperdulikan jenis album dan genre musik yang melatarbelakanginya.  engamat musik Bens Leo menyatakan hal itu di Hard Rock Cafe, Jakarta, kemarin. Apalagi dalam ranah dunia dangdut yang cenderung lebih ramai pemainnya jika dibandingkan genre musik lain seperti pop, rock, apalagi jazz. Bahkan penyanyi dangdut yang telah mempunyai nama, pendengar, sekaligus pencinta mapan sekaliber Rhoma Irama, Meggy Z, Mansyur S, Evie Tamala, Iis Dahlia sampai Inul Daratista pun tidak menjamin penjualan albumnya akan berjalan lancar. Hal inilah yang juga membuat Bens tidak akan memberi prediksi terhadap album House Musix 2006 (Pipit Nadela) dan Sun (Maya Aulia). ''Karena tidak akan pernah ada orangyang benar-benar bisa menebak selera dan kemauan pasar. Tidak juga seorang music director yang paling berpengalaman dan mempunyai telinga tajam dan jam terbang tinggi sekalipun,'' kata Bens. Album baru bergenre dangdut house music dan dangtut pop itu memang milik para pendatang baru di blantika dangdut yang marak penghuninya. Kendati demikian, bukan berarti tidak ada peluang untuk mereka berdua.  Pipit misalnya, yang merangkum tembang-tembang hits dangdut seperti ''Menjanda Lagi'', ''Jakarta-Penang'', dan ''Siapa Bilang'' meracik musiknya dengan dinamis. ''Kedinamisan musik dangdut inilah yang menjadi andalan album ini,'' tutur Pipit Nadela.  Penyanyi yang mengaku seangkatan Inul Daratista dan telah malang-melintang di dunia panggung lebih dari lima tahun itu, yakin jika album dangdut versi house music miliknya bakal diterima pasar. Hal senada diutarakan Maya Aulia. Dengan melibatkan pencipta tembang dangdut andal seperti H Ukat S dan Pudji R, dia yakin album perdananya berkeniscayaan bersaing di pasar dangdut yang sesak. ''Ya, itu tadi, karena kita tidak akan pernah tahu selera dan kemauan pasar. Jadi, ya optimistis saja,'' tutur Pipit diamini Maya.   Menurut Bens, biasannya album jenis dangdut house music dan dangdut pop semacam itu memiliki pangsa pasar yang jelas, yaitu kelas menengah ke bawah yang menurutnya merupakan pangsa pembeli kaset yang sebenarnya. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2839903042835573675?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2839903042835573675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2839903042835573675' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2839903042835573675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2839903042835573675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/house-musix-2006-pipit-nadela.html' title='House Musix 2006 (Pipit Nadela)'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2526181666133872806</id><published>2008-03-11T13:48:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T13:55:17.322+07:00</updated><title type='text'>sania</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Yslu0NVHI/AAAAAAAAAhQ/jb8dcuB9gi8/s1600-h/SANIA1_ari.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176373848442754162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Yslu0NVHI/AAAAAAAAAhQ/jb8dcuB9gi8/s400/SANIA1_ari.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; Kamis, 03 Agustus 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Citra Baru dalam Album Sania&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA- Sania datang lagi. Lewat album teranyar Sania 3: Cintai Aku Lagi, penyandang nama asli Siti Tuti Susilowati itu masih setia dengan warna musik R&amp;amp;B. Ada yang baru dari pencitraan mojang kelahiran 29 Desember 1975 ini. Berbeda dengan citra dirinya yang kental dengan rambut kriwil ketika merilis album Santai (1998) dan album Bablas (2002), kini lewat album ketiganya dia berubah 180 derajat. Dengan pembawaan, kostum, cara bicara, hingga model rambut lurus, dia berikhtiar ingin menonjolkan sisi feminim yang tersembunyi di dalam dirinya, tanpa harus kehilangan aura black music. Dengan gaya yang lebih santun, menurut Marketing Manager Universal Music Indonesia (UMI) Daniel Tumewu, Sania diharapkan lebih diterima oleh pendengar musik Indonesia. ''Selama ini Sania seolah berada di orbit musik yang berjarak dari pendengar musik Indonesia karena style-nya'' katanya di Hard Rock Cafe, Jakarta, kemarin. Hal senada dikatakan Antonny, Managing Director UMI. Dengan citra yang lebih santun, dan image baru, diharapkan Sania menghadirkan sesuatu atas kebintangannya. ''Di album ini tidak ada lagi istilah funky,'' katanya.  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Semakin Matang . &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Album yang merangkum 12 tembang dengan single hit andalan ''Cintai Aku Lagi'' dan ''Ibunda'', Nti selaku produser dan arranger album ini meyakini musikalitas Sania semakin matang. Dengan dukungan pencipta lagu andal seperti Dewi Rae (''Ibunda'' dan ''Kamu Bilang''), Guruh Soekarno Putra (''Terlalu''), Tohpati (''Cintai Aku Lagi'' dan ''Jangan Pusing''), serta sentuhan orkestrasi Sa'unine String Section Yogya, kesungguhan album ini memang meyakinkan. ''Ini adalah bagian dari proses pendewasaan saya dengan perubahan citra saya yang tampak lebih feminis,'' kata Sania. ''Namun, sejatinya isi kepala saya masih funky kok,'' imbuh dia. Dengan dandanan dan tingkah polah yang lebih santun, dia berharap musiknya semakin diapresiasi pendengar musik Indonesia. Bahkan untuk menunjukkan kematangan dan kesungguhannya dalam menerjuni industri musik Indonesia, dia membentuk band dan dancer pengiring sendiri.  Hasilnya, di atas panggung beberapa tembang terkininya mengalir dengan baik, lancar, dan menghibur. Lalu, apakah pencitraan akan berdampak pada penjualan album di pasar? (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2526181666133872806?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2526181666133872806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2526181666133872806' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2526181666133872806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2526181666133872806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/sania.html' title='sania'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Yslu0NVHI/AAAAAAAAAhQ/jb8dcuB9gi8/s72-c/SANIA1_ari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6294792635515041264</id><published>2008-03-11T13:41:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T13:47:58.452+07:00</updated><title type='text'>Spectacles: Wow</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Yqt-0NVGI/AAAAAAAAAhI/ChVrOVm6XwI/s1600-h/Wow.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176371791153419362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Yqt-0NVGI/AAAAAAAAAhI/ChVrOVm6XwI/s400/Wow.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 01 Agustus 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Anak-anak pun Bersatu saat Kala Menculik Bulan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;TEATER Tanah Airku dinobatkan sebagai penampil terbaik dalam 9th World Festival of Childrens Theatre (Festival IX Teater Anak-anak Tingkat Dunia) di Lingen, Jerman, beberapa waktu lalu. Mereka merebut 19 medali emas, menggungguli Kuba, Zimbabwe, Rusia, dan 20 negara peserta lain. Lakon yang membuahkan kemenangan itu mereka pentaskan kembali di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (30/7). Empat belas anak melakonkan naskah Spectacles: Wow karya Putu Wijaya itu dengan menarik.  Selama lebih dari 90 menit mereka membuat ratusan penonton, termasuk Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, bertahan di tempat duduk. Jose Rizal Manua, sutradara yang dinobatkan dalam ajang tahunan itu sebagai sutradara teater anak-anak terbaik, menyuguhkan lakon itu secara jenial. Anak didik Rendra itu membesut lakon dunia anak-anak itu dengan hidup, senyata dan sedekat mungkin dengan keseharian anak-anak. Rumusan memindahkah kenyataan ke panggung itu membuat penonton terlarut hampir sepanjang pertunjukan. Jangan heran jika sekumpulan anak berteriak histeris, terkikik-kikik, menutup mata, bersembunyi di balik bangku, atau memberi tahu pelakon di panggung ke mana lawan main bersembunyi. bahkan terkadang mereka menghardik jengkel karena seorang tokoh salah jalan. Ya, Jose tahu benar menghadirkan ketakutan, keingintahuan, kebahagiaan, kejijikan, dan kemarahan anak-anak dengan bahasa universal. Garin Nugroho yang menjadi penasihat dan konsultan kreatif mengakui rumusan Jose itulah yang jadi kunci keberhasilan. ''Naturalisme dunia anak-anak yang dihadirkan Jose membuat lakon itu kuat dan sangat bisa dimengerti anak-anak yang mempunyai bahasa universal tersendiri,'' tutur sutradara Opera Jawa itu sesuai pementasan. Dia menyatakan senang. Apalagi salah seorang anaknya ikut bermain. Dia berharap lakon serupa dijadikan penyampai pesan kepada anak-anak. Spectacles: Wow berkisah tentang anak-anak Indonesia yang bersama kawan-kawan dari berbagai benua bermain di bawah cahaya bulan. Saat mereka asyik memainkan berbagai dolanan, Kala menculik bulan. Anak-anak itu bersatu padu untuk merebut kembali sang rembulan. Jose menyatukan metode penyutradaraan gaya Putu Wijaya dan pencahayaan dinamis khas Teater Mandiri serta kekuatan keaktoran khas Rendra. Langkah itu manjur, sehingga mereka mampu mengungguli peserta dari negara-negara yang mempunyai tradisi berteater lebih tua dan kuat. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6294792635515041264?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6294792635515041264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6294792635515041264' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6294792635515041264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6294792635515041264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/spectacles-wow.html' title='Spectacles: Wow'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9Yqt-0NVGI/AAAAAAAAAhI/ChVrOVm6XwI/s72-c/Wow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2703209296587220445</id><published>2008-03-11T13:36:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T13:40:43.850+07:00</updated><title type='text'>Viky Sianipar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YpD-0NVFI/AAAAAAAAAhA/NI68pJxYQKA/s1600-h/Vicky+S.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176369970087285842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YpD-0NVFI/AAAAAAAAAhA/NI68pJxYQKA/s400/Vicky+S.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 31 Juli 2006 . BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Viky Sianipar Rilis Album Baru&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Viky Sianipar, musikus muda berbakat, merilis album anyar Indonesian Beauty. Dalam album itu dia mengangkat musik dari ranah Batak, Sunda, Jawa, dan Melayu. Dia menciptakan penafsiran secara mandiri sehingga memperkaya khazanah musik keempat wilayah itu dengan pemahaman baru. Viky menggandeng musikus yang menguasai wilayah garapan masing-masing. Mereka adalah Sujiwo Tejo, Kiki Dudung, Johannes Limbeng, Asep BP Natamihardja, serta musikus dari Prancis, Phillipe Ciminato. Dia yang juga jadi music director memilih para vokalis yang menyanyikan tembang dari keempat wilayah tersebut. Hasilnya, Es Lilin, Sing-sing So, Horas Banyuwangi, Suara Suling, Indonesia Pusaka, serta enam tembang lain mengalun dengan warna baru. Kebaruan dari musikus yang menghasilkan album Toba Dream 1, Toba Dream 2, Nommensen, dan Hatahon Ma itu terdengar indah, apik, dan melenakan. Apakah album serius dengan penggarapan tak kalah pelik itu bakal diapresiasi pasar? ''Saya tahu album-album yang memperkaya khazanah musik negeri ini tak begitu bergaung di pasar dibandingkan dengan album pop atau rock," ujar Viky di studionya Jalan Minangkabau, Jakarta, akhir pekan lalu. ''Namun semangat saya untuk menonjolkan keindahan musik tradisional Indonesia dari ratusan etnis yang tersebar di 17.000 pulau tak bakal padam,'' imbuh dia.  Kegairahan menghidupkan dan memperkaya musik Indonesia itulah yang jadi alasan bagi Sujiwo Tejo dengan senang hati mau bekerja sama. Dalang mbeling dan musikus serbabisa itu menuturkan langkah idealis Viky patut diapresiasi. Karena, ujar dia, siapa yang akan memelihara kekayaan musik Indonesia jika bukan musikus Indonesia. ''Masalahnya, bagaimana mengemas musik tradisional menjadi enak didengar dan laku di pasaran,'' kata penyumbang suara lewat tembang "Suara Suling" itu. Tejo telah mengeksplorasi musik tradisi Jawa lewat album Pada Suatu Ketika dan Pada Sebuah Ranjang. Dia mempunyai kiat sederhana untuk memperkaya musik tradisional. ''Ya, terus menguak musik tradisi.'' (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2703209296587220445?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2703209296587220445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2703209296587220445' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2703209296587220445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2703209296587220445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/viky-sianipar.html' title='Viky Sianipar'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YpD-0NVFI/AAAAAAAAAhA/NI68pJxYQKA/s72-c/Vicky+S.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-3727348635057702218</id><published>2008-03-11T13:32:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T13:35:47.430+07:00</updated><title type='text'>''Miami Vice''</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YoJO0NVEI/AAAAAAAAAg4/3VVaCOCXvYM/s1600-h/vice.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176368960769971266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YoJO0NVEI/AAAAAAAAAg4/3VVaCOCXvYM/s400/vice.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sabtu, 29 Juli 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview ''Miami Vice''&lt;br /&gt;Realitas Michael Mann&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;MASIH ingat serial TV Miami Vice yang memopulerkan Don Jhonson pada tahun 80-an? Kini, Michael Mann, salah satu sutradara besar Hollywood, mengangkat karya Anthony Yerkovich itu ke layar lebar. Mann telah menghasilkan karya masterpiece seperti Man Hunter, Heat, The Insider dan Collateral. Dia juga telah kerap bekerja sama dengan para aktor kelas wahid, seperti Al Pacino, Robert De Niro, Russel Crowe, dan Tom Cruise. Tak ayal, dia mampu menggubah serial televisi itu menjadi karya apik. Keapikan itu, sebagaimana karya yang lain, tak cuma hadir lewat bahasa gambar, keaktoran pelakon, dan alur cerita menawan. Lebih dari itu, sebagaimana ciri khasnya, dia menghadirkan realitas keseharian semirip mungkin. Emosi pelakon yang muncul, baik protagonis maupun antagonis, adalah emosi keseharian yang lazim dalam kehidupan. Tak ada akting yang dibuat-buat atau didramatisasi. Semua mengalir wajar, biasa-biasa saja. Namun nyata. Simaklah, nukilan dialog Isabella (Gong Li) dan Sonny Crockett (Colin Farrell) tentang nasib. ''Hidup seperti gravitasi,'' ujar Sonny yang jatuh hati kepada Isabella. ''Kau tak mungkin bisa menawar gravitasi.'' Isabella mengerti maksud Sonny. Ya, apa yang terjadi, terjadilah. Soal hubungan mereka, biar nasib yang membawa. Setelah itu mereka bergandengan. Tak ada air mata, tak ada rengekan. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Klise. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Namun dalam film drama aksi ini terselip sebuah klise. Bahwa kebatilan, apa pun wujudnya, bakal dikalahkan kebaikan. Betapapun kecil kebaikan itu. Kebaikan diwakili kesatuan polisi gabungan DEA, FBI, ATF, Miami-Dade Police Department (termasuk SWAT) dan Immigration and Customs Enforcement/ICE), polisi kepabeanan. Adapun kejahatan diwakili para bandar besar narkoba dari Amerika Selatan yang menguasai distribusi di Miami dan sekitarnya. Film ini makin bernas dengan kehadiran Collin Farrell (pemeran dalam Alexander, The New Worlds, The Recruit, Phone Both), Jamie Foxx, peraih Academy Award 2004 lewat Ray, dan Gong Li (Memoirs of Geisha, Red Sorgurm, Farewell My Concubine). Alkisah, duet Detektif Sonny Crockett dan Ricardo Tubbs (Jamie Foxx) dari Kepolisian Miami ditugaskan menyaru untuk memetakan dan membongkar sindikat penjualan obat bius internasional. Sonny jatuh hati pada Isabella, wanita ayu keturunan Kuba-China, tangan kanan salah satu raja kartel yang mereka incar. Silang sengkarut untuk menomorsatukan perasaan atau profesionalitas menjadi sajian mengasyikkan lewat akting Farrell dan Gong Li. Akting Foxx pun tak kalah memikat. Mann yang menulis skenario film ini mampu mengadon ketegangan, intrik, dendam, asmara, dan tragedi secara realistis dalam bungkus aksi. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-3727348635057702218?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/3727348635057702218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=3727348635057702218' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/3727348635057702218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/3727348635057702218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/miami-vice.html' title='&apos;&apos;Miami Vice&apos;&apos;'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YoJO0NVEI/AAAAAAAAAg4/3VVaCOCXvYM/s72-c/vice.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4791418410017824289</id><published>2008-03-11T13:27:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T13:31:44.998+07:00</updated><title type='text'>Jamila &amp; sang Presiden</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YnAe0NVDI/AAAAAAAAAgw/dCxtaiLgaY0/s1600-h/Jamila.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176367710934488114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YnAe0NVDI/AAAAAAAAAgw/dCxtaiLgaY0/s400/Jamila.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 27 Juli 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Murka Jamila Murka Ratna&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;AKU lebih memilih Presiden untuk meniduriku sebagai permintaan terakhir daripada memintanya memberikan pengampunan. Karena pengampunan berarti akan memberikan kesialan-kesialan berikutnya.'' Itulah ucapan Jamila 2 (Atiqah Hasiloan) kepada Kepala Sipir Penjara Bu Ria (Peggy Melati Sukma) ketika hendak dihukum mati. Ya, bagi dia, lebih baik mati dan masuk neraka. Apalagi nerakanya pasti berbeda dari neraka para politikus dan pejabat negara. Sang pelacur berusia 26 tahun itu telah membunuh seorang menteri yang menidurinya. Namun ketika dia meregang nyawa, Presiden datang untuk menyaksikan prosesi hukuman mati itu. Ketika lakon sepanjang 105 menit itu berakhir, penonton menampakkan kelegaan. Ya, sebelumnya mereka terteror lakon penuh amarah atas kondisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya di negeri ini itu. Pertunjukan itu meneguhkan kredo Ratna Sarumpaet, penulis naskah, sutradara, dan motor Teater Satu Merah Panggung, bahwa teater adalah alat menunjukkan, menyampaikan, dan mengampanyekan pikiran. Di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Selasa (25/7) malam, Ratna menumpahkan ide dan kemarahannya atas ketimpangan di negeri ini. Dia menghantam siapa saja yang berseberangan dengan subjektivitasnya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Panggung Minimalis . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Lakon Jamila &amp;amp; sang Presiden mengingatkan khalayak pada kesuksesan Marsinah, Nyanyian dari Bawah Tanah (1994) dan Marsinah Menggugat (1997). Lebih sukses daripada Pesta Terakhir (1996), Alia, Luka Serambi Mekah (2000).  Dia akan mementaskan lakon itu di Surabaya (4-5/8), Medan (11-12/8), Bandung (21-22/8), dan Palembang (25-26/8). Sebelumnya dia mementaskannya dengan judul Pelacur &amp;amp; sang Presiden saat berkolaborasi dengan perupa Jeihan di Balai Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.  Dalam versi baru kali ini, tempo mengalir lebih cepat, berderap-derap. Pertunjukan disesaki protes khas Satu Merah Panggung. Untung, para pelakon utama seperti Atiqah Hasiloan, Lolla (Jamila 1), Peggy Melati Sukma, dan Rita Matu Mona (Ibu Darmo), mampu berperan dengan baik. Dukungan penataan tari Boy G Sakti, koreografer Gumarang Sakti Dance Company, mempertinggi tegangan lakon itu. Panggung minimalis dipadu kekuatan naskah yang tersampaikan dengan teknik kilas balik membuat penonton mudah mencerna. Satu yang mengganggu adalah obral kemarahan sepanjang pertunjukan. Ya, hampir semua peraga marah sehingga menghantarkan semua dialog lewat pekikan, teriakan, dan jeritan. Padahal, bukankah diam bisa menjadi puncak kemarahan? Lewat sosok Jamila 1 dan Jamila 2, Ratna mencapai titik kemurkaan. Mereka terus-menerus marah dan mengutuki nasib. Terus-menerus menyerapahi hidup dan orang-orang yang menjerumuskan mereka ke lembah nista. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4791418410017824289?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4791418410017824289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4791418410017824289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4791418410017824289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4791418410017824289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/jamila-sang-presiden.html' title='Jamila &amp; sang Presiden'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9YnAe0NVDI/AAAAAAAAAgw/dCxtaiLgaY0/s72-c/Jamila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-7133236638735077010</id><published>2008-03-10T13:40:00.000+07:00</published><updated>2008-03-10T13:45:28.924+07:00</updated><title type='text'>Soundrenaline 2006</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TYvO0NVCI/AAAAAAAAAgo/A-uA-qPWygo/s1600-h/Soundrenaline2006.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176000177698067490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TYvO0NVCI/AAAAAAAAAgo/A-uA-qPWygo/s400/Soundrenaline2006.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 19 Juli 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Soundrenaline Pertemukan 100 Band&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Soundrenaline 2006 kembali datang. Mengusung tema besar ''Rock United'', pesta musik terbesar di Indonesia itu menghadirkan lebih dari 100 grup band dalam negeri dan enam grup band mancanegara. Dimulai tanggal 23 Juli hingga 20 Agustus 2006, pentas akan hadir di Banjarmasin, Makassar, Pekanbaru, Medan, dan dipamungkasi di Jakarta. Band asing yang akan hadir antara lain INXS, Crowned King dan Mike Tramp. Kedua grup itu dijadwalkan beraksi di Pantai Carnaval Ancol, 20 Agustus pukul 10.00-23.00.&lt;br /&gt;Ajang yang berikhtiar menampung seluruh potensi insan-insan musik itu diharapkan semakin memantapkan kreativitas pelaku dan penikmatnya. ''Meski jauh dari sempurna, kami senantiasa melakukan penyempurnaan ajang bergengsi ini dari tahun ke tahun. Dan untuk itulah A Mild Live Soundrenaline kembali kami hadirkan,'' papar Brand Manager A mild, Amelia Nasution, di Balai Kartini, kemarin. Menurut dia, tema "Rock United" bukan berarti hanya mewadahi musisi dan aliran musik dari genre rock. Pihak Deteksi Production selaku organizer sebagaimana penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, masih tetap memasukkan genre musik di luar rock. ''Segala genre musik ada di Rock United. Dari pop, blues, R&amp;amp;B, jazz, etnis, hingga rock,'' kata Managing Director Deteksi Production, Harry Koko. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Harapan . H&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;arry menambahkan, band terkemuka yang tampil antara lain Slank, Boomerang, Radja, God Bless, Seurieus, PAS, Netral, dan Samsoms. Selain itu juga ada Audy, Jikustik, Pinkan Mambo, J-Rock, Sucker Head, Ten, Meteor, Ello, Ungu, Moluccas, Garasi, Sunset, Nidji, Iwan Fals, dan Chrisye. Dalam diskusi ''Come as One-Bersatu Dalam Perbedaan'', pihak penyelenggara dan pendukung acara meyakini acara tersebut akan berjalan sukses sebagaimana penyelenggaraan tahun lalu. Diskusi itu dihadiri oleh Wakil Presiden Republik BBM Kelik Pelipur Lara dan Penasehat Presiden Republik BBM Effendi Gozali, serta pengamat musik Bens Leo yang didapuk menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.  Para musisi seperti Donny Fattah, Audy, Yuke PAS Band, Adrie Subono, dan Pongky Jikustik juga meramaikan acara diskusi tersebut. ''Melalui semangat persatuan, kesatuan, serta kebersamaan, saya berharap acara ini dapat semakin mempererat persatuan dengan meminggirkan segala perbedaan melalui musik,'' kata Kelik Pelipur Lara serius. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-7133236638735077010?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/7133236638735077010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=7133236638735077010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7133236638735077010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7133236638735077010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/soundrenaline-2006.html' title='Soundrenaline 2006'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TYvO0NVCI/AAAAAAAAAgo/A-uA-qPWygo/s72-c/Soundrenaline2006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-1628335425925882377</id><published>2008-03-10T13:35:00.000+07:00</published><updated>2008-03-10T13:40:39.941+07:00</updated><title type='text'>Rekaman Terakhir Krapp</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TXke0NVBI/AAAAAAAAAgg/X82C-l89qV4/s1600-h/krapp.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175998893502845970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TXke0NVBI/AAAAAAAAAgg/X82C-l89qV4/s400/krapp.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 18 Juli 2006 . BUDAYA&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lewat Krapp, Putu Bicara&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;PUTU Wijaya, sastrawan dan motor Teater Mandiri, kembali menunjukkan kesejatiannya sebagai aktor andal. Secara konsisten selama 45 menit dia memainkan naskah Samuel Beckett, Rekaman Terakhir Krapp, di Teater Utan Kayu, Jakarta, Jumat (14/7). Dia cuma melibatkan seorang penata lampu dan tata suara. Namun dia mampu mengubah diri secara total menjadi seorang tua renta lengkap dengan bahasa tubuh, wicara, dan permainan mimik nyaris sempurna. Dia berhasil menyajikan pertunjukan monolog yang intens. Apalagi jarak dengan penonton terdepan yang mengitari sepertiga arena itu cuma semeter. Tak urung, pementasan lakon untuk memperingati 100 tahun Samuel Beckett itu makin terasa nges. Berbeda dari lakon-lakon Mandiri, seperti Bor, War, Zero, Zoom dan, Zetan: Berguru Jadi Pahlawan, pementasan kali ini mengalir dengan sepi. Jauh dari hiruk-pikuk khas teater teror serta tak cerewet. Naskah realisme kelam khas Beckett menuntut penonton tidak hanya menikmati dengan rasa, tetapi juga dengan pikiran.  ''Naskah Beckett yang realis dan kelam memang membutuhkan pemikiran para penikmat. Naskah itu membuat penonton merenung dan berpikir,'' ujar Putu.  Naskah itu pekat dengan sindiran terhadap kemanusiaan universal, menggelitik kesadaran, dan cerdas. Alur Rekaman Terakhir Krapp sederhana. Krapp tua yang renta, ringkih, pemabuk, nyinyir, dan pandai memilah bahasa mempunyai kebiasaan baru. Ya, dia gemar mendengarkan rekaman suaranya yang terekam 30 tahun lalu. Kecemerlangan, kemarahan, dan kebinalan terlontar dari rekaman itu. Mendengar kembali suara mudanya, Krapp tua menceracau dan membanding-bandingkan dengan kondisi kekinian. Rekaman Terakhir Krapp adalah naskah kedua yang bukan asli Mandiri yang dimainkan Putu. Sebelumnya dia memainkan The Coffin is Too Big for the Hole karya Kuo Pao Kun dari Singapura. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-1628335425925882377?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/1628335425925882377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=1628335425925882377' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1628335425925882377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1628335425925882377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/rekaman-terakhir-krapp.html' title='Rekaman Terakhir Krapp'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TXke0NVBI/AAAAAAAAAgg/X82C-l89qV4/s72-c/krapp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6351616141377799418</id><published>2008-03-10T13:30:00.000+07:00</published><updated>2008-03-10T13:34:22.226+07:00</updated><title type='text'>ASIRI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TWGe0NVAI/AAAAAAAAAgY/ziLXWGVYam0/s1600-h/Asiri.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175997278595142658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TWGe0NVAI/AAAAAAAAAgY/ziLXWGVYam0/s400/Asiri.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 15 Juli 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Asiri Somasi YKCI&lt;br /&gt;Soal Pungutan Royalti&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Karena dinilai memungut royalti atas pemakaian produk-produk rekaman suara milik atau yang berasal dari anggota Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri), Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI) mendapatkan somasi dari Asiri. Melalui kuasa hukum dari Kantor Hukum Otto Hasibuan &amp;amp; Associates, Asiri meminta YKCI yang dianggap tak mempunyai landasan hukum untuk melakukan pungutan sepihak agar menghentikan segala aksinya. ''Somasi Terbuka sudah kami umumkan di Kompas per 10 Juli 2006, namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi,'' ujar Wakil Ketua Asiri Arneld Affandi SH, belum lama ini. Menurut Arneld yang didampingi Ketua Asiri Djajad Sudrajad dan Otto Hasibuan, somasi dilakukan agar pihak-pihak yang terkait dengan industri rekaman mengetahui tindakan YKCI tersebut tidak sah dan tidak berdasar hukum yang jelas. ''Karena tidak ada satu pasal pun di dalam Undang-undang Hak Cipta No 19/2002 yang memberikan kewenangan kepada YKCI untuk menagih dan memungut royalti dari semua pihak yang memakai atau mengumumkan produk rekaman suara milik dan atau yang berasal dari Asiri,'' papar Otto Hasibuan. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemberian Kuasa. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Menurut Otto, YKCI masih dapat melakukan pemungutan royalti jika berdasarkan kuasa yang diberikan oleh pencipta lagu dan hanya terbatas pada pemakaian lagu ciptaan pencipta yang memberikan kuasa. ''Padahal, jumlah lagu ciptaan pencipta yang didaftarkan kepada YKCI terbatas jumlahnya. Sehingga yayasan tersebut tidak berwenang memungut royalti dari semua pemakai lagu yang bersumber dari produk rekaman suara milik para produser atau perusahaan rekaman suara yang menjadi anggota Asiri,'' tekan Otto. Asiri yang mengklaim mempunyai 81 anggota perusahaan industri rekaman di Indonesia juga mengimbau kepada toko, rumah karaoke, diskotek, hotel, mal, dan perusahaan telekomunikasi untuk tidak memberikan royalti kepada YKCI. ''Karena belum tentu lagu yang diputar di tempat-tempat itu oleh penciptanya telah dilimpahkan kuasa kepada YKCI''.  Jika yayasan itu masih tetap melakukan pungutan royalti, Asiri akan melimpahkan kasus ini ke polisi karena dianggap telah melakukan tindakan pidana, sebelum menindaklanjutinya ke pengadilan karena dinggap merugikan. ''Bahkan, jika selama ini pungutan royalti yang dilakukan YKCI dianggap salah alamat, pihaknya diharuskan mengembalikan kepada yang berhak,'' kata Otto.  Sementara itu Humas YKCI Hendra Lesmana mengatakan, untuk jangka waktu yang belum ditentukan pihaknya akan mempelajari somasi terbuka tersebut. ''Pimpinan dan semua jajaran YKCI masih mengkaji lebih jauh somasi tersebut. Hal ini kami lakukan agar tidak semakin membingungkan publik. Kami takut jika tergesa-gesa menanggapi somasi dari Asiri malah akan semakin memperburuk keadaan. Maka dari itu, untuk sementara kami no comment dulu,'' ungkap Hendra mengatasnamakan Dahuri selaku ketua. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6351616141377799418?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6351616141377799418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6351616141377799418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6351616141377799418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6351616141377799418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/asiri.html' title='ASIRI'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TWGe0NVAI/AAAAAAAAAgY/ziLXWGVYam0/s72-c/Asiri.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-5991580395487353805</id><published>2008-03-10T13:26:00.000+07:00</published><updated>2008-03-10T13:29:39.549+07:00</updated><title type='text'>The Lake House</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TVKO0NU_I/AAAAAAAAAgQ/VMxCA30Jrko/s1600-h/the_lake_house.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175996243508024306" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TVKO0NU_I/AAAAAAAAAgQ/VMxCA30Jrko/s400/the_lake_house.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 13 Juli 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview ''The Lake House''&lt;br /&gt;Arti Sebuah Kesabaran&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;SEJAUH manakah kesabaran dapat menjadi faktor penting untuk mempertemukan sepasang kekasih? Meski menunggu dalam jangka waktu tertentu adalah bukan pekerjaan gampang dan sederhana. Apalagi jika hubungan itu terpisahkan oleh waktu yang berbeda, meski dalam ruang yang sama. Ya, dalam film The Lake House yang disutradarai Alejandro Agresti, kisah tentang kekuatan sebuah penantian dengan kesabaran sebagai kuncinya dihantarkan dengan apik. Sehingga hubungan ganjil dan tak lazim yang terpisahkan waktu antara sepasang kekasih teruraikan pada akhirnya. Sinema yang berangkat dari film blocbuster Korea Selatan Il Mare (2000) dan pernah meraih penghargaan The Pusan International Film Festival kategori film favorit pilihan penonton itu semakin kuat dengan tampilnya dua bintang pendukungnya. Keanu Reeves dan Sandra Bullock yang pernah melejitkan Speed (1994), seolah dipasangkan kembali untuk membayar kerinduan pencinta kedua bintang itu dalam film yang sama. Namun berbeda dengan Speed yang full action, The Lake House yang bergenre epic love story mengalir dengan melodrama. Dikisahkah Dr Kate Forster (Sandra Bullock) harus meninggalkan kota kecil di Illinois menuju Chicago untuk menyelesaikan program sarjana kedokterannya. Satu hal kenangan yang paling membekas di hatinya ketika dia meninggalkan Illinois adalah rumah telaga atau the lake house kesayangannya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berkirim Surat &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Kepada calon penyewa baru rumah telaga itu, Kate meninggalkan sepucuk surat di kotak surat di depan rumah yang berisi kondisi detail rumah itu. Namun, ketika pemilik rumah telaga bernama Alex Wyler (Keanu Reeves) tiba, dia malah menjumpai rumah telaga itu dalam kondisi tidak terawat dan memprihatinkan. Dijumpailah surat Kate dan kemudian permasalahan satu demi satu membuat mereka berdua semakin sering berbalas surat. Ikhwal apakah yang membuat penasaran mereka berdua sehingga terus-terusan berbalas surat lewat kotak surat di rumah telaga? Tak lain dan tak bukan karena mereka hidup dalam waktu yang berbeda. Kate senantiasa memberi penanggalan suratnya bertarikh tahun 2006. Sedangkan semua surat Alex bertahun 2004. Beda dua tahun tenggang hidup antara Alex dan Kate inilah yang menjadi suguhan utama The Lake House. Ikhtiar Alex dan Kate untuk memecahkan misteri keterpisahan mereka oleh waktu yang berbeda inilah yang justru akhirnya membuat mereka saling jatuh cinta. Apakah Alex akhirnya mampu menjumpai kekasih yang hidup di masa depannya? Dan Kate cukup mempunyai ketekunan menunggu kekasihnya yang ketinggalan dua tahun hidup di belakangnya? Arti sebuah kesabaran dan kekuatan sebuah penantian dalam film ini disatukan oleh keberadaan rumah telaga sebagai saksinya. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-5991580395487353805?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/5991580395487353805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=5991580395487353805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5991580395487353805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5991580395487353805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/lake-house.html' title='The Lake House'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TVKO0NU_I/AAAAAAAAAgQ/VMxCA30Jrko/s72-c/the_lake_house.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6051757012006546120</id><published>2008-03-10T13:21:00.000+07:00</published><updated>2008-03-10T13:25:41.359+07:00</updated><title type='text'>Seinendan Theater Company</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TUG-0NU-I/AAAAAAAAAgI/qoICSxgJXkw/s1600-h/Seinendan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175995088161821666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TUG-0NU-I/AAAAAAAAAgI/qoICSxgJXkw/s400/Seinendan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 11 Juli 2006 . BUDAYA&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teater Lengang ala Jepang&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Tidak sebagaimana galibnya sebuah pertunjukan teater yang penuh hiruk pikuk dengan dialog antarpelakon, Seinendan Theatre Company yang mementaskan ''Tokyo Notes'' menanggalkan semua keriuhrendahan itu. Oriza Hirata sebagai penulis naskah dan sutradara menawarkan sebuah penikmatan teater dengan santun, datar, dan tenang. Bahkan peran ilustrasi musik yang lazimnya menjadi bagian dramatisasi pengadeganan ditiadakan. Lewat ''Tokyo Notes'' atau ''Cacatan Tokyo'' yang dipentaskan di Goethe Haus, Jakarta akhir pekan lalu, realita keseharian dalam arti yang sebenarnya dihadirkan kembali dihadapan penonton oleh teater papan atas dari Tokyo, Jepang itu. Lakon itu pernah mendapatkan penghargaan The 39th Kishida Kunio Drama Award 1995, sebuah penghargaan bergengsi penulisan naskah di Jepang, dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Cina, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, dan Korea. "Tokyo Notes" yang telah dipentaskan di 12 kota di sembilan negara itu tidak hanya mengalir tenang. Bahkan ssaking tenangnya, setelah 90 menit pertama dari 105 menit durasi pertunjukan, banyak penonton yang tertidur di bangkunya masing-masing. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keseharian . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Sejatinya konsep teater tenang yang menjadi pilihan Seinendan Theater Company berjalan dengan mengasyikkan. Menggunakan bantuan terjemahan bahasa Indonesia dan Inggris, jalinan cerita perihal 20 pelakonnya itu terhantarkan dengan baik.  Ini terbukti ketika segala peristiwa di atas panggung mampu direspons dengan baik oleh penikmatnya. Ini terjadi karena tawaran permasalahan yang ditampilkan di atas panggung sangat berdekatan dengan peristiwa keseharian. Dengan menggunakan teori contemporary colloquial theatre atau teater kontemporer dengan bahasa sehari-hari, apa yang terjadi di atas panggung tidak ada bedanya sama sekali dengan realita keseharian kita.  Orang-orang yang lalu-lalang, bertemu karib lama, pembicaraan tentang hal-hal yang remeh, hingga lirih yang tak terdengar layaknya peristiwa keseharian, ada semua.  Jangan heran pula jika dalam 15 menit pertama, tidak ada dialog sama sekali kecuali adegan mondar-mandir yang penuh ketenangan dari para pelakonnya. Menggunakan setting pengandaian sebuah galeri lukisan sebagai pusat pertemuan semua pelakonnya, ''Tokyo Notes'' yang menginginkan pementasan dari gambaran dunia nyata, memang berisiko membosankan. Ini terjadi karena efek ketenangan di atas panggung yang nyaris sama dengan suasana lengang, akhirnya membuat sebagian penonton yang tidak cukup mempunyai stamina ketekunan, meninggalkan tempat duduknya dan sebagian tertidur. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6051757012006546120?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6051757012006546120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6051757012006546120' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6051757012006546120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6051757012006546120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/seinendan-theater-company.html' title='Seinendan Theater Company'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TUG-0NU-I/AAAAAAAAAgI/qoICSxgJXkw/s72-c/Seinendan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2105607606558645819</id><published>2008-03-10T13:17:00.000+07:00</published><updated>2008-03-10T13:21:26.246+07:00</updated><title type='text'>PIRATES of the Caribbean: The Curse of the Black Pearls</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TTN-0NU9I/AAAAAAAAAgA/3SJbUrQyLy0/s1600-h/PIRATESOFRP~Pirates-Of-The-Caribbean-The-Curse-Of-The-Black-Pearl-Posters.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175994108909278162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TTN-0NU9I/AAAAAAAAAgA/3SJbUrQyLy0/s400/PIRATESOFRP~Pirates-Of-The-Caribbean-The-Curse-Of-The-Black-Pearl-Posters.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 08 Juli 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Depp Tetap Memesona&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;PIRATES of the Caribbean: The Curse of the Black Pearls tahun 2003 meraih sukses komersial. Berkat film itu, Johnny Depp memperoleh Academy Award dan diunggulkan mendapat Golden Globe. Medio tahun ini, sekuel Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest tampaknya akan mengikuti kesuksesan film perdana itu. Film ini masih mengandalkan sosok Kapten Jack Sparrow yang superslengekan, ceroboh, konyol, kikuk. Namun dia adalah pemimpin bajak laut heroik yang dicintai awak kapal. Johnny Depp memainkan karakter sang kapten dengan elok dan memesona. Deep adalah aktor kawakan yang malang melintang dalam film Finding Neverland, Peter Pan, Cry Baby, What's Eating Gilbert Grape, Ed Wood, Benny &amp;amp; Joon, Edward Scissorhand, Don Juan DeMarco, Donnie Brasco, Chocolate, Blow, Once Upon A Time in Mexico, dan Charlie and the Chocolate Factory. Kehadiran Depp pun menjadi trade mark yang tak terpisahkan dari film besutan Gore Verbinski&lt;strong&gt;. &lt;em&gt;Magnet Utama&lt;/em&gt; . &lt;/strong&gt;Meski ada aktor tenar lain yang digandrungi perempuan sejagat, Orlando Bloom, serta artis cantik Kiera Knightley, Dead Man's Chest tetap menjual Depp sebagai magnet utama. Film yang menyajikan ketegangan terbalut kekonyolan itu mengingatkan pada rumusan sukses seri petualangan Indiana Jones besutan Steven Spielberg. Film ini ber-setting Lautan Karibia era 1700-an yang disesaki bajak laut. Tersebutlah raja lautan penuh kutukan, Davy Jones (Bill Nighy). Dia nakhoda kapal hantu Flying Dutchman berkecepatan dan keperkasaan tak tertandingi. Piutang abadi pada masa lalu antara Jones dan Kapten Jack Sparrow mengharuskan sang kapten menyerahkan jiwanya untuk mengabdi seumur hidup di bawah titah Jones. Jika tak sudi mengabdi, dia harus menyediakan 80 jiwa sebagai tebusan. Pada saat bersamaan Will Turner (Orlando Bloom) harus menemukan kunci pembuka peti berisi jantung Jones. Namun Elizabeth Swan (Keira Knighley), tunangan Will Turner, mau tak ambil bagian dalam petualangan untuk memastikan keselamatan sang kekasih hati. Beda kepentingan antara Kapten Jack, Jones, Turner, dan Elizabeth makin kompleks dengan kehadiran pemburu bajak laut, Lord Cutler Beckett (Tom Hollander). Dia ingin menghancurkan semua bajak laut di Lautan Karibia. Pertempuran di atas kapal, petualangan di pulau entah berantah, dan perebutan peti berisi jantung menjadi sajian utama film berdurasi dua setengah jam ini. Dan, sekali lagi, akting Depp yang memesona dan menyatu dengan karakter Kapten Jack Sparrow tetap menjadi daya tarik utama. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2105607606558645819?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2105607606558645819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2105607606558645819' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2105607606558645819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2105607606558645819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/pirates-of-caribbean-curse-of-black.html' title='PIRATES of the Caribbean: The Curse of the Black Pearls'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TTN-0NU9I/AAAAAAAAAgA/3SJbUrQyLy0/s72-c/PIRATESOFRP~Pirates-Of-The-Caribbean-The-Curse-Of-The-Black-Pearl-Posters.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-3091889350709581584</id><published>2008-03-10T13:13:00.000+07:00</published><updated>2008-03-10T13:17:00.145+07:00</updated><title type='text'>Sagu Band</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TR-e0NU8I/AAAAAAAAAf4/bWl7nrh-W8A/s1600-h/sagu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175992743109678018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TR-e0NU8I/AAAAAAAAAf4/bWl7nrh-W8A/s400/sagu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 07 Juli 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cita Rasa Melayu dalam Sagu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Sagu, band asal Riau, mengusung warna musik yang unik. Memadukan musik rock dengan cita rasa Melayu, Ganny (gitar), Itoy (drum), Jepri (vokal), Widdi (bas), dan Le-man (gitar) mengingatkan kita pada corak rock Negeri Jiran. Kedekatan wilayah geografis antara Riau dan Malaysia bisa jadi menjadi alasan kuat mengapa album Beda Impian yang mereka rilis di Warung Apresiasi Jakarta, baru-baru ini, menguatkan hal itu. Mengandalkan single "Beda Impian", "Same-Same", dan "Merdeka Jiwa (Syukur)". Mereka mengingatkan kita pada grup rock Search, Iklim, dan beberapa nama lainnya yang pernah sangat dikenal pencinta musik di Indonesia. Menurut Taufik Ikram Jamil, seorang penyair yang juga produser Sagu, sebuah label raksasa Malaysia bahkan telah menawarkan kontrak kepada mereka. ''Karena kami masih patriotis, kami memilih label musik dari negeri sendiri,'' kata dia. Dengan menawarkan musik bercita rasa rock Melayu dan syair sastrawi plus cengkok laksana orang sedang mengaji, Sagu selintas terdengar lucu. ''Di tengah maraknya grup rock Indonesia yang biasanya memaparkan syair yang penuh pemberontakan, mereka menawarkan nuansa yang lain,'' ujar Bens Leo, pengamat musik Indonesia. Nuansa yang lain itulah, menurut dia, bisa jadi malah menjadi nilai positif mereka. ''Kami hanya bermain musik di tengah-tengah, antara nuansa Melayu yang kental dalam keseharian kami dengan musik rock anak muda masa kini,'' terang Ganny. Sagu telah menyiapkan tur promo keliling Jawa-Bali untuk mengekor penjualan album perdana mereka Istana Kerinduan yang mencapai angka 10.000 kopi. Mereka yakin album kedua mendapat sambutan yang hangat. ''Syair kami berisi kisah-kisah kebijakan yang dialami anak muda dalam memandang permasalahan kehidupan dan kematian. Dan saya yakin album ini diterima masyarakat karena kami juga menerima masyarakat,'' imbuh dia. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-3091889350709581584?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/3091889350709581584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=3091889350709581584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/3091889350709581584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/3091889350709581584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/sagu-band.html' title='Sagu Band'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TR-e0NU8I/AAAAAAAAAf4/bWl7nrh-W8A/s72-c/sagu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6017515366340331000</id><published>2008-03-10T13:05:00.000+07:00</published><updated>2008-03-10T13:12:21.591+07:00</updated><title type='text'>Katja Band</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TQ-e0NU7I/AAAAAAAAAfw/omln_luVdOc/s1600-h/juliat+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175991643598050226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TQ-e0NU7I/AAAAAAAAAfw/omln_luVdOc/s400/juliat+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 04 Juli 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Katja, Band Anyar dari Yogya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Pemilik bakat bermusik dari Yogyakarta sepertinya tak habis-habis. Setelah Sheila On 7 dan Jikustik mengibarkan nama di industri musik Indonesia, kini Katja, grup band anyar dari kawasan itu, siap mengadu peruntungan. Band beraliran progresif pop beranggota Olish (vokal), Ade  (gitar), Handi (bas), dan Arifin (kibor) itu bahkan telah merilis album kedua. Tahun 2004 mereka mengeluarkan album Cinta yang Indah di bawah label Prima Musik. Namun album itu tak memperoleh sambutan hangat di pasar. Pertengahan tahun ini, mereka meluncurkan album kedua bertajuk Perjalanan. Album berisi 10 tembang dengan single hit "Keabadian" serta "Kau dan Aku" itu mereka peruntukkan bagi pendengar remaja. Mereka berharap kedua lagu itu dapat mendongkrak popularitas Katja. Mereka telah meraih beberapa gelar dari berbagai festival. Misalnya, gitaris tebaik dalam Festival Band Se-DIY dan Jawa Tengah tahun 2000, pemain kibor terbaik dalam Festival Band Se-Yogyakarta tahun 2000, serta finalis Kibar Kreasi Lagu AFI-2 Indosiar 2003. Tak pelak, para awak Katja tak dapat dikatakan mentah secara musikalitas. Band yang pernah terpilih dari 1.000-an band untuk penggarapan album kompilasi Indi Ten-2 (1999) jebolan Sony Music itu juga bersiap mewujudkan sebuah mimpi. Ya, mereka ingin menjadi kiblat bermusik di negeri ini. Mungkin terdengar utopis. Namun paling tidak anak-anak muda jebolan Fakultas Sastra UGM itu telah mengawali dengan bermain musik sesuai dengan idealitas mereka. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6017515366340331000?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6017515366340331000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6017515366340331000' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6017515366340331000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6017515366340331000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/katja-band.html' title='Katja Band'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TQ-e0NU7I/AAAAAAAAAfw/omln_luVdOc/s72-c/juliat+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-497751103918958763</id><published>2008-03-10T12:58:00.000+07:00</published><updated>2008-03-10T13:05:15.981+07:00</updated><title type='text'>teater Kami</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TPL-0NU6I/AAAAAAAAAfo/_Vfhze_iMrE/s1600-h/teater.bmp"&gt;&lt;em&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175989676503028642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TPL-0NU6I/AAAAAAAAAfo/_Vfhze_iMrE/s400/teater.bmp" border="0" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; Senin, 03 Juli 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pentas Teater Kami&lt;br /&gt;Menertawakan Hidup&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;TEATER Kami pentas di Pusat Kebudayaan Jepang, The Japan Foundation, Jakarta, Jumat (30/6) malam. Sang sutradara, Harris Priadie Bah, menyulap teater menjadi semacam highlight adegan film. Mereka memainkan lakon Perjamuan Kata dan Tubuh-tubuh yang Membaca. Lakon itu merupakan adaptasi bebas karya Hirata Oriza, penulis naskah teater terkemuka di Jepang. Dan lima pelakon utama menghantarkan kisah berdurasi 60 menit itu secara ringan, cerdik, menarik, dan menghibur. Ketaklaziman gaya pementasan sudah terlihat dari penataan panggung. Mereka menggunakan tiga setting yang disekat serta sistem buka-tutup dalam setiap pergantian adegan. Lakon yang merupakan nukilan kejadian sehari-hari itu menjadi sangat mudah dipahami para penikmat. Dukungan musik minus one dan tata lampu yang terfokus seirama dengan adegan membuat tonotonan itu kian bernas. Mereka sebenarnya tak bercerita tentang apa-apa. Cuma memindah kesibukan keseharian orang-orang Jakarta dan gambaran kuasa Tuhan. Alkisah, seseorang sedang shalat subuh dengan latar musik azan. Sementara itu ada tiga sekawan bermain gaple, pemuda menggosok gigi, pelacur menjual diri di bibir trotoar, suami mengamuk. Juga ada banci menyenandungkan tembang sumbang, gay menikah, penumpang kereta rel listrik bercakap-cakap, anak kampus mengobrol, penginjil berkhotbah, atau ramalan Ranggawarsita. Puluhan penonton terpingkal-pingkal menonton berbagai nukilan peristiwa terkini serta beberapa adegan TV dan film yang dipindahkan ke panggung. Misalnya, adegan dalam film Lentera Merah dengan iringan lagu "Genjer-genjer", film 9 Naga, iklan SCTV, atau tokoh Forum Betawi Rempug (FBR) mengamuk. Tak ayal, muncul kesan adegan di balik layar dan proses latihan dialihkan ke panggung. Ya, dengan mencampuradukkan konsep realis, absurd, dan eksperimental, Harris Priadie Bah tampaknya tahu betul menertawakan kehidupan lewat pementasan itu. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-497751103918958763?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/497751103918958763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=497751103918958763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/497751103918958763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/497751103918958763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/teater-kami.html' title='teater Kami'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R9TPL-0NU6I/AAAAAAAAAfo/_Vfhze_iMrE/s72-c/teater.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4361236205489000047</id><published>2008-03-04T12:57:00.002+07:00</published><updated>2008-03-04T13:02:55.170+07:00</updated><title type='text'>Iwan Fals</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zl9pCYcwI/AAAAAAAAAfg/a4_gWbjWn-Y/s1600-h/Iwan+F"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173762919092482818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zl9pCYcwI/AAAAAAAAAfg/a4_gWbjWn-Y/s400/Iwan+F" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 30 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Iwan Fals Rilis Album&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Iwan Fals dan kawan-kawan prihatin atas kondisi kekinian Indonesia. Sebab, negeri ini seolah tak lepas-lepas dari krisis berkepanjang. Apalagi bencana terus-menerus terjadi di berbagai kawasan. Mereka lalu membentuk Solidaritas Indonesia atau Solid. Melalui lembaga nirlaba itu mereka meliris sebuah album keroyokan. Album bertajuk Satu Hati itu berisi 10 tembang. Lagu-lagu itu dinyanyikan Iwan Fals, Trie Utami, Doel Sumbang, Franky Sahilatua, Toto Tewel &amp;amp; Baruna, Ki Ageng Ganjur, Mel Sandy, dan Jody Yudono. Mereka akan menyumbangkan seluruh keuntungan penjualan album itu kepada korban gempa di Yogya dan Jawa Tengah. Al Zastrouw Ngatawi menuturkan itulah wujud kepedulian para musikus terhadap negeri ini. "Cuma lagu yang dapat kami wakafkan," katanya di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), kemarin (29/6). Zastrouw didampingi Franky Sahilatua, Toto Tewel, Mel Sandy, Baruna, dan Trie Utami. Dia menyatakan para musikus yang terlibat penggarapan album tak dibayar sepeser pun. "Bahkan Royal Prima Musikindo, distributor CD dan kaset itu, menyumbangkan seluruh bagiannya," kata Project Officer Solid Ali Akbar. Franky Sahilatua, yang menembangkan lagu "Ceritakan Saja", menuturkan setiap lagu dalam album itu diproduseri penyanyi masing-masing. "Jadi, setelah selesai dengan lagu masing-masing, baru kami serahkan ke seorang kawan koordinator." Mereka akan menjual album itu secara eceran atau partai besar. Peluncuran dibuka dengan tembang "Saat Minggu Masih Pagi" oleh Iwan Fals. "Sebisa mungkin kami akan berpromosi dengan menggelar konser atau dengan cara lain yang menghasilkan uang," ujar Franky. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4361236205489000047?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4361236205489000047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4361236205489000047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4361236205489000047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4361236205489000047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/iwan-fals.html' title='Iwan Fals'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zl9pCYcwI/AAAAAAAAAfg/a4_gWbjWn-Y/s72-c/Iwan+F' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-7875648826976090530</id><published>2008-03-04T12:51:00.001+07:00</published><updated>2008-03-04T12:57:54.629+07:00</updated><title type='text'>LI Zie Jien</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zkxJCYcvI/AAAAAAAAAfY/UPapd-6NUgI/s1600-h/Giang_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173761604832490226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zkxJCYcvI/AAAAAAAAAfY/UPapd-6NUgI/s400/Giang_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 28 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Super-realisme Cinta Li&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;LI Zie Jien, pelukis asal China, telah mengelilingkan lukisan realismenya ke berbagai belahan dunia sejak 1993. Kini, dia mengakhiri pameran itu di Jakarta. Dengan mengusung tema kemanusian dan cinta, Li ingin membangkitkan kembali semangat realisme di dunia yang telah ditinggalkan. Karya-karya alumnus Department of Oil Painting of Guangzhou Academy of Fine Arts 1982 itu nyaris tiada beda dari "pemandangan" asli. Tak berlebihan jika Agus Dermawan T, kritikus seni rupa, menyebut lukisan Li super-realis. Lihatlah, karya pelukis kelahiran Shaoyan, Provinsi Hunan, China, tahun 1954, yang berjudul ''1937. Massacre in Nanjing Kill'' itu. Lukisan di atas kanvas 213 x 290 cm itu dengan titis menggambarkan pembantaian ratusan orang China di Nanjing oleh tentara Jepang. Kengerian yang muncul dari tumpukan ratusan mayat tanpa kepala, dengan tangan terikat di belakang, dan seorang bayi yang menjerit di dada mayat sang ibu tersajikan secara dramatis. Sementara itu, dua serdadu Jepang dengan bangga memamerkan pedang yang berlumuran darah di depan gunung mayat. Lukisan koleksi Fokuangyuan Museum of Art, China, itu merupakan salah satu dari puluhan karya yang dipajang di Linda Gallery, Kemang Raya, Jakarta. Li dengan sadar menjatuhkan pilihan pada realisme dan dia mempunyai alasan. ''Dengan realisme, saya mampu memotret kejadian dalam kehidupan secara lebih jelas dan apa adanya,'' katanya akhir pekan lalu. Ratusan lukisan yang telah diapresiasi di Amerika Serikat, Taiwan, Hong Kong, Jerman, Prancis, Inggris, Thailand, Malaysia, Singapura, Australia, Afrika Selatan, Brasil, Markas PBB, Kanada, dan Belanda itu menyajikan keapaadaan yang senyatanya. ''Potret kemanusiaan adalah tema yang tak pernah habis. Karena itulah saya akan terus menggambar kehidupan apa adanya,'' kata dia. Dia telah lima kali ke Bali. Dari perziarahan ke Bali itu, Li menghasilkan "A Series of Bali" yang bersanding dengan seri lukisan lain. Misalnya, A Series of Homeles, A Series of Malaysia, A Series of Mother and Doughter, A Series of Quilt, A Series of the Native Land, A Series of Tibet, A Series of Old Taiwanese Country Ways Series. Li juga melukis potret para pemimpin seperti Mahathir Mohamad, Kofii Annan, dan Paus Benekdiktus. ''Jika Presiden SBY tak keberatan, saya dengan senang hati akan melukisnya,'' katanya. Pameran lebih akbar dengan tema sama akan diselenggarakan di Museum Nasional, Jakarta, pada 8-30 Juli. ''Saya hanya membawa pesan kemanusian dan cinta lewat lukisan. Semoga itu sampai ke para penikmat,'' ujar Li. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-7875648826976090530?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/7875648826976090530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=7875648826976090530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7875648826976090530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7875648826976090530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/li-zie-jien.html' title='LI Zie Jien'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zkxJCYcvI/AAAAAAAAAfY/UPapd-6NUgI/s72-c/Giang_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-5725779599982390937</id><published>2008-03-04T12:48:00.002+07:00</published><updated>2008-03-04T12:50:56.620+07:00</updated><title type='text'>"The Photograph"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zjDJCYcuI/AAAAAAAAAfQ/s1Ju8OB1oc4/s1600-h/berbagi%20suami.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173759715046879970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zjDJCYcuI/AAAAAAAAAfQ/s1Ju8OB1oc4/s400/berbagi%2520suami.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 30 Juni 2007. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview "The Photograph"&lt;br /&gt;Mengabadikan Kenangan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;APA yang harus dilakukan seseorang dalam sisa hidupnya ketika dia mengetahui ajalnya sudah mengintip? Dalam film The Photograph arahan sutradara Nan Achnas, waktu penghabisan itu dikisahkannya dengan sangat puitis sekaligus prosais. Dengan bahasa gambar yang apik berkat kamera berformat 35 mm plus pengambilan sudut pandang yang estetis dari setting bangunan tua Kota Lama Semarang, film berdurasi 95 menit ini menjadi sangat memanjakan mata. Film ber-genre drama yang juga patuh dan tidak mengingkari logika bercerita ini, hampir sepanjang kisahnya berjalan dengan hening dan nyaris senyap. Isian mucic score yang dipercayakan kepada Aksan Sjuman bahkan makin membuat film produksi Triximages, Salto Film And Les Petites Lumieres ini menjadi semakin menghanyutkan. Berbeda dari genre dan cara bercerita film Indonesia kebanyakan yang akhir-akhir ini marak diedarkan ke pasaran, The Photograph yang akan ditayangkan 2 Juli 2007 menjadi sidestream dari arus besar film pop. Sebagai film seni, Nan yang pernah menghasilkan Kuldesak bersama Mira Lesmana, Riri Riza, dan Rizal Mantovani, dan Pasir Berbisik, sadar benar akan pilihannya. Keseriusannya untuk menghasilkan film bermutu, mendapat respons positif dengan meraih penghargaan, bahkan ketika film ini baru masuk pada taraf pembangunan skenario. Penghargaan Prince Clous Fund at Cinemart 2002, Goteborg Film Fund at PPP 2002, Fond Sud 2005, dan Swiss Fund at Open Doors Locarno Film Festival 2006 berhasil diraihnya. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Indekos . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Hasil akhirnya, film yang juga melibatkan aktor watak peranakan dari Singapura bernama Lim Kay Tong ini membangun sebuah kesatuan film yang utuh. Dari penyutradaraan, sinematografi, alur cerita, akting, setting, hingga music score. The Photograph bermula dari keterbenturan nasib antara Sita (Shanty), seorang penyanyi karaoke bar dan pelacur paruh waktu, dengan Johan (Lim Kay Tong), seorang juru foto keliling keturunan Tionghoa yang sudah renta. Sita yang bernama asli Sariah terjebak pada permasalahan finansial yang serius kepada Suroso (Lukman Sardi). Dengan meninggalkan anak semata wayang dan neneknya di desa, beban ekonomi yang ditanggung Sita semakin tidak mudah. Dari sinilah cerita bermula, ketika Sita memohon kepada Johan untuk indekos di loteng rumahnya, sembari menghindari kejaran germo Suroso yang menuntut sejumlah rupiah kepadanya. Dari loteng kos-kosannya itulah, Sita menangkap semua kegiatan memotret Johan yang eksentrik. Hingga akhirnya semakin dekatlah hubungan Johan yang sebatang kara dengan Sita yang mau mengabdi kepadanya, selepas dia menjadi korban diperkosa tiga "tamunya". (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-5725779599982390937?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/5725779599982390937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=5725779599982390937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5725779599982390937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5725779599982390937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/photograph.html' title='&quot;The Photograph&quot;'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zjDJCYcuI/AAAAAAAAAfQ/s1Ju8OB1oc4/s72-c/berbagi%2520suami.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-952947368211812816</id><published>2008-03-04T12:46:00.001+07:00</published><updated>2008-03-04T12:48:43.505+07:00</updated><title type='text'>Citra Ekskul</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zilJCYctI/AAAAAAAAAfI/D_6QxcPxjRQ/s1600-h/ekskul_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173759199650804434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zilJCYctI/AAAAAAAAAfI/D_6QxcPxjRQ/s400/ekskul_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 29 Juni 2007. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Citra "Ekskul" Dicabut Kembali&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) mencabut dua Citra untuk sutradara dan film terbaik yang diberikan ke film Ekskul pada Festival Film Indonesia (FFI) 2006. Ketua BP2N Deddy Mizwar menuturkan pencabutan itu berdasar Buku Pedoman dan Pelaksanaan FFI 2006 serta SK 06/KEP/BP2N/2007. Deddy didampingi Sekretaris BP2N Bakrie dan Ketua Komisi B Djonny Sjafrudin menuturkan ditemukan data yang mengindikasikan terjadi pelanggaran hak cipta dalam Ekskul. Pencabutan itu tak mengurangi kredibilitas serta penghargaan BP2N atas kerja keras Dewan Juri FFI 2006 dan Panitia Pelaksana FFI 2006.&lt;br /&gt;BP2N menyesalkan sikap pihak-pihak yang mengetahui indikasi pelanggaran hak cipta tersebut, tetapi bersikap diam. "Namun mereka mempersoalkan setelah film itu terpilih sebagai film terbaik FFI 2006," katanya. Produser PT Indika Entertainment, Shanker RSJ, menyatakan bingung atas pencabutan Citra yang diperoleh film yang disutradarai Nayato Fiula itu. "Ini gila. Namun saya tak akan menggugat lewat jalur hukum." Shanker memang tak mengelaki bahwa score music film produksinya itu diindikasikan menjiplak musik latar film Gladiator, Munich, dan Tae Gu Kie. Namun dia menyatakan telah beriktikad baik dengan menghilangkan musik latar itu ketika ditayangkan RCTI, beberapa waktu lalu. Noorca Massardi dan Remy Silado, anggota Dewan Juri Film Bioskop FFI 2006, mengemukakan langkah BP2N itu lucu dan tak dapat dimengerti. "Baru kali ini terjadi di dunia, penghargaan yang telah diberikan dicabut kembali. Inilah Republik Indonesia," ujar Noorca. Dia merasa kerjanya sebagai anggota Dewan Juri FFI 2006 telah disepelekan. Itu pula yang dikemukakan Remy Silado. Namun dia tak mau ambil pusing karena tugas juri telah selesai.(G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-952947368211812816?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/952947368211812816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=952947368211812816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/952947368211812816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/952947368211812816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/citra-ekskul.html' title='Citra Ekskul'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zilJCYctI/AAAAAAAAAfI/D_6QxcPxjRQ/s72-c/ekskul_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-8509990371831017024</id><published>2008-03-04T12:44:00.002+07:00</published><updated>2008-03-04T12:46:35.069+07:00</updated><title type='text'>Film Diva</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zh95CYcsI/AAAAAAAAAfA/dq5i3SAKgwU/s1600-h/Diva.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173758525340938946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zh95CYcsI/AAAAAAAAAfA/dq5i3SAKgwU/s400/Diva.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; Jumat, 29 Juni 2007 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Film Musikal Rasa India&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA sebuah mimpi diwujudkan menjadi nyata? Dengan perjuangan dan pengorbanan macam apa? Apa pula sikap seseorang saat berada di puncak karier. Film drama musikal Diva, yang dikerjakan sineas tiga negara, mengemas semua permasalahan itu secara menghibur.  Sharad Sharan, sutradara asal India yang melibatkan kru teknis dari negaranya, mengarahkan dengan baik para pemain dari Malaysia dan Indonesia. Dia menggarap lakon itu sejak November 2005.  Dengan biaya lebih dari Rp 7,7 miliar, film yang diedarkan di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, dan India sejak kemarin itu menjelma jadi film India kebanyakan. Tradisi Bollywood yang gemar mengaduk-aduk kesedihan dengan membenturkan permasalahan ke titik paling tragis menjadi senjata utama Sharad. Tokoh protagonis dicitrakan serbabersahabat dengan segala penderitaan. Namun akhirnya dia ''menang'', meski kemudian mati dengan meninggalkan berjuta kenangan dan linangan air mata. Diva beralur cepat, penuh drama, dan membidik semangat kaum muda Asia yang sekarang gemar jadi penyanyi. Dikisahkan, Kartika (Ning Baizuri), diva dari Malaysia, berniat membentuk kelompok vokal beranggota anak-anak muda penuh bakat. Kartika bermasalah dengan sang ibu (Fauziah Nawi), setelah kematian ayahnya. Dia pun ingin mewujudkan keinginan sang ayah, yaitu membentuk kumpulan penyanyi untuk meneruskan tradisi berkesenian keluarga. Dia merekrut Mera (Jessica Iskandar), Idit (Adam AF2), Eja (Balkisyh), dan Jay (Awal Ashari). Proses pengembangan kelompok vokal bernama Jiwa itu berliku. Apalagi saat bersamaan sang ibu meminta Arman (Jeremy Thomas) menikahi anak semata wayangnya. Kartika menolak, meski sebenarnya diam-diam mencintai Arman. Menjelang kematian, Kartika mengakui mengidap kanker ganas yang membuat fisiknya melemah. Konflik memelik ketika kelompok Jiwa meraih ketenaran dan hendak membelot ke perusahaan rekaman lain. Permasalahan yang berpangkal dan memusat pada Kartika itu tersaji lengkap dengan tarian khas Bollywood. Penggarap koreografi dan para penari datang dari India. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-8509990371831017024?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/8509990371831017024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=8509990371831017024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8509990371831017024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8509990371831017024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/film-diva.html' title='Film Diva'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8zh95CYcsI/AAAAAAAAAfA/dq5i3SAKgwU/s72-c/Diva.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-3295938004371950709</id><published>2008-03-03T19:19:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T19:22:47.784+07:00</updated><title type='text'>Cokelat Band</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vtettMKvI/AAAAAAAAAew/XhzZLVbpecY/s1600-h/Cokelat.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173489708886141682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vtettMKvI/AAAAAAAAAew/XhzZLVbpecY/s400/Cokelat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 27 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Replika Cokelat Jelang Album Kelima&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Ada yang lain dari persiapan launching album terbaru Cokelat di Pitstop, Sari Pan Pacific Hotel, Jakarta, akhir pekan lalu. Selain bersiap meluncurkan album kelima bertema nasionalisme, band asal Bandung itu membuat replika band mereka dari cokelat. Dengan skala 1 banding 1, sosok Edwin, Ernest, Ervin, Febrianto, dan Kikan akan direplikakan dengan bahan dasar sekitar 700 kg cokelat. Replika tersebut akan diajukan ke Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai rekor penciptaan replika cokelat terunik. Penggarapan yang memakan waktu lebih dari dua bulan itu ditangani oleh ahli pembuat cokelat dari Hotel Sari Pan Pacific dibawah pimpinan Alex Fatrisman. ''Pembuatan replika ini sekaligus menandai 10 tahun kiprah Cokelat di blantika industri musik Indonesia,'' ujar Namara Surtikanti, sang vokalis yang lebih dikenal sebagai Kikan. Menurut dia, pilihan tembang-tembang bertema nasionalisme disesuaikan dengan kondisi Indonesia yang sedang banyak terkena cobaan seperti saat sekarang ini. Dengan mengaransemen ulang tembang nasional seperti ''Syukur'', ''Hari Merdeka'', dan memasukkan tembang ''Bendera'' yang pernah menjadi hit, Cokelat yakin akan semakin diterima pendengar musik Indonesia. ''Mudah-mudahan momennya pas karena keadaan negara yang masih memprihatinkan seperti sekarang," imbuh Kikan. Grup band yang pernah meraih Favorite Artist Indonesian MTV Asia Award 2003 ini masih mendasarkan pada pilihan musik pop-rock dan alternatif. ''Filosifi nama kami merepresentasikan satu kenyataan bahwa kehidupan tidak selalu manis, tapi juga pahit seperti cokelat,'' canda Kikan. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-3295938004371950709?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/3295938004371950709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=3295938004371950709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/3295938004371950709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/3295938004371950709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/cokelat-band.html' title='Cokelat Band'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vtettMKvI/AAAAAAAAAew/XhzZLVbpecY/s72-c/Cokelat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-8844067339444247272</id><published>2008-03-03T19:15:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T19:19:36.596+07:00</updated><title type='text'>Decade of Dedication Jonathan Prawira</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vsmttMKuI/AAAAAAAAAeo/qhwwNmI-rII/s1600-h/Decade.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173488746813467362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vsmttMKuI/AAAAAAAAAeo/qhwwNmI-rII/s400/Decade.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 26 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Album Rohani Berselera Pasar&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Seberapa jauh dan dengan cara bagaimana sebuah album rohani dapat bersaing di pasar industri rekaman? Bens Leo, pengamat musik Indonesia, dalam peluncuran album Decade of Dedication Jonathan Prawira menyatakan selain faktor musikalitas, kedalaman lirik dan promosi yang tepat, keberuntungan sangat berperanan. ''Di atas itu semua, momentumnya pun harus tepat,'' katanya di Tee Boox Cafe, Jakarta, akhir pekan lalu. Tembang "Tuhan" karya Bimbo yang meledak di pasaran, kata dia, merangkum semua unsur yang membuatnya menjadi hit. ''Dalam musik tak ada sekat agama.'' Para penyanyi yang terlibat album Decade of Dedication Jonathan Prawira adalah Michael Idol, Suci Idol, Febby Febiola, Alex Kembar, dan Martin Saba. Jonathan Prawira, penulis lirik, berharap album itu diterima pasar. Dia menyatakan sebagian keuntungan akan disumbangkan pada korban gempa di Yogya dan Jawa Tengah. ''Meski ini album rohani, kami membesutnya dengan selera pasar yang pekat,'' ujar Prawira. Ucok Radjaguguk dan Hans Kurniawan sebagai music director membalut album itu dengan sentuhan pop, funk, dan R&amp;amp;B. ''Hampir semua lagu easy listening,'' ujar Bens. Album itu akan dipromosikan melalui konser di 12 kota dari Batam, Jakarta, Semarang, hingga Denpasar. ''Ini bukan semata-mata album rohani, melainkan ajakan mendekat pada kebaikan dan Tuhan,'' ujar Prawira. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-8844067339444247272?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/8844067339444247272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=8844067339444247272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8844067339444247272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8844067339444247272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/decade-of-dedication-jonathan-prawira.html' title='Decade of Dedication Jonathan Prawira'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vsmttMKuI/AAAAAAAAAeo/qhwwNmI-rII/s72-c/Decade.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2527521929443153878</id><published>2008-03-03T19:12:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T19:15:28.594+07:00</updated><title type='text'>Jazz untuk Jogja</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vrd9tMKtI/AAAAAAAAAeg/zNPV7jplhoM/s1600-h/oele.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173487496977984210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vrd9tMKtI/AAAAAAAAAeg/zNPV7jplhoM/s400/oele.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 24 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jazz untuk Jogja&lt;br /&gt;Gitar Oele pun Dilelang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jazz untuk Aceh'' pada tahun 2005 menyumbangkan Rp 200 juta lebih pada korban tsunami di Aceh dan Nias. Dan kini komunitas jazz kembali mengadakan acara itu sebagai wujud kepedulian mereka terhadap korban gempa di Yogya dan Jawa Tengah. Konser ''Jazz untuk Jogja'' itu diselenggarakan lebih dari 50 musikus jazz. Para pencinta jazz menyambut gembira Kerja Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), wartajazz.com, Lembaga Pendidikan Musik Farabi, serta Departemen Pendidikan Nasional itu. Pada konser perdana, Kamis (22/6), terkumpul sumbangan dan dari perolehan tiket Rp 34.450.000. Ada tambahan dari pelelangan gitar akustik Oele Patiselanno yang terjual Rp 15,5 juta. Anggota Komite Musik DKJ yang menjadi ketua pelaksana acara Dwiki Dharmawan menuturkan para musikus tak dibayar sepeser pun. ''Mereka beramai-ramai mendaftarkan diri untuk terlibat dalam konser amal ini,'' katanya menjelang konser. Konser diawali penayangan foto terkini yang melukiskan keadaan korban gempa. Lalu, Jose Rizal Manua naik ke panggung membacakan sajak ''Membaca Tanda-tanda'' karya Taufik Ismail. Berturut-turut tampillah Yeppy Romero (solo gitar kontemporer flamenco), duo piano Shinta &amp;amp; Febby, 3 in 1,  Wicaksono and Derry, Indra Aziz Trio, Chlorophyl, Rio Moreno Latin Combo, dan Mahagenta. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Porak-poranda. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Berikutnya, Dwiki Dharmawan, Imam Prasodjo (penyalur sumbangan), dan Suhadi (Balai Peninggalan Purbakala Indonesia) menjelaskan ke penonton latar belakang konser itu. ''Melalui konser ini, para musikus jazz menyumbang sesuai dengan kemampuan mereka. Namun konser ini juga kami manfaatkan untuk mencari pemilik bakat baru dalam dunia jazz,'' ujar Dwiki. Imam Prasodjo memastikan sumbangan obat-obatan, kasur, dan selimut bakal segera sampai ke sasaran. Adapun Muhadi mengemukakan kerugian besar akibat gempa termasuk kerusakan cagar budaya. ''Banyak peninggalan bersejarah porak-poranda.'' Kemudian tampil Benny Likumahua, Oele Pattiselano, Barry Likumahua, dan Nayendra. Juga Lian Panggabean &amp;amp; Friends, Grovology Feat Tompi, Berta &amp;amp; Dwiki Dharmawan. Menjelang tengah malam giliran Marusya Nainggolan, Bass Trio (Nisha, Indro, Arya), Glenn Fredly, Purwatjaraka, Rieka Roeslan &amp;amp; Friends, Syaharani and the Queen Firework, Hypersax, dan Krakatau. Semalam, pada konser kedua, Sujiwo Tejo, Idang Rasidi, Ireng Maulana &amp;amp; Friend, serta Margie Seger giliran unjuk kebolehan dan kepedulian. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2527521929443153878?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2527521929443153878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2527521929443153878' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2527521929443153878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2527521929443153878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/jazz-untuk-jogja.html' title='Jazz untuk Jogja'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vrd9tMKtI/AAAAAAAAAeg/zNPV7jplhoM/s72-c/oele.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-7891503366248548343</id><published>2008-03-03T19:06:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T19:12:25.192+07:00</updated><title type='text'>Perhaps Love</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vqz9tMKsI/AAAAAAAAAeY/VmHdGF615nY/s1600-h/perhaps.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173486775423478466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vqz9tMKsI/AAAAAAAAAeY/VmHdGF615nY/s400/perhaps.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 22 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview "Perhaps Love"&lt;br /&gt;Kisah Cinta Penuh Warna&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada yang baru dan mengagumkan dari film sineas Mandarin. Kali ini, kekaguman itu terpantik dari film musikal Perhaps Love. Peter Ho-Sun Chan, sang sutradara yang telah membesut Comrades dan Almost A Love Story, tahu betul bagaimana menghasilkan film musikal yang apik. Dia menggaet para pekerja film yang berpengalaman. Dan, lahirlah Perhaps Love yang menelan biaya 10 juta dolar AS itu. Dia menggandeng Peter Pau, peraih Oscar untuk sinematografi terbaik lewat Crouching Tiger, Hidden Dragon, penyanyi terkemuka Hong Kong, Jackie Cheung, dan Takeshi Kaneshiro (House Of Flying Dagger). Lalu, dia mengawinkannya dengan bintang dari daratan China, Zhou Xun (The Little Chinese Seamstres dan Suzhou River). Tak pelak, pepak sudah film yang mendapatkan sentuhan Farah Khan, koreografer dari Bollywood, itu. Film yang mengingatkan pada Moulan Rouge itu juga membutuhkan set desain spektakuler, seperti pengadaan arena sirkus. Juga gaya Broadway, lengkap dengan tarian dan puluhan tembang pengiring. Film ini menceritakan cinta segi tiga yang tak terselesaikan. Namun bukan berarti jalinan kesedihan dan kegembiraan mengalir secara banal.&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kekasih Masa Lalu. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Alkisah, Lin Jian Dong (Takeshi Kanesiro), aktor muda Shanghai yang diorbitkan Nie Wen (Jacky Cheung), bersiborok mata dengan Sun Na (Shou Xun). Sun Na yang telah menjadi bintang dan menjalin hubungan dengan Nie Wen adalah kekasih masa lalu Lin. Dulu, 10 tahun lalu, Lin dan Sun bersatu dalam penderitaan dan perasaan senasib. Kini, amnesia membuat Sun melupakan masa lalu. Termasuk sang kekasih, Lin. Dalam lakon musikal yang dimainkan dan disutradarai Nie Wen, mereka terlibat cinta segi tiga. Perjuangan mereka mendalami peran dan perasaan soal masa lalu Lin membangkitkan kesadaran Sun. Dan, itulah yang jadi sajian utama. Dengan teknik penghadiran masa lalu Lin dan Sun saat dirundung asmara dan mengembalikannya pada masa sekarang, Perhaps Love hadir sebagai sesuatu yang lain, meski tidak baru. Mampukah film yang memanjakan mata penonton karena gambar yang aduhai itu menyatukan kembali cinta Lin dan Sun? Pengakhiran terbuka membuat penonton mempunyai "ruang dialog" untuk menebak atau menafsirkan sesuai dengan penikmatan masing-masing. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-7891503366248548343?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/7891503366248548343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=7891503366248548343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7891503366248548343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7891503366248548343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/perhaps-love.html' title='Perhaps Love'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vqz9tMKsI/AAAAAAAAAeY/VmHdGF615nY/s72-c/perhaps.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-1071309826433295073</id><published>2008-03-03T19:04:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T19:06:05.786+07:00</updated><title type='text'>Pameran Lukisan Peduli Jateng &amp; DIY</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vpettMKrI/AAAAAAAAAeQ/lNX0YdA7GIE/s1600-h/Lukisan.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173485310839630514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vpettMKrI/AAAAAAAAAeQ/lNX0YdA7GIE/s400/Lukisan.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 21 Juni 2006 . BUDAYA&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Membeli Lukisan dengan Paku&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Ada yang menarik dari Pameran Lukisan Peduli Jateng &amp;amp; DIY yang digelar di Crowne Plaza Hotel Jakarta 19-23 Juni 2006. Ke-170 lukisan karya pelukis dari Jateng, DIY, Jember, dan Jakarta itu tidak mengharuskan pembelinya menghargai lukisan dengan sejumlah rupiah. "Tapi pembeli yang berminat bisa menghargainya dalam bentuk material seperti paku, gergaji, tripleks, seng, dan palu," ujar Nuril Arifin Husein selaku penyelenggara, kemarin. Lelang lukisan yang digagas Forum Keadilan dan Hak Asasi Umat Beragama (Forkhagama) itu akan menyumbangkan seluruh hasilnya kepada korban gempa Jateng-DIY. Sebelumnya, Forkhagama telah menyumbangkan Rp 450 juta kepada korban gempa di 17 titik di Jateng-DIY dalam bentuk kebutuhan pokok. Dalam lelang yang dibuka Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman serta dihadiri Gus Dur pada malam sebelumnya, dua lukisan terjual. Masing-masing lukisan berjudul "Merapi" karya Syumidyo Est yang laku Rp 75 juta dan lukisan berjudul "Koi" karya Antock Adikrisdianto yang terjual Rp 55 juta. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Material . &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dengan memasang target lukisan yang akan terjual Rp 500 juta, Nuril berharap bantuan yang diwujudkan dalam bentuk material bahan bangunan itu dapat meringankan beban penderitaan korban gempa. "Kami akan menyalurkannya ke wilayah Wedi, Gantiwarno, Klaten; Tarudin, Sewon, Bantul, Pathuk, dan Imogiri dengan pusat posko bantuan di Perumahan Sawitsari, Sleman," imbuhnya.&lt;br /&gt;Pameran yang menurut rencana akan digilirkan di Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya itu menganut sistem 40 persen untuk pelukis, 10 persen untuk event organizer dan 50 persen disumbangkan untuk korban gempa. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-1071309826433295073?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/1071309826433295073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=1071309826433295073' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1071309826433295073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1071309826433295073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/pameran-lukisan-peduli-jateng-diy.html' title='Pameran Lukisan Peduli Jateng &amp; DIY'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vpettMKrI/AAAAAAAAAeQ/lNX0YdA7GIE/s72-c/Lukisan.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-225733829370482020</id><published>2008-03-03T18:57:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T19:00:11.175+07:00</updated><title type='text'>Friedrich Schiller,</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8voHttMKqI/AAAAAAAAAeI/RvHt3FwOUv8/s1600-h/schiller.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173483816191011490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8voHttMKqI/AAAAAAAAAeI/RvHt3FwOUv8/s400/schiller.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 20 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bahasa Bola Bahasa Dunia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kita hanya menjadi diri kita secara penuh bila berada dalam permainan."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;PETILAN sajak Friedrich Schiller, penyair dari Jerman, mewakili tema pameran foto "Bahasa Bola" di Goethe Hous, Menteng, Jakarta, hingga 8 Juli. Lima puluh foto hasil seleksi dari 4.000 foto karya 25 fotografer Magnum Photo, agensi foto di dunia, itu benar-benar mencerminkan semangat "permainan" tersebut. Lihatlah, hampir semua aktivitas masyarakat bermain bola dari belahan Eropa, Amerika, Afrika, hingga Asia tersajikan. Semua permainan bola di jalanan, tempat parkir, gudang, pabrik, pantai, medan peperangan, hingga selasar tempat peribadatan pun jadi objek bidikan yang menawan. Bola adalah bahasa antarmanusia paling populer di muka bumi. Bahasa bola juga alat komunikasi paling efektif yang mengatasi kendala bahasa.&lt;br /&gt;Para fotografer itu berkeliling dunia, menyinggahi berbagai pojok negeri. Mereka membidik anak-anak, para gadis berjilbab, orang dewasa, olahragawan, agamawan, serdadu, hingga selebritas yang merayakan permainan bola. Marilyn Monroe, misalnya, hadir lewat karya apik Bob Henriques (1959). Dia menandang bola dengan sepatu hak tinggi. Juga Diego Armando Maradona, si Tangan Tuhan, yang merayakan gol di depan para pendukung di Piala Dunia Meksiko karya John Vink (1986). Atau aksi para gadis berjilbab di Iran yang menyepak bola karya Abbas (1998).  Kisah-kisah menarik soal permainan bola atau sesuatu yang menyerupai bola itulah yang mengemuka dalam pameran tersebut. Karya-karya Herbert List (bertahun 1932), Henri Cartier-Bresson (1962), hingga Thomas Dworzak (2001) hadir searus dengan arti sajak Schiller. Ya, kita hanya menjadi diri kita secara penuh bila berada dalam permainan. Dan, permainan itu bernama sepak bola. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-225733829370482020?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/225733829370482020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=225733829370482020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/225733829370482020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/225733829370482020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/friedrich-schiller.html' title='Friedrich Schiller,'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8voHttMKqI/AAAAAAAAAeI/RvHt3FwOUv8/s72-c/schiller.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2098389951135447006</id><published>2008-03-03T18:54:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:56:44.054+07:00</updated><title type='text'>''Zetan'' Teater Mandiri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vnJNtMKpI/AAAAAAAAAeA/i3fzh4viRZI/s1600-h/Zetan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173482742449187474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vnJNtMKpI/AAAAAAAAAeA/i3fzh4viRZI/s400/Zetan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 19 Juni 2006 . BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pentas ''Zetan'' Teater Mandiri&lt;br /&gt;Teror yang Menghibur&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Ada yang segar, cair, dan menghibur dalam lakon teranyar Teater Mandiri berjudul ''Zetan: Setan Berguru Menjadi Pahlawan'' di Graha Bhakti Budaya TIM, Jakarta (17-18/6).  Kali ini pentas sedikit menyempal dari pakem lakon-lakon mereka sebelumnya seperti "War", "Zero", "Jangan Menangis Indonesia", "Zoom" hingga "The Coffin is Too Big for the Hole".  Dalam lakon terkininya, Putu Wijaya sebagai penulis naskah dan sutradara memberi porsi yang sangat luas dalam mengumbar kejenakaan dan tawa, meski trade mark utamanya, yaitu teater teror, tetap menjadi tulang punggung cerita.  Simaklah ketika pertunjukan hendak dimulai. Pembawa acara mengumumkan, Teater Mandiri meminta maaf karena mencuri waktu penonton di tengah kemeriahan penyelenggaraan Piala Dunia.  ''Tapi jangan khawatir, kami akan terus memantau hasil pertandingan antara Iran vs Portugal. Sebelum pertandingan kedua antara Ceko dan Ghana, Anda sudah berada di rumah,'' ujarnya, Sabtu (17/6).  Bukan itu saja. Penonton bahkan diberi keleluasaan untuk memotret sepuas-puasnya. ''Karena Zetan juga ingin menjadi selebriti yang senang dipotret,'' lanjutnya.&lt;br /&gt;Pengumuman itu seketika mendapatkan respons tawa penonton, di antaranya pekerja teater Jajang C Noer dan basis God Bless Donny Fatah. Ketika pertunjukan sudah digelar, kala penonton sudah terbawa irama lakon, tiba-tiba pembawa acara mengumumkan: ''Babak pertama antara Iran vs Portugal kosong-kosong''.  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kembali Menyela . &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Bahkan ketika tokoh Guru yang diperankan Putu Wijaya, Arswendi Nasution, Alung Seroja dan Kardi tengah serius melakoni perannya, sang announcer lagi-lagi menyela. ''Untuk sementara Portugal unggul 1-0 atas Iran''.  Demikianlah lakon "Zetan" mengalir dengan jenaka, penuh kritik, menyentil siapa saja, cair, sekaligus menghibur. Bahkan ada kesan teater teror yang biasanya menjadi andalan dan hafalan Mandiri dinegosiasikan dengan selera penonton.  Ini terlihat ketika 60 menit pertama saat semua tokoh Guru secara bergantian melakukan monolog. Semua monolog yang menohok realita perihal kehidupan dan keadaan para guru di Indonesia disampaikan dengan nyinyir dan jenaka. Baru pada 60 menit berikutnya tokoh Zetan yang dicitrakan dengan sebuah boneka raksasa muncul dari balik layar. Keseriusan dan teror yang masih diselingi kejenakaan kembali hadir.  Lakon "Zetan" intinya berkisah tentang tokoh Zetan yang dimainkan Yanto Kribo, Bambang Ismantoro, dan Ucok Hutagaol yang hendak menuntut ilmu kepada guru. Zetan atau setan atau syaiton itulah yang membuat para guru kelimpungan dibuatnya. ''Bagaimana mungkin setan atau syaiton hendak menjadi muridku dan lebih dari itu, kau mau menjadi pahlawan kemanusiaan,'' pekik Guru kalang kabut ketika Zetan mendatanginya.  Singkat cerita, Zetan lulus cumlaude dan siap ditugaskan ke sebuah wilayah yang penuh dengan kesemrawutan di dunia bernama Indonesia. Sanggupkah Zetan mewujudkan mimpinya menjadi pahlawan di Indonesia? Semudah itukah Zetan menjadi pahlawan yang harus mengorbankan diri untuk kemanusiaan.  Lewat lakon ''Zetan: Setan Berguru Jadi Pahlawan'', ketimpangan dan kebobrokan dunia pendidikan dan guru di Indonesia, diteror lewat lawakan. Hasilnya, 2-0 untuk Portugal. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2098389951135447006?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2098389951135447006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2098389951135447006' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2098389951135447006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2098389951135447006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/zetan-teater-mandiri.html' title='&apos;&apos;Zetan&apos;&apos; Teater Mandiri'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vnJNtMKpI/AAAAAAAAAeA/i3fzh4viRZI/s72-c/Zetan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-1439021772561541637</id><published>2008-03-03T18:50:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:53:17.673+07:00</updated><title type='text'>Pameran Keris Nusantara 2006</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vmiNtMKoI/AAAAAAAAAd4/inR4GpSR2LI/s1600-h/keris.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173482072434289282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vmiNtMKoI/AAAAAAAAAd4/inR4GpSR2LI/s400/keris.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 16 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pameran Keris Nusantara 2006&lt;br /&gt;Paduan Seni dan Spiritualitas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Di tengah hiruk pikuk percepatan teknologi, keris ternyata masih menambat di hati para pencintanya. Tengoklah, misalnya, Pameran Keris Nusantara 2006 yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu (14/6) malam. Lebih dari 200 keris, tombak, pedang, dan berbagai senjata tradisional hasil teknologi tempaan itu dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) hingga 23 Juni. Selain memamerkan puluhan karya para empu masa lalu, dipajang pula karya kontemporer para empu di Jawa dan Madura pada masa kini. Mereka antara lain Sukamdi, Subandi, Yanto, dan Yantono. Dipamerkan pula karya nonkeris berteknologi pamor yang biasa dipakai para pembuat keris. Misalnya, seperangkat gamelan pamor koleksi warga Jakarta asal Belgia, Marc Pieters. Gamelan itu karya perupa asal Solo, Hajar Satoto. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Spiritualitas. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Ada pula beberapa senjata berpamor. Karya itu kreasi penggemar pisau Shukri Bay dan Gus Im, adik bungsu mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Keindahan keris serta tuah yang menyertai itulah yang membuat keris masih digemari. ''Di luar keindahannya, keris mengandung konsep spiritualitas,'' ujar Jacob Oetama, penyelenggara pameran. ''Bahkan pamor keris mengejewantahkan pesan dan fungsi seperti kemakmuran dan menjaga derajat sang pemilik,'' ujar dia. Beberapa kolektor terkemuka menyertakan keris karya empu masa silam milik mereka untuk dipamerkan. Mereka terdiri atas Iwan Joesoef Gading, Wiwoho Basuki, Pudjadi Soekarno, Sani Gondomono, dan pakar keris Ir Haryono Haryoguritno. ''Keris adalah perpaduan seni atau craftmanship, heroisme atau kesatria, dan spiritualitas atau mistik,'' ujar Jusuf Kalla ketika membuka pameran, ''Perpaduan ketiga hal itu yang membuat keris menjadi karya masterpiece.'' Dia berharap pameran itu membuat keris yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia tetap terjaga sebagai ikon Indonesia. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-1439021772561541637?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/1439021772561541637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=1439021772561541637' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1439021772561541637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1439021772561541637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/pameran-keris-nusantara-2006.html' title='Pameran Keris Nusantara 2006'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vmiNtMKoI/AAAAAAAAAd4/inR4GpSR2LI/s72-c/keris.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-1208202379693396759</id><published>2008-03-03T18:46:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:49:12.651+07:00</updated><title type='text'>Asterix and the Vikings</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vlc9tMKnI/AAAAAAAAAdw/yw_XRO_u2O4/s1600-h/Asterix.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173480882728348274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vlc9tMKnI/AAAAAAAAAdw/yw_XRO_u2O4/s400/Asterix.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 15 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Belajar dari Rasa Takut&lt;br /&gt;Preview "Asterix and the Vikings"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Apakah arti sebuah ketakutan bagi seorang manusia? Dari ketakutan seseorang sepatutnya dapat belajar bagaimana seharusnya menjadi berani dan keberanian sejati adalah jika kita benar-benar mampu menaklukkan semua ketakutan. Kurang lebih seperti itulah pesan yang ingin disampaikan Asterix and the Vikings, film animasi layar lebar yang beranjak dari serial komik terkenal Asterix dan Obelix karya Rene Goscinny dan Albert Uderzo. Di tangan Stefan Fjeldmark dan Jesper Moller sebagai sutradara, film yang mengalir lancar itu bahkan tampil dengan ciri komiknya, yaitu penuh kelucuan. Tampaknya dua sutradara itu tahu betul bagaimana memindahkan naskah komik ke dalam versi layar lebar. Hal ini menjadi maklum mengingat mereka adalah pencinta dan pembaca setia Asterix dan Obelix sejak kecil. Sehingga tidak mengherankan jika seolah ada ikatan batin yang kuat antara karya dan kreatornya. Dalam versi komiknya, Asterix dan Obelix yang berasal dari Gaul atau Galilia itu me-mang telah menjadi karya universal. Komik ini telah diterjemahkan ke dalam 103 bahasa dan dialek di dunia. "Bahkan emosi setiap pembaca di belahan Eropa, Afrika, Amerika hingga Asia nyaris sama semua karena ceritanya yang mudah dipahami dan lucu," klaim Fjeldmark yang membutuhkan waktu empat tahun untuk merampungkan film tersebut. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kekinian . J&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ean-Luc Goosens sebagai penulis skenario pun harus mengumpulkan semua edisi komik sejak 1967. Dengan tidak hanya memindahkan bangunan cerita, emosi, aksi, hingga kekocakan versi komiknya, kehadiran Goosens, Fjelmark, dan Moller makin memperkaya versi filmnya.  Misalnya dengan menyesuaikan kondisi kekinian, seperti menghadirkan burung merpati bernama SMS yang mampu mengirimkan SMS layaknya ponsel.  Demikian juga dengan adanya karakter baru seperti Abba dan Criptograf, dii luar karakter lawasnya seperti Asterix, Obelix, Vitalstatix, dan Justforkix serta perang abadinya melawan bangsa Roma. Asterix and the Vikings berkisah tentang pencarian bangsa Viking terhadap makna rasa takut. Bagi bangsa pengembara, penjelajah, dan penakluk seperti bangsa Viking, rasa takut memang tidak ada dalam kamus hidup mereka. Untuk itulah mereka pergi ke Gaul, Prancis, untuk belajar bagaimana rasanya kala takut mendera. Konon, menurut kepercayaan mereka, jika seseorang mengalami rasa takut maka dia akan dapat terbang seperti burung.  Film ini digarap dengan teknologi efek visual beresolusi tinggi.  Film ini menelan biaya 22 juta Euro (sekitar Rp 220 miliar), 1300 shots, lebih dari 100.000 drawings, ratusan set, serta melibatkan 500 kru yang kerja bareng di Prancis dan Denmark. Delapan puluh musisi juga turut menggarap soundtrack. Di antaranya adalah Celine Dion yang menyanyikan "Tous les Secret/Let Your Heart Decide". (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-1208202379693396759?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/1208202379693396759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=1208202379693396759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1208202379693396759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1208202379693396759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/asterix-and-vikings.html' title='Asterix and the Vikings'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vlc9tMKnI/AAAAAAAAAdw/yw_XRO_u2O4/s72-c/Asterix.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6372746311207726889</id><published>2008-03-03T18:36:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:44:57.838+07:00</updated><title type='text'>Konser Amal 5,9 Skala Richter</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vkbNtMKmI/AAAAAAAAAdo/kc1UV_7vduw/s1600-h/gigi5fz.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173479753151949410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vkbNtMKmI/AAAAAAAAAdo/kc1UV_7vduw/s400/gigi5fz.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 13 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Konser Amal Raup Ratusan Juta Rupiah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Usai sudah Konser Amal 5,9 Skala Richter untuk Jogja dan Jateng yang berlangsung secara maraton di Hard Rock Cafe, Minggu (11/6) malam. Pentas dibuka dengan penampilan Gigi yang menggeber "Bumi Menangis" secara akustik. Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas (bas), dan Hendi (drum) langsung membuat penonton yang musti membayar tiket terusan Rp 100 ribu bergoyang mengikuti irama. "Semoga saudara-saudara kita di Jogja dan Jateng diberi kekuatan untuk menata kembali kehidupannya. Meski hanya lewat lagu, semoga tetap tidak mengurangi makna rasa keprihatinan dan kepedulian kami," kata Armand sebelum melanjutkan tembang "Kepastian yang Kutunggu". Selanjutnya, konser yang digagas Komunitas Lesehan Musik dan Pocari Sweat itu menampilkan puluhan grup band debutan hingga papan atas. Seurieus bahkan melelang sampul orisinal kaset albumnya yang masih dalam bentuk dami.&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan pena-waran tertinggi dan keseluruhan hasilnya disumbangkan untuk korban gempa, mereka melantunkan "Tak Ada Cinta yang Lain". Tidak berapa lama setelah Seurieus turun panggung, The Upstairs, Maliq &amp;amp; D'essentials, Element, Tompi, Naif, Kahitna, Jikustik, Marcel, Nidji, dan Pure Saturday bergilir unjuk kepedulian. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Gedung SD. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Sebelumnya, dalam konser yang dimulai pukul 18.00 itu Pocari Sweat mendonasikan Rp 400 juta dalam bentuk dana pembangunan gedung SD untuk daerah Klaten melalui LSM Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil. "Penjualan tiket dalam konser ini juga akan kami sumbangkan sepenuhnya untuk mereka yang berhak menerimanya," papar Andre JO Sumual mewakili Lesehan Musik. Konser yang juga dimeriahkan oleh Samsons, Netral, The Brandals, Tangga, White Shoes &amp;amp; The Couples Company, Ungu, serta dihadiri Tiara Lestari tersebut dipamungkasi dengan penampilan God Bless. Membawakan tembang legendaris "Gitar Tua", "Rumah Kita", dan "Panggung Sandiwara", Ahmad Albar (vokal), Donny Fatah (bas), Ian Antono (gitar), Abadi Soesman (kibor), dan Gilang Ramadhan (drum) masih mampu menunjukkan tajinya. Konser yang tidak membayar semua artis pengisinya itu usai pukul 23.00. Dari penjual-an tiket dan lelang berhasil mengumpulkan Rp 61.680.000. Sehingga keseluruhan dana yang disumbangkan Rp 461.680.000. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6372746311207726889?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6372746311207726889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6372746311207726889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6372746311207726889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6372746311207726889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/konser-amal-59-skala-richter.html' title='Konser Amal 5,9 Skala Richter'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vkbNtMKmI/AAAAAAAAAdo/kc1UV_7vduw/s72-c/gigi5fz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-8326595996202611803</id><published>2008-03-03T18:33:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:35:29.236+07:00</updated><title type='text'>Dangdut</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8viG9tMKlI/AAAAAAAAAdg/UvSNTx7bxZA/s1600-h/dangdut1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173477206236342866" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8viG9tMKlI/AAAAAAAAAdg/UvSNTx7bxZA/s400/dangdut1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 12 Juni 2006. BUDAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dangdut Jawa Memikat Belanda&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;JAKARTA-Setelah Didi Kempot diterima masyarakat Suriname karena musik congdut dan campursarinya, kini giliran Bambang Is membetot perhatian kalayak Belanda. Garuda TV, sebuah saluran televisi di Belanda yang tertarik pada album dangdut Jawa bertajuk Klambi Biru milik Bambang Is. Stasiun televisi yang mengkhususkan menayangkan tembang-tembang etnik Indonesia itu langsung mengikat kontrak single "Klambi Biru" dan "Iki Piye" selama tiga tahun untuk diputar video klipnya. "Ini tidak menutup kemungkinan Garuda TV akan memutar lagu-lagu lainnya yang ada di album ini," terang Bambang di Studio Bais, Bekasi, baru-baru ini. Album anyar tersebut mengusung dangdut Jawa yang dipadukan dengan unsur pop dan melayu dengan menggunakan lirik Jawa ngoko. Pilihan album yang merangkum sepuluh tembang itu bukan tanpa alasan.  Dengan iktikad menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Jawa yang tercermin dalam lirik-liriknya, penyanyi yang mempunyai latar belakang musik klasik itu, bertekad terus menekuni dangdut Jawa.  Menggandeng penyanyi senior Ratih Purwasih dalam album yang beredar di bawah bendera Bais Record, dia yakin albumnya mendapat tanggapan positif di pasar dalam Negeri. Sejauh ini, album yang penataan musiknya dilakukan Dadang S Manaf, Jamil Mirzad, Irman SA, dan Yusuf SW itu, telah laku 5.000 kopi.(G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-8326595996202611803?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/8326595996202611803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=8326595996202611803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8326595996202611803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8326595996202611803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/dangdut.html' title='Dangdut'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8viG9tMKlI/AAAAAAAAAdg/UvSNTx7bxZA/s72-c/dangdut1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4814200555631046910</id><published>2008-03-03T18:25:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:29:53.668+07:00</updated><title type='text'>''Konser Kemanusiaan Peduli Yogya-Jawa Tengah''</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vg7dtMKkI/AAAAAAAAAdY/OWDRwFRftac/s1600-h/Konser+kemanusiian.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173475909156219458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vg7dtMKkI/AAAAAAAAAdY/OWDRwFRftac/s400/Konser+kemanusiian.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 10 Juni 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;200 Artis Konser Peduli Yogya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Dua ratus artis penyanyi solo dan band serta MC akan menggelar ''Konser Kemanusiaan Peduli Yogya-Jawa Tengah'' di Pantai Karnival Ancol, Jakarta, Minggu (11/6) besok. Konser yang akan berlangsung sejak pukul 12.00 hingga 24.00 itu akan disiarkan langsung 11 stasiun televisi pada waktu-waktu tertentu.  Konser kemanusiaan yang menjadi semacam program TV poll itu didukung lebih dari 20 stasiun radio lokal dan nasional serta lebih dari 20 media cetak dan 10 media internet. ''Kami akan melibatkan semua unsur masyarat untuk membantu saudara-saudara kita korban gempa di Yogya dan Jawa Tengah,'' kata Dhani Widjanarko, Ketua Umum Masyarakat Peduli Indonesia (MPI), di Hard Rock Cafe, Jakarta, kemarin.  MPI beberapa tahun lalu juga terlibat penggalangan dana banjir di Jakarta. Adapun pada 9 Januari 2005 menggelar "Konser Kemanusiaan Peduli Aceh". ''Dalam konser untuk Aceh, kami melibatkan 300 artis dan berhasil mengumpulkan dana Rp 4 miliar,'' katanya. Dia memastikan semua keuntungan konser disalurkan ke pihak yang berhak. ''Para artis dalam acara itu tak menerima bayaran sepeser pun,'' ujar Lusy Rahmawati.  Para artis yang bakal ambil bagian antara lain Dewa, Gigi, Sheila on 7, Samsons, Vinna Panduwinata, Ari Lasso, Andien, Iwa K, Sudjiwo Tedjo, AB Three, AFI, BIP Band, Element, Elfas Singer, Garasi, J-Rock, dan KLA Project. Juga Kristina, Marcel, Lusy Rahmawati, Nina Tamam, Nigue, Padi, PAS Band, Pongky Jikustik, Shanty, Teamlo, Tere, Titiek Puspa, Tofu, Ungu, Delon, Miki Idol, dan Seurieus.  MC yang akan memandu antara lain Edwin-Jhodi, Adi Nugroho, Peggy Melati Sukma, Komeng, Rico Ceper, Eko Patrio, Miing, dan Arie Dagienk.  ''Setiap artis solo atau band kami beri kesempatan membawakan satu-dua lagu hit,'' ujar Lusy.  MPI akan menyertakan tim audit independen untuk menjaga kredibilitas penyaluran bantuan. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4814200555631046910?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4814200555631046910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4814200555631046910' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4814200555631046910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4814200555631046910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/konser-kemanusiaan-peduli-yogya-jawa.html' title='&apos;&apos;Konser Kemanusiaan Peduli Yogya-Jawa Tengah&apos;&apos;'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vg7dtMKkI/AAAAAAAAAdY/OWDRwFRftac/s72-c/Konser+kemanusiian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-5941992965733372349</id><published>2008-03-03T18:18:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:25:19.900+07:00</updated><title type='text'>Sheila on 7</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vftNtMKjI/AAAAAAAAAdQ/CjfarXIGivQ/s1600-h/Sheilla.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173474564831455794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vftNtMKjI/AAAAAAAAAdQ/CjfarXIGivQ/s400/Sheilla.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 09 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sheila on 7 Siaran di 100 Radio&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Mengulang sukses tahun lalu, di acara pe-luncuran album terbaru kali ini, Sheila on 7 (So7) mencoba memecahkan rekor Muri. Band Yogyakarta ini akan siaran langsung di 100 radio di Indonesia secara serentak selama satu jam, hari ini (9/6) mulai pukul 16.00 WIB. Tahun lalu tepatnya tanggal 15 April 2005, ketika mempromosikan album The Very Best of - Jalan Terus, So7 melakukan siaran wawancara serentak di 28 radio di seluruh Indonesia. Siaran live dinilai efisien di mata So7, juga label musik yang menaunginya.&lt;br /&gt;Album 507 menjadi judul album ke-5 yang dirilis oleh So7. Yang spesial kali ini, band tersebut akan mendedikasikan seluruh musiknya untuk kota asal mereka, Yogyakarta. Bukan sekadar wawancara, dalam acara bertajuk "Sheila on 100 - Break the Record and for Yogya" ini So7 akan membawakan dua single barunya secara akustik. "Mantan Kekasih" dan "Radio" menjadi pilihan mereka. Dari data terakhir yang diperoleh, jumlah radio yang akan menyiarkan acara tersebut bertambah menjadi 108 stasiun. Siaran serentak via radio itu dapat didengarkan di 55 kota dan daerah di seluruh Indonesia. Sementara itu dalam launching album terbarunya, So7 menggelar konser amal di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu (7/6) malam. Eros, Duta, Adam dan Brian bahkan akan menyumbangkan Rp 100 juta dari hasil penjualan album. Selain menyisihkan rezekinya kepada korban gempa tektonik 5,9 skala Richter yang meluluh lantakkan Yogyakarta dan sekitarnya, So7 melelang lima lagunya.Yaitu "Dan", "Itu Aku", "Shepia", "Tunggu Aku di Jakarta", dan "Berhenti Berharap". Mereka juga melelang sebuah gitar bolong yang ditandatangani keempat personelnya. Dalam konser amal yang berlangsung sederhana namun meriah itu, beberapa tembang hit So7 dibawakan. Di antaranya "Pemuja Rahasia", "Dan", "Itu Aku", "Berhenti Berharap", serta single terbaru "Pemenang" dan "Mantan Kekasih". Tembang "Pemenang" oleh panitia FIFA 2006 dipilih sebagai official song untuk di Indonesia. Album yang masih bernaung di bawah bendera Sony-BMG itu diharapkan mencapai angka penjualan signifikan. ''Dalam catatan kami, So7 adalah satu-satunya band di Indonesia yang berhasil mencatat penjualan per album di atas satu juta kopi untuk tiga album berturut-turut,'' ungkap Jan N Djuhana, Senior A&amp;amp;R Director Sony-BMG Music Entertainment Indonesia. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-5941992965733372349?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/5941992965733372349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=5941992965733372349' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5941992965733372349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5941992965733372349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/sheila-on-7.html' title='Sheila on 7'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vftNtMKjI/AAAAAAAAAdQ/CjfarXIGivQ/s72-c/Sheilla.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-5089235802767774403</id><published>2008-03-03T18:14:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:18:44.613+07:00</updated><title type='text'>Luluk Purwanto and the Helsdingen Trio</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8veRdtMKiI/AAAAAAAAAdI/9Nt37U7_Gx0/s1600-h/luluk.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173472988578458146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8veRdtMKiI/AAAAAAAAAdI/9Nt37U7_Gx0/s400/luluk.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 07 Juni 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Luluk Gelar Kompetisi Jazz&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Luluk Purwanto and the Helsdingen Trio menggelar Jazz Competition bagi para pemusik jazz di seluruh Indonesia. Ajang kompetisi yang mempertemukan para musisi muda itu bertujuan menjaga kontinuitas pemusik jazz di Tanah Air. Kompetisi yang dimulai dengan seleksi kelompok muda itu mewajibkan semua pesertanya memenuhi beberapa syarat. Di antaranya kelompok terdiri atas rhythm section atau jazz combo yang maksimal terdiri atas lima musisi berusia antara 18-30 tahun.  Mengirimkan demo tape dalam bentuk kaset, CD-audio, mini dv, mp3, video, atau format lain. Demo tape berisi lagu standar intrumen tipe medium atau cepat, komposisi orisinal, dan intrumental atau vokal. Pilihan lagu wajib dapat di-download dari http://www.luluk.com/newgeneration.html.  ''Jika lolos dalam babak audisi, para peserta akan kami sertakan dalam concert series 24 Agustus-11 September bersama Luluk Purwanto &amp;amp; The Helsdingen Trio on the Stage Bus,'' terang Luluk Purwanto di Hotel Santika Jakarta, kemarin.  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rp 50 Juta . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Pememang utama akan meraih hadiah sebesar Rp 50 juta. Dengan adanya ajang antarmusisi jazz tersebut, Luluk dan Rene van Helsdingen, suaminya, berharap bakat-bakat jazz di Indonesia akan semakin tumbuh dan berkembang. ''Terlalu banyak bakat-bakat di Indonesia dan saya yakin banyak musisi jazz di sini,'' kata Luluk yang menggandeng Djarum Super untuk memberikan New Generation Mezzo Jazz Award 2006. Meski menyadari penggemar dan pelaku jazz di Indonesia terbatas, pasangan suami istri yang menetap di Amsterdam Belanda tidak ciut nyali untuk melangsungkan kompetisi tersebut. ''Jazz itu untuk siapa saja dan untuk semua orang. Hidup sendiri adalah jazz karena penuh improvisasi dengan segala ekspresinya,'' ungkap Luluk. Ajang yang tidak dimaksudkan untuk ikut-ikutan kompetisi serupa seperti ajang dangdut, lawak, idol-idolan hingga pencarian grup band rock itu, diharapkan menjadi momen penting. ''Kami berusaha untuk melanggengkannya sehingga mampu bergulir setiap tahunnya dan tradisi jazz di Tanah Air tetap terjaga.'' (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-5089235802767774403?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/5089235802767774403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=5089235802767774403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5089235802767774403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5089235802767774403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/luluk-purwanto-and-helsdingen-trio.html' title='Luluk Purwanto and the Helsdingen Trio'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8veRdtMKiI/AAAAAAAAAdI/9Nt37U7_Gx0/s72-c/luluk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-675808506395917859</id><published>2008-03-03T18:12:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:14:29.361+07:00</updated><title type='text'>Ayu Azhari</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vdSNtMKhI/AAAAAAAAAdA/NzB0VALp8aA/s1600-h/Ayu_Azhari_01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173471901951732242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vdSNtMKhI/AAAAAAAAAdA/NzB0VALp8aA/s400/Ayu_Azhari_01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 06 Juni 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ayu Azhari Rilis Album&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keuntungan untuk Korban Gempa&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;BANDUNG - Siti Khadijah Ayu Azhari atau Ayu Azhari tahu benar kondisi memprihatinkan akibat gempa di Yogyakarta dan Jawa Tangah. Karena itulah, ketika merilis album terbaru di Be Mall, Jalan Naripan, Bandung, Minggu (4/6), dia menyatakan akan menghibahkan sebagian keuntungan untuk para korban.  Album dangdut Ada Cinta itu berisi delapan lagu. "Tak perlu saya sebut berapa persen keuntungan penjualan album itu untuk korban gempa Yogya dan Jawa Tengah," ujar istri Mike Tramp itu. "Namun itulah wujud kepedulian saya pada sesama."  Album ketiga yang digarap empat tahun itu, kata dia, berwarna dangdut pop. "Liriknya soal kehidupan antarmanusia dengan segala permasalahannya."  Lulusan Academy of Art Los Angeles, AS, itu akan melanjutkan peluncuran album tersebut ke berbagai ibu kota provinsi lain. Dia menyatakan memilih dangdut pop untuk mempertahankan eksistensi di dunia tarik suara. "Sebab, dangdut lebih dekat dengan selera dengar sebagian besar masyarakat kita."  Dia mengandalkan single hit "Ada Cinta", "Menangislah", dan "Bubuk Cinta" dalam album produksi Maheswara Musik Record itu. "Saya tahu ada nama-nama besar penyanyi dangdut dengan pencinta yang mapan. Namun selalu ada perubahan selera dengar. Dan, album saya memberikan alternatif lain," ujarnya.  Aktris kesayangan almarhum Teguh Karya itu menuturkan sang suami, mantan vokalis White Lion, tak ikut campur sama sekali dalam penggarapan album itu. "Saya menggarap album itu jauh-jauh hari sebelum ada Mike. Namun dia mendukung kreativitas saya." Menurut pendapat Mike, ujar dia, dangdut kaya unsur jenis musik. Misalnya, dari padang pasir, pop, hingga modern. Karena itulah Mike yang kini masih tinggal di Amerika berjanji bakal menggarap album Ayu berikutnya. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-675808506395917859?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/675808506395917859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=675808506395917859' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/675808506395917859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/675808506395917859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/ayu-azhari.html' title='Ayu Azhari'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vdSNtMKhI/AAAAAAAAAdA/NzB0VALp8aA/s72-c/Ayu_Azhari_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-1923835500066464790</id><published>2008-03-03T18:06:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:11:14.369+07:00</updated><title type='text'>Self-Portrait and Other Poetic Reflection,</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vcWdtMKgI/AAAAAAAAAc4/FyxlFz8OnIk/s1600-h/Self+Potrait.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173470875454548482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vcWdtMKgI/AAAAAAAAAc4/FyxlFz8OnIk/s400/Self+Potrait.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 05 Juni 2006 . BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sajak yang Menggelisahkan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;''I'M a girl with a story to tell/Born in heaven/Raised in hell.'' &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bait pembuka sajak ''Self Portrait'' itu karya gadis berusia 18 tahun, siswa kelas III SMU Tarakanita, Jakarta.  Akhir pekan lalu, Amira Woworuntu, begitulah nama gadis itu, meluncurkan buku kumpulan puisi Self-Portrait and Other Poetic Reflection, di Perpustakaan Pendidikan Nasional, Jalan Sudirman, Senayan, Jakarta. Cucu Fuad Hasan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Soeharto, itu memperkenalkan 63 sajak kepada publik.&lt;br /&gt;Maman S Mahayana, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, menyatakan sajak-sajak dalam bahasa Inggris itu menunjukkan kedalaman isi. ''Berbeda dari penulis remaja yang cenderung menulis novel teenlit, Amira menulis puisi dengan tingkat kontemplasi lebih dalam.''  Vira Basuki, penulis novel, juga menyatakan kekaguman. ''Saya semula tak percaya sajak-sajak itu karya seorang remaja. Sajak dengan kematangan perenungan itu sedemikian memesona. Cantik,'' ujar dia, sebelum membacakan sajak Amira berjudul "All My Dreams are Waking Up".  Apa kata Amira? Gadis yang menghabiskan masa kecil di Boston, Massachusset, AS, dan Perth, Australia, itu mengatakan, ''Saya tak tahu apakah karya itu matang atau tidak. Saya cuma menulis apa yang saya rasakan. Tidak lebih.''  Dia menuturkan merasa amat tertekan hidup dalam lingkungan keluarga besar yang sangat menjunjung intelektualitas dan kemandirian. ''Karena itulah saya menulis sajak yang mengisahkan sisi gelap dunia remaja. Tentang hubungan orang tua-anak yang timpang dengan segala kemarahan.''  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keprihatinan . &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Melani Budianta memuji kedalaman isi sajak-sajak yang diterbitkan Kata Penerbit itu. Apalagi Amira piawai memilah birama dan diksi secara tepat.  ''Beneath your poems, rhymes and rhythm tick perfectly,'' ujarnya.  Dia menuturkan sajak ''Destinies Destroyer'', misalnya, memperlihatkan keprihatinan sang penyair. Tersurat secara jelas pula betapa gelap kondisi sosial yang terlihat di matanya.  ''Sebenarnya kegelisahan dalam buku puisi itu kental nuansa protes remaja kebanyakan,'' ujar Fuad Hasan ketika memberikan sambutan.  ''Namun karena diutarakan dengan keras, keluarga besar kami gelisah.'' Hadirin menyambut ucapan itu dengan gelak tawa.  Sementara itu, Amira menyatakan akan menyumbangkan semua keuntungan penjualan buku itu untuk korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-1923835500066464790?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/1923835500066464790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=1923835500066464790' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1923835500066464790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1923835500066464790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/self-portrait-and-other-poetic.html' title='Self-Portrait and Other Poetic Reflection,'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vcWdtMKgI/AAAAAAAAAc4/FyxlFz8OnIk/s72-c/Self+Potrait.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-208325138190568690</id><published>2008-03-03T18:00:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T18:05:45.642+07:00</updated><title type='text'>Ecoutez</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vbNNtMKfI/AAAAAAAAAcw/N2Zn1tuHQig/s1600-h/Ecoutez.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173469617029130738" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vbNNtMKfI/AAAAAAAAAcw/N2Zn1tuHQig/s400/Ecoutez.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 03 Juni 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ecoutes Lempar Album Pop Jazz&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Satu lagi grup band anyar melemparkan album perdananya. Kali ini bukan grup band rock, pop, atau dangdut tapi band pop jazz. Namanya Ecoutes yang berarti dengarkan ini. ''Lebih tepatnya kami cenderung groove,'' tukas Delia, vokalis dan satu-satunya personel perempuan dalam band tersebut. Delia bersama kawan-kawannya, yakni Arya Bima (gitar), Leo Christian (bas), Fajrul Ahsan Fikri (drum), dan Widyo Prastowo (kibor) tidak berkecil hati jika albumnya seandainya bakal "berjarak" dari pasar. ''Musik kami yang ngegroove dan jazzy memang sangat segmented tapi bukan berarti tidak ada pendengar dan penikmatnya,'' imbuh Delia di Fashion Bar, EX-Plaza, kemarin. Album perdana yang mengusung titel Ekute, selain bertujuan menyosialisasikan lafal kata "ecoutez" yang berarti "dengarkan", juga berupaya mengajak pendengar musik terhadap genre alternatif lain. ''Kami tahu musik kami tidak easy listening tapi musik yang butuh penikmatan dari seseorang yang tingkat pendengarannya lebih. Namun inilah pilihan kami,'' tutur Arya.&lt;br /&gt;Album Ekute berisi sepuluh tembang dengan hit andalan berjudul ''Simpan Saja''. Tembang yang bernuansa pop-jazz tersebut merefleksikan kisah cinta yang hampir dapat dipastikan dialami banyak orang. ''Dengan mengusung lirik-lirik yang dekat dengan kisah kehidupan keseharian, kami yakin album ini sangat dapat diterima pendengar musik Indonesia yang beragam,'' imbuh Arya. Selain "Simpan Saja", ada beberapa jagoan lain yang sekarang kerap diperdengarkan stasiun radio seperti "Kasih", "Tunjuk 1 Bintang", dan "Biar Kusimpan".&lt;br /&gt;Pada awalnya, grup band yang berdiri pada tahun 2002 ini bernama A.S.A (Art Soul and Attitude) dan vokalisnya adalah Tompi yang kini bergabung dengan grup Bali Lounge. Dengan mendasarkan pada pilihan musik yang biasa dimainkan Incognito, D'Sound, Earth Wind and Fire dan Jamiroqui, grup ini sempat bertahan beberapa lama. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-208325138190568690?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/208325138190568690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=208325138190568690' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/208325138190568690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/208325138190568690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/ecoutez.html' title='Ecoutez'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vbNNtMKfI/AAAAAAAAAcw/N2Zn1tuHQig/s72-c/Ecoutez.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4705991507351847037</id><published>2008-03-03T17:55:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T17:59:16.716+07:00</updated><title type='text'>Failure to Launch</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vZodtMKdI/AAAAAAAAAcg/VPzCvdF_vpQ/s1600-h/Failure.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173467886157310418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vZodtMKdI/AAAAAAAAAcg/VPzCvdF_vpQ/s400/Failure.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 01 Juni 2006 . BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview "Failure to Launch"&lt;br /&gt;Fenomena Anak Mama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;TOM Dey, sutradara yang pernah sukses menggarap Shanghai Noon dan Showtime, mempunyai jurus jitu menertawakan fenomena anak dewasa yang masih betah tinggal serumah dengan orang tua mereka.&lt;br /&gt;Lewat film Failure to Launch, Dey yang digandeng Scott Rudin sebagai produser, dengan pintar menertawakan fenomena masyarakat Amerika Serikat yang sedang marak saat ini. Melibatkan Tom J Astle dan Matt Ember yang telah menghasilkan puluhan naskah komedi, mereka memulai melakukan riset sebagai langkal awal untuk membangun sebuah naskah yang bernas. Hasilnya, film yang memasang pelakon utama Matthew McConoughey dan Sarah Jessica Parker ini mengalir dengan lancar, menghibur, mendidik tanpa harus menggurui. Sebagaimana banyak artikel yang telah dimuat media terkemuka di Amerika Serikat, fenomena sosial anak dewasa yang masih tinggal serumah dengan orang tuanya memang sedang marak.&lt;br /&gt;Di sana, fenomena tersebut sering disebut adultescents, the boomerang generation, failure to launch dan berbagai julukan minor lainnya. Berangkat dan berpijak dari fenomena masyarakat yang memandang penting arti sebuah kemandirian inilah, film Failure to Launch mengisahkan ceritanya.  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sewa Psikolog . F&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ilm ber-genre romantik komedi ini bercerita tentang Tripp yang diperankan oleh Matthew McConoughey. Laki-laki dewasa berusia 35 tahun ini lebih rela memutuskan hubungan dengan para kekasihnya, jika mereka menghendakinya berpisah dari kedua orang tuanya. Ihwal inilah yang membuat kedua orang tuanya pusing dan menyewa Paula (Sarah Jessica Parker), psikolog profesional, untuk membujuknya hengkang dari rumah demi kemandirian hidupnya.  Paula yang mempunyai catatan rekor mumpuni berhasil "mengusir" para anak dewasa pergi dari rumah orang tua, mulai menyusun strategi. Namun, untuk kasus yang satu ini, psikolog profesional yang mempunyai janji profesional tidak akan pernah jatuh hati apalagi tidur dengan kliennya, harus mengingkari semua janjinya.  Bisa ditebak, proses perkasihan antara psikolog bayaran yang tadinya penuh kepura-puraan dengan Tripp, pelan-pelan menjadi serius. Permasalahan menjadi pelik ketika keduanya benar-benar jatuh hati dan Tripp mengetahui profesi asli Paula. Bagaimanakan kedua orang yang sedang jatuh hati namun berangkat dari sebuah semangat awal yang berbeda mengurai tali kusut permasalahan itu. Lewat film yang sempat menduduki tangga box office ini, keceriaan, keriangan, kejenakaan, kekonyolan sekaligus petuah disajikan dengan simpel. Nama Matthew McConoughey yang melejit lewat film A Time to Kill, Amistad, Sahara dan puluhan film lainnya, bersama Sarah Jessica Parker menjadi jualan utama film ini. Sarah Jessica sendiri dikenal lewat Sex and the City yang telah tiga kali menerima Golden Globe Award tahun 2000, 2001 dan 2003. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4705991507351847037?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4705991507351847037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4705991507351847037' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4705991507351847037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4705991507351847037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/failure-to-launch.html' title='Failure to Launch'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vZodtMKdI/AAAAAAAAAcg/VPzCvdF_vpQ/s72-c/Failure.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4371462686747802312</id><published>2008-03-03T17:52:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T17:54:27.962+07:00</updated><title type='text'>Rantai Bumi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vYidtMKcI/AAAAAAAAAcY/AbpyXx294LY/s1600-h/rantai+bumi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173466683566467522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vYidtMKcI/AAAAAAAAAcY/AbpyXx294LY/s400/rantai%2Bbumi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 31 Mei 2006 . BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview "Rantai Bumi"&lt;br /&gt;Film Laga Tanpa Ketegangan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - "Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti (Kebenaran dan keadilan akhirnya mengalahkan kebatilan)." Adhi Kusumo (Ki Kusumo) mengucapkan bait pemungkas Kidung Suwargaloka itu dan sejenak kemudian memperoleh Mustika Rantai Bumi. Dengan jimat sakti itulah dia menghancurkan musuh besarnya, Ki Guntur Sewu (Marcellino) dan Ki Lodaya Sakti (Brata Santosa). Itulah akhir keteruraian permasalahan dalam film Rantai Bumi yang disutradarai Purnomo A Chakil.  Hitam-putih. Ya, kejahatan pasti dikalahkan kebaikan. Para tokoh antagonis, seperti Hans (Toro Margens), Ki Guntur Sewu, dan Ki Lodaya Sakti serta para antek mereka tak berdaya ketika Mustika Rantai Bumi dalam genggaman Adhi Kusumo.  Pusaka macam apakah Mustika Rantai Bumi, sehingga diburu dan jadi pusat penceritaan dalam film berdurasi 90 menit itu? "Rantai Bumi adalah mustika yang biasanya tersangkut atau termakan hewan di bumi, seperti babi, monyet, dan burung elang," ujar Ki Kusumo, pemeran utama sekaligus produser. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Logika Lemah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; . Kalangan paranormal, ujar dia, mengenal Rantai Bumi sebagai mustika berkekuatan dahsyat. "Mustika itu akan membuat sang pemilik kebal dan sakti," ujar dia, seusai pemutaran perdana film itu di Planet Hollywood, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (28/5).  Film itu akan diedarkan mulai 1 Juni di seluruh Indonesia. Film drama-laga tersebut penuh adegan baku pukul dan suara bom. Namun jangan terlalu berharap menemukan ketegangan. Logika ceritanya pun amat lemah. Juga tak ada penanda yang membedakan adegan kekinian dari adegan ribuan tahun lalu.  Namun Toro Margens menuturkan paling tidak film produksi Putra Kusuma Production itu telah menyemarakkan dunia perfilman Indonesia yang biasanya menjauhi tema laga.  Ki Kusomo pun berharap penonton di daerah bakal menikmati film itu. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4371462686747802312?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4371462686747802312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4371462686747802312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4371462686747802312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4371462686747802312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/rantai-bumi_03.html' title='Rantai Bumi'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vYidtMKcI/AAAAAAAAAcY/AbpyXx294LY/s72-c/rantai%2Bbumi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4333715860943292303</id><published>2008-03-03T17:49:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T17:51:23.869+07:00</updated><title type='text'>Tantowi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vYBttMKbI/AAAAAAAAAcQ/Q6oJqvtN8Jk/s1600-h/Tantowi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173466120925751730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vYBttMKbI/AAAAAAAAAcQ/Q6oJqvtN8Jk/s400/Tantowi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 31 Mei 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tantowi Tampil di AS&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Tantowi Yahya menjadi orang pertama dan satu- satunya dari Indonesia yang bakal tampil di Country Music Association (CMA) Music Festival di Nashville, Tennese, AS. Ajang musik country paling bergengsi di dunia itu kali pertama diadakan tahun 1972. Tantowi bakal meramaikan prapembukaan festival pada 5 Juni, sebelum acara puncak 8-11 Juni. Kemarin, di Upper Room Hotel Nikko, Jakarta, Tantowi menyatakan terkejut. "CMA Music Festival di Nashville adalah ajang penasbihan musikus country di seluruh dunia," katanya. Dia menuturkan Nashville adalah kiblat musik jenis itu. Di kota itu akan berkumpul lebih dari 65 artis ternama di dunia. Para jawara musik yang berakar dari kebudayaan Jerman, Irlandia, dan Prancis itu antara lain Carrie Underwood (American Idol), Trisha Yearwood, Keith Urban (penyanyi country paling populer), dan Rascal Flatt. Tantowi masuk kategori Global Artist Party. Dia akan tampil di panggung The State Broadway bersama artis non-AS. "Saya akan tampil 30 menit dan membawakan enam lagu bersama artis Kanada, Australia, Inggris, dan Belanda."&lt;em&gt;&lt;strong&gt; Diperhitungkan. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dia menuturkan bakal melantunkan tembang "Bengawan Solo" dan "Sebiduk di Sungai Musi" dalam nuansa country. Kakak Helmy Yahya itu telah menghasilkan empat album yang terjual lebih dari 1,2 juta kopi. Dia juga jadi orang nomor satu di Country Music Club of Indonesia (CMCI). Berdasar hal itulah, panitia di Negeri Paman Sam menilai dia layak tampil di ajang bergengsi tersebut. "Dua artis Asia pernah tampil pada acara itu. Matthew &amp;amp; The Mandarin dari Singapura tahun 1980 dan Charlie Nagatami dari Jepang tahun 2004," ujar dia. Dia berharap bisa memperkenalkan nama Indonesia ke tingkat lebih terhormat. "Saya akan membawa pesan kepada mereka betapa di Indonesia sangat banyak penyanyi country. Penggemar musik itu pun tak kalah banyak. Jadi, kelak, nama Indonesia makin diperhitungkan dalam peta musik country dunia." (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4333715860943292303?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4333715860943292303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4333715860943292303' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4333715860943292303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4333715860943292303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/tantowi.html' title='Tantowi'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vYBttMKbI/AAAAAAAAAcQ/Q6oJqvtN8Jk/s72-c/Tantowi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-9052772366337338312</id><published>2008-03-03T17:39:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T17:48:03.531+07:00</updated><title type='text'>Teater Kafe Ide/ nandang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vXQNtMKaI/AAAAAAAAAcI/_nakGPJBYt8/s1600-h/perahu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173465270522227106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vXQNtMKaI/AAAAAAAAAcI/_nakGPJBYt8/s400/perahu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 29 Mei 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tubuh yang Berbicara&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Apa jadinya jika tubuh bebas berpikir? Bebas menafsirkan ruang, waktu, dan segala sesuatu yang merangsangnya bergerak? Itulah yang dieksplorasi Teater Kafe Ide ketika mementaskan lakon Perahu di selasar PKM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten, Sabtu (27/5). Dengan pendekatan acting biomechanics Meyerhold, tak ayal, lakon itu menyempal dari konsep teater mapan dan mengalir dengan jenial. Sutradara sekaligus penulis naskah Nandang Aradea didukung Wan Anwar, Arif Senjaya, dan Ahdi Zakhrul Amri. Mereka mementaskan lakon itu pada 25-27 Mei. Mereka juga akan menggulirkan tontonan itu setiap tanggal 1-5 sejak bulan Juni sampai Oktober. Jika terwujud, itulah lakon teater terlama yang dipentaskan di Indonesia, yakni 33 kali pementasan selama setengah tahun. Dengan setting susunan bambu malang melintang, perancang panggung Otong Iron Durahim menawarkan konsep tak kalah lazim. Tiga belas pemain yang mematangkan diri selama dua bulan menjadikan tubuh mereka menyatu dengan panggung. Mereka berjumpalitan, menungging, menggeliat, terkapar, terjerembap di sesela bambu yang saling berkait. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Martir. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Kemustahilan dan segala ketakmungkinan menjadi energi, spirit, gelegak yang menghidupkan lakon 80 menit itu. Tuturan realitas pentas bukan bertolak dari bahasa verbal. Lakon itu telah membunuh bahasa verbal. ''Buat kami, bahasa verbal sangat represif dan tak sanggup lagi mewadahi aspirasi dan realitas pikiran, perasaan, dan kesadaran. Namun lebih ke emosi arkaik dan naluri bermain,'' ujar Nandang, seusai pementasan yang disaksikan lebih 200 orang itu. Kesan visuallah yang ingin dia sampaikan. Tubuh pun menjadi subjek sekaligus korban. ''Karena tubuh adalah objek dan martir di tengah kekuasaan benda-benda. Karena itulah para aktor mengartikulasikan tubuh mereka di air, di perahu, dan di udara,'' katanya. Pilihan lakon pun bukan tanpa sebab. "Kecenderungan cara berpikir dan bertindak orang Indonesia adalah darat dan melupakan laut. Imajinasi kita adalah darat, bukan laut. Pemerintah kita adalah darat, rakyat kita adalah darat, pikiran kita adalah darat, dan tubuh kita juga darat.'' Lewat Perahu, lewat bahasa tubuh, mereka mengajak penonton menjadi bagian pertunjukan. Lalu, memalingkan pikiran ke laut. Tidak melulu ke darat. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-9052772366337338312?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/9052772366337338312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=9052772366337338312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/9052772366337338312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/9052772366337338312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/teater-kafe-ide-nandang.html' title='Teater Kafe Ide/ nandang'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vXQNtMKaI/AAAAAAAAAcI/_nakGPJBYt8/s72-c/perahu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4534050248675603337</id><published>2008-03-03T17:33:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T17:38:55.202+07:00</updated><title type='text'>Wolfgang Amadeus Mozart</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vU2NtMKZI/AAAAAAAAAcA/q1YMgEncW9Q/s1600-h/mozart_portrait.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173462624822372754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vU2NtMKZI/AAAAAAAAAcA/q1YMgEncW9Q/s400/mozart_portrait.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 27 Mei 2006 . BUDAYA &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;European Camerata Mengenang Mozart&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Festival Seni Budaya Prancis Printemps Francais 2006 Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) Jakarta bekerja sama dengan Delegasi Komisi Eropa dan Chamber Music Series mengenang 250 tahun Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791).  Belum lama ini, European Camerata bersama Jean-Paul Minali-Bella, IG Bagus Wiswakarma, dan Binu D Sukaman memainkan karya komposer kelahiran Salzburg, Austria, itu di Erasmus Huis, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. European Camerata beranggota 18 musikus muda dari berbagai negara Eropa. Mereka anggota tetap London Symphonic Orchestra, Orchestre de l'Opera National de Paris, Chamber Orchestra of Europe, dan Rotterdam Philharmonic. Mereka membuka konser lewat nomor "Divertimento for Orchestra (KV 137) in B Flat Major" yang terdiri atas andante, allegro di molto, dan allegro assai. Ketika nomor itu usai, sekitar 150 penonton memberikan aplaus meriah. Sambutan meriah kembali muncul ketika Laurent Quenelle dan kawan-kawan menyajikan nomor "Simfonia Concertante for Violin, Viola &amp;amp; Orchestra (KV 364) in E Flat Major" yang meliputi allegro maestoso, andante, dan presto.  Kelompok itu merupakan orkestra kamar yang memainkan musik dengan berdiri. Lebih dari sekadar memesona, mereka memberikan penikmatan komposisi Mozart dalam ranah lain.  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Apik&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; . Ansembel itu biasanya memainkan repertoar sangat beragam, dari barok hingga kontemporer, dari Bach, Purcell, Mozart, Dvorjak, Stravinski, Chostakovich, Britten, Bacri, Dusapin, hingga Eschaich. Mereka bukan cuma menyajikan kemampuan teknis bermusik klasik dengan apik. Lewat kemahiran mereka, virtuositas komposisi Mozart benar-benar tersampaikan. Sajian musik itu makin terasa eksotis saat European Camerata berkolaborasi dengan Jean-Paul Minali-Bella (viola), IG Bagus Wiswakarma (violin), dan Binu D Sukaman (soprano). Unjuk kepiawaian mereka ketika memainkan "Exsultate Jubile for Soprano &amp;amp; Orchestra" yang terdiri atas allegro, recitativo, andante dan alegro serta "Symphony No. 29 in A Major (K 210)" yang meliputi allegro moderato, andante, menuetto, dan allegro con spirito makin membius penonton.  Usai tampil di Ibu Kota, European Camerata akan menyuguhkan karya-karya Mozart di Bandung dan Taman Budaya Yogyakarta. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4534050248675603337?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4534050248675603337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4534050248675603337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4534050248675603337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4534050248675603337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/wolfgang-amadeus-mozart.html' title='Wolfgang Amadeus Mozart'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vU2NtMKZI/AAAAAAAAAcA/q1YMgEncW9Q/s72-c/mozart_portrait.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2575158352038456052</id><published>2008-03-03T17:30:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T17:33:20.607+07:00</updated><title type='text'>Yenny Rachman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vTm9tMKYI/AAAAAAAAAb4/ide5Lkjq2Ds/s1600-h/yenny_rachman.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173461263317739906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vTm9tMKYI/AAAAAAAAAb4/ide5Lkjq2Ds/s400/yenny_rachman.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 22 Mei 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Yenny Rachman Ketua Parfi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Sebagaimana diduga banyak pihak, Yenny Rachman akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) periode 2006-2010. Memperoleh dukungan 306 suara, Yenny mengungguli dua kandidat lainnya, yaitu aktor Piet Pagau (96 suara), dan Kamil Marvin (86 suara). Dalam Kongres Parfi XIII yang berlangsung di Manhattan Hotel, Jakarta 18-19 Mei, Deddy Mizwar dipilih sebagai Ketua Majelis Perwakilan Anggota (MPA). Deddy berhasil menyisihkan kandidat Nizar Zulmi, Eva Roosdiana Dewi, Mardali Syarif, dan Kaharuddin Syah. Terpilihnya aktris tahun 70 dan 80-an ini memang telah diduga sebelum kongres yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut digelar. Eva Roodiana Dewi, mantan Ketua Umum Parfi periode sebelumnya, juga mendukung atas terpilihnya Yenny Rachman. ''Tidak penting lagi siapa yang menjadi Ketua Parfi selama ia concerned dan sepenuhnya mencurahkan perhatian bagi perkembangan perfilman Indonesia,'' kata Eva Roosdiana. Yenny mengimbau seluruh peserta kongres dan anggota Parfi untuk mengikatkan visi dan misi bersama. ''Ini adalah moment bagi kita para insan film untuk bersatu padu membangun serta meningkatkan derajat dan martabat budaya bangsa Indonesia lewat film,'' kata dia.&lt;br /&gt;Yenny berjanji akan langsung melakukan kunjungan ke daerah-daerah untuk melakukan konsolidasi sekaligus mengajak pemerintah daerah untuk mendorong kebangkitan film di daerah masing-masing. ''Saya juga sekaligus menegaskan, dan ini harus ditulis dengan tinta emas, bahwa film Indonesia tidak akan mati.'' (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2575158352038456052?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2575158352038456052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2575158352038456052' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2575158352038456052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2575158352038456052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/yenny-rachman.html' title='Yenny Rachman'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8vTm9tMKYI/AAAAAAAAAb4/ide5Lkjq2Ds/s72-c/yenny_rachman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2287018739219119716</id><published>2008-03-03T15:27:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T15:32:58.230+07:00</updated><title type='text'>Davinci Code</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u3mNtMKWI/AAAAAAAAAbo/NnhNfVsNSBw/s1600-h/DaVinci_Code.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173430464107260258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u3mNtMKWI/AAAAAAAAAbo/NnhNfVsNSBw/s400/DaVinci_Code.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 19 Mei 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview Da Vinci Code&lt;br /&gt;Tafsir Lain soal Yesus&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Film Da Vinci Code yang berdasar novel karya Dan Brown menyajikan tafsir sejarah yang memicu kontroversi. Dan, sutradara Ron Howard menyuguhkannya menjadi tontonan penuh kejutan dan menegangkan. Film ini menimbulkan pro-kontra di Vatikan, Filipina, dan India. Namun di Indonesia, film karya sutara dara pearih Oscar lewat A Beautiful Mind dan Apollo 13 itu bakal dipertontonkan mulai hari ini.  Film ini berkisah tentang perseteruan antara kaum agamawan Katolik versus Kesatria Templar. Para agamawan merasa harus tetap setia menjaga nilai kesucian Yesus Kristus. Sementara itu, para kesatria yakin ada keturunan Yesus yang masih hidup. Para agamawan pun memburu keturunan Yesus yang diyakini terlahir dari rahim Maria Magdalena. Mereka ingin memusnahkan sang anak itu untuk menjaga kesucian Yesus. Gambaran bahwa Maria Magdalena diperistri Yesus dan hamil, kemudian diselamatkan Kestaria Templar menjelang penyaliban Yesus itulah yang menimbulkan kontroversi. Akting Tom Hanks sebagai Profesor Robert Langdon, ahli simbologis, pun sungguh elok. Permainan Audrey Tautou, Ian McKellen, Alfred Molina, Jurgen Prochnow, Paul Bettany, dan Jean Reno juga tak kalah apik. Film thriller ini berlatar Paris, London, dan Skotlandia. Lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci menjadi penaut setiap petunjuk untuk merujuk ke petunjuk lain yang penuh teka-teki. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2287018739219119716?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2287018739219119716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2287018739219119716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2287018739219119716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2287018739219119716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/davinci-code.html' title='Davinci Code'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u3mNtMKWI/AAAAAAAAAbo/NnhNfVsNSBw/s72-c/DaVinci_Code.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-3755904349477972951</id><published>2008-03-03T15:25:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T15:27:11.646+07:00</updated><title type='text'>Rantai Bumi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u2GdtMKVI/AAAAAAAAAbg/QbmyAL8yIHM/s1600-h/rb.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173428819134785874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u2GdtMKVI/AAAAAAAAAbg/QbmyAL8yIHM/s400/rb.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Rabu, 17 Mei 2006 . BUDAYA&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Film Laga dalam Kepungan Drama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Satu lagi film Indonesia siap diluncurkan ke pasaran. Film Rantai Bumi besutan Purnomo A Chakil itu agak menyempal dari genre film kebanyakan. Film laga itu memasang paranormal Ki Kusumo sebagai pemeran utama.  Film produksi Putra Kusuma Production berdurasi 90 menit itu dipenuhi adegan baku pukul, baku tembak, dan kebut-kebutan, dengan bumbu ledakan di sana-sini. High light di Musro, Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin, dihadiri para pendukung utama, seperti Torro Margens, Ki Kusumo, Kiki Amalia, dan Marcellino.  Alkisah, Rantai Bumi atau Rantai Bsabi dipercaya sebagai mustika yang memiliki kekuatan mahadahsyat dan membuat digdaya sang pemilik. Perebutan mustika itulah yang menjadi sentral penceritaan. Film itu akan diedarkan mulai 1 Juni.  "Kami mengangkat legenda itu semata-mata karena keprihatinan melihat generasi muda lebih kenal legenda mancanegara," kata Ki Kusumo yang juga menjadi produser.  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Nasib Baik . &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Apakah film itu bakal diterima penonton Indonesia di tengah kepungan film drama remaja seperti Eskul, Heart, D'girls Begins, Gue Kapok Jatuh Cinta, hingga Maskot? Ki Kusumo menjawab, "Setiap film mempunyai nasib masing-masing. Saya yakin film ini bernasib baik dan akan mendapat sambutan positif."  Torro Margens, aktor senior yang menjadi tokoh antagonis dalam film itu, berpendapat sama. "Bisa jadi penonton Indonesia sudah bosan dengan film drama remaja dan akan melirik film ini," ujar dia. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-3755904349477972951?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/3755904349477972951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=3755904349477972951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/3755904349477972951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/3755904349477972951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/rantai-bumi.html' title='Rantai Bumi'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u2GdtMKVI/AAAAAAAAAbg/QbmyAL8yIHM/s72-c/rb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4989766371520449802</id><published>2008-03-03T15:19:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T15:22:19.406+07:00</updated><title type='text'>TOTO</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u1BdtMKUI/AAAAAAAAAbY/l2mC9-3SCPA/s1600-h/toto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173427633723812162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u1BdtMKUI/AAAAAAAAAbY/l2mC9-3SCPA/s400/toto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 12 Mei 2006 . BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;TOTO Pastikan Konser di Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-TOTO kembali memastikan diri untuk menggelar konser mereka di hadapan publik Jakarta. Kamis (11/5) kemarin, Bobby Kimball (vokal), Steve Lukather (gitar, vokal), David Paich (kibor, vokal), Greg Phillinganes (kibor, vokal), Simon Phillips (drum, perkusi), dan Mike Porcaro (bas) telah menginjakkan kaki mereka di bandara Soekarno-Hatta.  Kehadiran salah satu grup legendaris dunia ini dalam rangka TOTO Falling in Between World Tour.  Setelah sebelumnya mereka menggelar konser di Jepang, Timur Jauh, dan Australia, kini giliran di Jakarta," ujar Arief, mewakili Original Production, promotor yang mendatangkan grup tersebut.  Konser yang akan digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (14/5) mulai pukul 20.00 itu akan berlangsung tanpa band pembuka. Meski tiket dijual seharga Rp 1.500.000 (kelas khusus terbatas), Rp. 750.000 (platinum), Rp. 550.000 (gold), Rp 350.000 (silver), dan Rp. 200.000 (festival), tanggapan penonton tetap tinggi. "Sampai saat ini penjualan tiket lumayan dan biasanya penonton Indonesia kan senang memborong pada hari H," kata Arief.  Selain akan tetap membawakan tembang-tembang everlasting seperti "I'll Be over You", "Africa", "99", "Rosanna", "Out Love", "Lea", dan "Anna", TOTO juga akan mempromosikan album baru mereka yang berjudul Falling in Between.  Berkenaan dengan pembatalan konser TOTO di Surabaya yang rencananya akan digelar di Shangri-la Ballroom, Jumat (12/5), Tommy Pratama dari Original Production menjelaskan hal itu hanya masalah teknis dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kendala keamanan.&lt;br /&gt;"Mereka (TOTO-Red) tahu kok kondisi Indonesia pada umumnya baik-baik saja," ujar Tommy yang jupa pernah suksus mendatangkan Megadeth, Air Supply, Deep Purple, dan Uriah Heep. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4989766371520449802?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4989766371520449802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4989766371520449802' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4989766371520449802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4989766371520449802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/toto.html' title='TOTO'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u1BdtMKUI/AAAAAAAAAbY/l2mC9-3SCPA/s72-c/toto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-7207977207944912611</id><published>2008-03-03T15:16:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T15:19:01.191+07:00</updated><title type='text'>Poseidon</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u0HdtMKTI/AAAAAAAAAbQ/mg20MTfEQyk/s1600-h/Poseidon.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173426637291399474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u0HdtMKTI/AAAAAAAAAbQ/mg20MTfEQyk/s320/Poseidon.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kamis, 11 Mei 2006 . BUDAYA&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview Film "Poseidon"&lt;br /&gt;Pornografi Ketegangan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Wolfgang Petersen selalu punya banyak cara untuk menciptakan ketegangan dalam film. Setelah sukses lewat Troy, The Perfect Strom, dan Air Force One, sutradara yang mendunia lewat karya fenomenal Das Boot itu kembali hadir lewat film teranyar, Poseidon. Film berdasar novel Paul Gallico itu tidak hanya menghadirkan ketegangan. Ia juga menawarkan efek visual yang mencekam. Tak berlebihan bila film yang mengisahkan tentang kapal pesiar yang tertelan keganasan ombak lautan itu diramalkan menjadi box office. Dikisahkan, Poseidon, kapal pesiar nan megah dan raksasa, berlayar di Laut Atlantik Utara pada pergantian malam tahun baru. Di balik segala kemewahan perayaan dan kesenangan di atas kapal supermewah itu, diam-diam bencana besar mengintip. Ombak mahadahsyat setinggi puluhan meter datang tiba-tiba dan secepat kilat menuju ke Poseidon. Tepat setelah tahun berganti, ketika terompet usai ditiup ditingkahi sorak-sorai, ombak menghantam. Sedetik kemudian kegembiraan beralih rupa jadi petaka. Poseidon terbalik. Sekelompok kecil penumpang terlibat drama untuk mempertahankan hidup. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jungkir Balik&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; . Beberapa berikhtiar menjadi pemimpin, pengikut, sekadar panik, hendak menyerah, atau menampik pasrah. Semua jungkir balik, silang sengkarut.  Dylan Johns (Josch Lucas), Conor (Jimmy Bennet), Maggie (Jacinda Barret), Robert Ramsey (Kurt Russel), Jennifer (Emmy Rossum), dan Christian (Mike Vogel) bermain secara wajar.  Wolfgang Petersen meracik efek visual dan kekuatan drama dari skenario Mark Protosevich menjadi "pornografi" ketegangan yang mencekam. Lewat film itu, dia seperti hendak berpesan bahwa betapapun kekuatan alam tak akan pernah bisa ditandingi manusia. Bahkan juga tidak oleh teknologi supercanggih. (G20-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-7207977207944912611?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/7207977207944912611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=7207977207944912611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7207977207944912611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7207977207944912611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/poseidon.html' title='Poseidon'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8u0HdtMKTI/AAAAAAAAAbQ/mg20MTfEQyk/s72-c/Poseidon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6055749459866386003</id><published>2008-03-03T15:09:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T15:11:55.350+07:00</updated><title type='text'>Mus Mujiono</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8uyeNtMKSI/AAAAAAAAAbI/DMI6nyXPrlM/s1600-h/Mus_Mujiono.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173424829110167842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8uyeNtMKSI/AAAAAAAAAbI/DMI6nyXPrlM/s400/Mus_Mujiono.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 10 Mei 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;''Lili Meko'', Album Baru Rasa Lama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Mus Mujiono, salah seorang seniman musik senior Indonesia, mempunyai rumusan khusus untuk meraih kesuksesan dalam industri musik.  ''Promosi, timing, dan eksistensi penyanyi menjadi kunci utama, di luar sensasi,'' katanya seusai berduet dengan penyanyi baru Lili Meko, di Score, Cilandak Town Square, kemarin. Mus Mujiono yang diajak berkolaborasi oleh Lili Meko dalam album barunya berjudul Lili Meko, kemudian menceritakan alasannya mau diajak bekerja sama. ''Dia mempunyai talent yang bagus dan kemauan keras untuk 'bertarung' di indsutri musik yang tidak ramah,'' imbuhnya. Mus Mujiono mengaransemen tembang "Mutiara di Atas Karang" yang ada dalam album berisi sepuluh lagu tersebut. Selain nama Mus Mujiono, cameo lain yang dilibatkan dalam album yang diedarkan di bawah bendera Malta Musik Indonesia ini adalah Adjie Sutama, Beby Romeo, dan The Gift Band. Dengan mengusung corak musik aneka warna antara pop, pop kreatif, slow rock, hingga R&amp;amp;B, baik Mus Mujiono maupun Lili yakin albumnya akan mendapatkan sambutan positif. ''Tidak ada yang benar-benar tahu selera pasar. Saya hanya berdoa semoga pasar menerima musik saya,'' ujar Lili. Denny Sakrie, salah satu pengamat musik Indonesia mengamini apa yang dikatakan Lili. Menurut dia, musik yang dianggap tidak bermutu sekalipun jika dilempar ke pasaran belum dapat dipastikan akan ditolak. Demikian pula sebaliknya. ''Karena industri musik tidak bisa diprediksi,'' kata dia. Mus Mujiono kemudian mencontohkan, pada tahun 80-an tidak ada yang benar-benar dapat memperkirakan jika Trie Utami, Atiek CB, January Christy, Malida, dan beberapa nama lainnya akan sukses pada masa itu. ''Namun musik pop tahun 80-an mempunyai kecenderungan berusia panjang,'' kata Mus. Dengan alasan itu pula Lili Miko membungkus album barunya dalam nuansa pop 80-an. Album baru dengan rasa lama. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6055749459866386003?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6055749459866386003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6055749459866386003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6055749459866386003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6055749459866386003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/mus-mujiono.html' title='Mus Mujiono'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8uyeNtMKSI/AAAAAAAAAbI/DMI6nyXPrlM/s72-c/Mus_Mujiono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-5321561159025334306</id><published>2008-03-03T14:58:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T15:03:28.981+07:00</updated><title type='text'>"Heart"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8uwkdtMKRI/AAAAAAAAAbA/EcguE0wF8QQ/s1600-h/HEART.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173422737461094674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8uwkdtMKRI/AAAAAAAAAbA/EcguE0wF8QQ/s400/HEART.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 09 Mei 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview Film "Heart"&lt;br /&gt;Bias Cinta dan Sayang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Apa beda cinta dan sayang? Dalam film Heart, sutradara Hanny R Saputra mengisahkan bias antara cinta dan sayang yang sangat tipis. Berbeda dari filmnya yang terdahulu, seperti Virgin dan Mirror, Hanny berbekal skenario Armantono kali ini mengunjukkan eksplorasi penuh semangat. Alkisah, Rachel (Nirina Zubir) sejak kecil bersahabat dengan Farel (Irwansyah). Hingga dewasa rasa sayang menyelimuti hati mereka. Suatu saat Farel bercerita kepada Rachel bahwa dia mencintai Luna (Acha Septriasa). Rachel mendukung, meski api cemburu membakar hati. Ternyata Luna menderita sirosis hati dan membutuhkan donor hati. Silang perasaan antara menyayangi dan mencintai sahabat sejati itulah yang jadi titik sentral film ini. Hanny tak menghadirkan kesedihan melulu melalui kisah itu. Sutradara yang mengantarkan Virgin meraih Piala Antemas - penghargaan atas perolehan penonton terbanyak di bioskop pada FFI 2005 - itu mampu menyajikan kesatuan berbagai anasir. Akting pemeran, tata artistik, kamera, dan suara, serta kostum dan ilustrasi musik pun menjadi kesatuan yang utuh. Tak pelak, film ini berhasil "bicara" dengan cara tersendiri. Apalagi Nirina Zubir, pelakon utama yang bermain pula dalam Mirror, bermain dengan wajar. Dukungan musik film drama romantik ini pun tak main-main. Anto Hoed dan Melly Goeslaw melibatkan kelompok orkestra andal dari Beijing, Members of China Philharmonic Orchestra. Tak berlebihan jika Chand Parwez Servia, produser dari Starvision, bertekad mengikutsertakan film ini ke Cannes Film Festival 2006. (G20-53)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-5321561159025334306?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/5321561159025334306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=5321561159025334306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5321561159025334306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5321561159025334306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/heart.html' title='&quot;Heart&quot;'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8uwkdtMKRI/AAAAAAAAAbA/EcguE0wF8QQ/s72-c/HEART.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-1493595280174280298</id><published>2008-03-03T14:51:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T14:58:16.852+07:00</updated><title type='text'>ROBERT Knoth,</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8uu99tMKQI/AAAAAAAAAa4/6hRPmJthhOQ/s1600-h/C-15.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173420976524503298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8uu99tMKQI/AAAAAAAAAa4/6hRPmJthhOQ/s400/C-15.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 05 Mei 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pameran Foto Korban Chernobyl&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ROBERT Knoth, fotografer yang memenangi Honorable Mention World Press Photo 2006, tahu betul bagaimana mengabadikan para korban tragedi. Dan 50 foto hitam-putih karyanya yang membidik korban kebocoran reaktor nuklir Chernobyl 20 tahun lalu di Uni Soviet menjadi bukti. Dia memaerkan karya itu di Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA), Jalan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Karya-karya Knoth menggambarkan betapa tragedi Chernobyl merupakan salah satu kasus dari rangkaian kecelakaan nuklir dengan efek kerusakan terparah selama 45 tahun terakhir. ''Tema yang diangkat Knoth juga erat berkait dengan masalah yang terjadi saat ini, yakni perubahan cuaca dan penghematan energi,'' ujar Dyah Kusumawardani dari GFJA, kemarin. Pameran yang akan dibuka secara serentak di 30 kota di seluruh dunia itu diprakarsai Greenpeace. ''Di Jakarta, Greenpeace Asia Tenggara menggandeng GFJA,'' katanya. Karya yang dipamerkan pada 9-14 Mei mulai pukul 10.00 itu berkisah tentang korban bencana nuklir dan percobaan atom di empat tempat di bekas wilayah Uni Soviet. korban Chernobyl harus hidup dengan berjuta masalah sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesehatan. Berbagai hal itu sangat memengaruhi cara dan perilaku hidup keseharian mereka. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Prestisius . &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Knoth memotret di Mayak, Semipalatinsk, dan Tomsk. Karya itu dimuat dalam majalah fotografi prestisius di Inggris, Foto8, edisi Maret 2006, dengan tajuk "Annya: Chernobyl Certificate No. 000358". Karya-karya itu juga dihadirkan dalam pameran. ''Karya Knoth bisa jadi bahan perbandingan bagi dunia fotografi di Indonesia,'' kata Ketua GFJA Oscar Matulloh. Oscar menuturkan pameran itu bukan sekadar yang pertama dan satu-satunya yang diselenggerakan secara serentak di 30 kota di dunia pada waktu yang sama. ''Lebih dari itu, pameran tersebut mengemban misi penting bahwa liputan serius yang dikerjakan dengan hati pasti membuahkan sesuatu yang berguna.'' Knoth, kata dia, adalah fotografer features dan dokumentasi sosial. Knoth juga menjadi relawan Greenpeace. ''Kendati bukan fotografer hot spot, kejeliannya dalam fotografi features dan dokumentasi diandalkan.'' (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-1493595280174280298?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/1493595280174280298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=1493595280174280298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1493595280174280298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1493595280174280298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/robert-knoth.html' title='ROBERT Knoth,'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8uu99tMKQI/AAAAAAAAAa4/6hRPmJthhOQ/s72-c/C-15.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-7216719818350848112</id><published>2008-03-03T14:33:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T14:51:12.543+07:00</updated><title type='text'>Mission Imposible III</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8utUttMKPI/AAAAAAAAAaw/rYFk8rmqp90/s1600-h/mi3_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173419168343271666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8utUttMKPI/AAAAAAAAAaw/rYFk8rmqp90/s400/mi3_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 03 Mei 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mata-mata Juga Manusia&lt;br /&gt;Mission Imposible III&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;AGEN rahasia Ethan Hunt kembali datang dalam Mission Imposible III . Sang agen yang dihadirkan dengan sentuhan lebih manusiawi itu tetap diperankan Tom Cruise. Dalam fil besutan sutradara JJ Abrams berdasar serial televisi populer karya Bruce Geller itu, Ethan sudah menjadi seorang suami. Alkisah, Ethan Hunt (Tom Cruise) telah pensiun. Dia menjadi pelatih agen baru Imposible Mission Force (IMF) dan bertunangan dengan si cantik Julia (Michele Monaghan). Namun sepengetahuan Julia, Ethan adalah ahli lalu lintas jalan raya. Tak lebih dari itu.  Kepergian ke seminar itu sebenarnya adalah dalih bagi Ethan agar bisa ke Berlin membebaskan agen IMF yang ditawan penjahat. Namun agen muda itu tak tertolong. Sebab, bom yang tertanam dalam kepala sang agen meledak. Ketegangan demi ketegangan memuncak. Ethan berencana menangkap dedengkot penjahat yang psikopat. Untuk kali kedua dia meminta izin pergi beberapa hari. Namun Julia mulai curiga dan menyelidiki siapa sebenarnya Ethan yang telah menjadi suaminya itu. Film itu bakal diedarkan secara serentak di seluruh Asia mulai hari. Cruise masih menjadi jualan utama. Tiga kali dia diunggulkan meraih Academy Award lewat Born on the Fourt of July, Magnolia, dan Jerry Maguire. The International Motion Picture Almanac'c Quigeley Poll tujuh kali menetapkan dia sebagai pencetak uang terbanyak. Cruise yang melejit lewat film Top Gun (1986) tak sendirian mengangkat film itu. Lawan mainnya, Philip Seymour Hoffman, juga baru saja meraih Academy Award sebagai aktor terbaik lewat Capote. ''Film ini bukan tentang dunia agen rahasia, melainkan tentang mata-mata yang mempunyai sisi kehidupan lain di luar pekerjaannya,'' kata Cruise yang menjadi produser film itu.  Dia menegaskan bahwa mata-mata itu juga manusia. Mereka berhak berkeluarga dan hidup bahagia. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-7216719818350848112?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/7216719818350848112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=7216719818350848112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7216719818350848112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7216719818350848112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/03/mission-imposible-iii.html' title='Mission Imposible III'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8utUttMKPI/AAAAAAAAAaw/rYFk8rmqp90/s72-c/mi3_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2019049915276920463</id><published>2008-02-27T14:59:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T15:06:10.147+07:00</updated><title type='text'>Ananda Sukarlan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UZKz6I0kI/AAAAAAAAAao/0ulUYv3v0Rg/s1600-h/Ananda+S.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171567420628324930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UZKz6I0kI/AAAAAAAAAao/0ulUYv3v0Rg/s400/Ananda+S.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 23 Maret 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Denting Piano yang Melenakan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Apalagi yang mau dikatakan tentang Ananda Sukarlan, satu-satunya orang Indonesia yang diabadikan da-lam buku prestisius 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century. Buku yang diterbitkan The International Biographical Center of Cambridge tersebut berisi riwayat hidup 2.000 figur yang berdedikasi dalam berbagai profesi musik. Lihatlah, ketika Ananda menarikan kesepuluh jemarinya dengan lincah di atas tuts piano di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Rabu (21/3) lalu. Semua penonton yang menyesaki ge-dung kesenian paling bergengsi di Jakarta itu dibuat terkesima oleh kemahirannya. Terlebih pada saat nomor mi-lik D Shostakovich bertitel "Prelude &amp;amp; Fuque op 87 No 4 in E Minor" yang usai dihantarkannya, semakin melenakan penonton. ''Shostakovic adalah musikus dari Rusia yang semasa hi-dupnya di bawah tekanan Sta-lin,'' ujar pianis yang juga kerap tampil di hal-hal terhormat di dunia seperti di Concertgebouw Amsterdam dan Philharmonies Berlin. ''Karena mungkin dinilai terlalu berat oleh Stalin dan mengajak orang untuk berpikir, musiknya dianggap membahayakan negara. Kalau Stalin dari dulu tahu di Indonesia ada dangdut mungkin dia akan mengimpornya,'' imbuhnya yang langsung disambut gelak tawa pe-nonton. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jenius. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Ya, Ananda Sukarlan, pianis jenius dengan segudang reputasi internasional, dengan catatan prestasi yang telah mendunia ini ''pulang kampung''. Dalam re-sital pianonya kali ini, dia menggelar ''2006, Triple Anniversaries'' yang merangkum 250 Tahun Mozart, 100 Tahun Shostakovich, 70 Tahun Trisutji Kamal. Pada komposisi milik Mozart, Ananda membawakan "Sonata in A Minor, K.310", yang masing-masing terdiri atas Allegro Maestoso, Andante Cantabile Con Espressione, dan Presto. Demikianlah Ananda yang namanya juga tercatat dalam buku ''The International Who's Who in Music'' memaparkan setiap komposisi demi komposisi.  Dengan linear namun melenakan, Ananda menyajikan musik dalam nuansa penikmatan yang lain. Demikian halnya ketika Ananda membawakan komposisi milik pianis senior Indonesia, Trisujti Kamal. Nomor-nomor soundtrack film-film lawas seperti "Ballada Palupi" (Apa yang Kau Cari, Palupi?), "Idyll" (Yang Kembali Bersemi), "Intermezzo" (Sekuntum Duri), dan "Wanita" (Jangan Ambil Nyawaku) juga dibawakannya. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2019049915276920463?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2019049915276920463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2019049915276920463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2019049915276920463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2019049915276920463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/ananda-sukarlan_27.html' title='Ananda Sukarlan'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UZKz6I0kI/AAAAAAAAAao/0ulUYv3v0Rg/s72-c/Ananda+S.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-1150880101482948894</id><published>2008-02-27T13:58:00.002+07:00</published><updated>2008-02-27T14:10:22.447+07:00</updated><title type='text'>Tower Of Power (TOP)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UL5T6I0iI/AAAAAAAAAaY/KuTmfEv3MbI/s1600-h/TOP.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171552826329453090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UL5T6I0iI/AAAAAAAAAaY/KuTmfEv3MbI/s400/TOP.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 04 Maret 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dari Pentas Java Jazz&lt;br /&gt;TOP Menjadi Magnet&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;TAMPIL di panggung utama Dji Sam Soe Hall atau yang biasa disebut Plennary Hall, Tower Of Power (TOP) menyedot perhatian penikmat jazz yang memadati Jakarta Convention Center, semalam. Ya, perhelatan musik akbar bertajuk Jakarta International Java Jazz Festival (JIJJF) 2006 telah dimulai dan akan terus menyuguhkan lebih dari 1.000 pemusik hingga Minggu (5/3) besok. TOP yang berasal Oakland, California, AS, langsung mengantarkan musik campuran jazz, funk, rock dan soul. Pamor bermusik mereka yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam blantika jazz dunia masih menyala. Emilio Castillo (saksofon tenor, vokal), Stephen "Doc" Kupka (saksofon bariton), Rocco Prestia (bas), Adolfo Acosta (trumpet, flugelhorn), Tom Politzer (saksofon tenor), David Garibaldi (drum), Roger Smith (kibor), Jeff Tamelier (gitar, vokal), Mike Bogart (trumpet, flugelhorn, vokal), dan Larry Braggs (vokal utama), mampu menyihir ratusan penonton untuk menekuni sajian musik mereka. Grup jazz yang pernah bekerja bareng Elton John, Rod Stewart, Dionne Warwick bahkan mampu memengaruhi Sting pada awal karier bermusiknya ini, benar-benar menunjukkan tajinya. Sehingga tidak mengherankan jika penonton yang disuguhi tembang hit mereka seperti "Just Get Your Feet Back on the Ground", "Let's Take a Ride", dan "I Got You Groove" diajak ikut bergoyang hingga aksi mereka purna. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pusat Perhatian. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;TOP yang naik panggung tepat pukul 19.00 benar-benar menjadi pusat perhatian dalam pembukaan perhelatan akbar ini. Sebelumnya sudah hadir musisi jazz seperti Jaque Mate, Mezzoforte, JDS Present Generation of The Drums, Bali Lounge, Sova, Hyper Sax &amp;amp; Co. "Saya fans berat mereka," tutur Didik SSS, salah seorang saksofonis senior yang tidak henti-hentinya menghentakkan kaki bersama kawan-kawan musisi lainnya. Di antara musisi Indonesia yang juga terlihat antusias menyimak TOP diantaranya Pinkan (Cokelat), Yuke (Dewa 19), dan Yovie Widianto (Kahitna). Tower Of Power menyudahi aksinya pada pukul 20.30. Di tempat yang sama, semalam nama besar Patti Austin featuring Dave Koz All Star, dan The Brand New Heavies terus mencekoki penikmat jazz hingga pukul 02.00. Masih banyak musisi yang bakal tampil dalam JIJJF 2006 dalam dua hari berikutnya. Sebut saja Lee Ritenour, Incognito, Kool &amp;amp; The Gang, dan Eric Bennet. Ada pula jawara jazz anak negeri seperti Idang Rasjidi Syndicate, Benny Likumahua &amp;amp; The Jazz Connection, Ireng Maulana and Friends, Luluk Purwanto &amp;amp; Rene V Helsdingen, Indra Lesmana, dan Bubi Chen. "Saya dan semua yang terlibat dalam proyek ini hanya ingin mendudukkan nama Jakarta dalam peta musik jazz dunia yang dihormati. Dan nyatanya, kami mampu mewujudkannya dengan dukungan antusiasme pengisi acara dan penonton yang luar biasa," ujar Peter F Gontha selaku Festival Chairman. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-1150880101482948894?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/1150880101482948894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=1150880101482948894' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1150880101482948894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/1150880101482948894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/tower-of-power-top.html' title='Tower Of Power (TOP)'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UL5T6I0iI/AAAAAAAAAaY/KuTmfEv3MbI/s72-c/TOP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-906845772655659456</id><published>2008-02-27T13:37:00.004+07:00</published><updated>2008-02-27T13:55:21.642+07:00</updated><title type='text'>Jatuh Cinta Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UH1z6I0hI/AAAAAAAAAaQ/CXZYkVNxj2U/s1600-h/Jatuh+Cinta+L.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171548368153399826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UH1z6I0hI/AAAAAAAAAaQ/CXZYkVNxj2U/s400/Jatuh+Cinta+L.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 02 Maret 2006. BUDAYA.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Film ''Jatuh Cinta Lagi''&lt;br /&gt;Cinta Mengusik Profesi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Krisdayanti (KD) tampaknya tak mau menyia-nyiakan pamor kebintangannya. Setelah berkibar dalam dunia tarik suara dan beberapa kali membintangi sinetron, kini dia terjun ke dunia layar lebar. Tidak tanggung-tanggung, KD bertindak langsung sebagai co-producer KD Movies sekaligus sebagai pelakon utama dalam film tersebut. Berapa bayaran istri Anang Hermansyah untuk film Jatuh Cinta Lagi (JCL) yang akan mulai edar 2 Maret ini? Kabarnya Rp 500 juta. ''Saya tidak akan menyebut angka persisnya. Tapi kisaran itu adalah angka yang wajar untuk seorang bintang sekelas KD,'' tutur Raam Punjabi, bos Multivision Pictures seusai perview JCL di Pasaraya Grande, Blok M, Jakarta, baru-baru ini. Meski bermain dengan kekuatan keaktrisan yang biasa-biasa saja dalam JCL, Raam yang bekerja sama dengan KD Movies berharap nama KD dapat menyedot pencintanya untuk menonton film komedi drama tersebut. Sebaik apakah film yang disutradarai Rizal Mantovani yang pernah menghasilkan Kuldesak dan Jelangkung ini? Secara penceritaan JCL yang ditulis Ve Handojo yang pernah menulis skenario Buruan Cium Gue tidak ada yang luar biasa. Dengan mengangkat dunia kepengacaraan dalam memenangkan perkara para kliennya, JCL lagi-lagi masih bersikutat kepada permasalahan silang pendapat urusan cinta para pelakunya. Alur ceritanya sangat bisa ditebak. Kesalahpahaman yang berujung pada perselisihan dan per-tengkaran akhirnya dapat diurai di akhir cerita. Yang menjadi penolong film yang membutuhkan waktu syuting selama 24 hari ini mungkin permainan cemerlang Cornelia Agatha. Salah satu nomine peraih Pemeran Wanita Terbaik FFI 2005 lewat film Detik Terakhir ini, benar-benar menunjukkan kemampuannya. Berperan sebagai aktris dangdut yang bermasalah, Lia mampu mempertontonkan arti sebuah peran yang musti dilakoninya. Penolong lainnya adalah peran Yoga Krispratama, penyunting gambar yang pernah memenangi Piala Citra lewat film Janji Joni. Dia menghadirkan gambar yang apik. Selain itu juga ada racikan musik Andi Rianto yang berpengalaman mewarnai film Arisan!, Belahan Jiwa dan 9 Naga. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Komedi Drama. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;JCL yang menurut Rizal Mantovani berbalut semangat serial komedi drama Friends, mengalir laksana cerita teen-lit. Pengisahan tidak ada yang membuat dahi berkerut meski tidak juga membuat penontonnya terbahak. Yang ada malahan idiom-idiom slapstick usang yang coba dihadirkan kembali dalam nuansa kekinian. ''Memang, mungkin ini Friends ala Indonesia ya. Tapi beda kok,'' katanya. Dikisahkah Lila (diperankan Krisdayanti), dipercaya firma hukumnya untuk memenangkan kasus perceraian dan perebutan hak asuh kliennya. Lawan Lila dalam kasus ini adalah Andre (Gary Iskak), pengacara yang dibantu asisten setianya yang diperankan Alex Abbad. Sedangkan Cornelia Agatha yang memerani pendangdut bernama Dea Angelia bersikukuh agar hak asuh anaknya dapat diperjuangkan dengan sungguh-sungguh pula oleh pengacaranya, Andre. ertempuran di meja hijau antara Lila dan Andre plus tingkah polah Dea Angelia sebagai pendangdut yang heboh, menjadi menu utama film berdurasi 90 menit ini. ila yang sinis terhadap trik-trik kepengacaraan Andre, akhirnya mau tidak mau membuat strategi baru. Yaitu dengan masuk ke dunia Andre yang sebenarnya pada awalnya tidak disukainya. edekatan antara Lila dan Andre inilah yang justru membuat keduanya akhirnya jatuh cinta lagi. Semudah itukah Lila jatuh cinta kepada seterunya di meja hijau. Dan apakah Dea Angelia yang seronok dan terkenal dengan "goyang pompa" yang senantiasa diuber-uber kru infotainment ini mendapatkan hak asuh anaknya? Jatuh Cinta Lagi yang juga diramaikan juga dengan akting Endhita ini, mengisahkannya dengan enteng dan biasa-biasa saja. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-906845772655659456?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/906845772655659456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=906845772655659456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/906845772655659456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/906845772655659456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/jatuh-cinta-lagi.html' title='Jatuh Cinta Lagi'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UH1z6I0hI/AAAAAAAAAaQ/CXZYkVNxj2U/s72-c/Jatuh+Cinta+L.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2779986240142605941</id><published>2008-02-27T13:27:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T13:36:37.311+07:00</updated><title type='text'>Ekspedisi Mahadewa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UEjj6I0gI/AAAAAAAAAaI/oA9kUatt9OY/s1600-h/Ekspedisi+M.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171544756085903874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UEjj6I0gI/AAAAAAAAAaI/oA9kUatt9OY/s400/Ekspedisi+M.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 27 Februari 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Film Ekspedisi Mahadewa&lt;br /&gt;Aksi Petualangan Tora Sudiro Berbiaya Rp 7 Miliar&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;MENYEMPAL dari kebanyakan genre film Indonesia yang lagi menjamur saat ini, film Ekspedisi Mahadewa menawarkan tema aksi petualangan. Film yang konon memakan waktu 7 tahun untuk riset itu menghabiskan biaya Rp 7 miliar. Boleh dikata garapan sutradara Franklin Darmadi ini merupakan film Indonesia paling wah hingga saat ini. Didukung lebih dari 600 kru dan figuran, dengan seting outdoor dibangun di Sukabumi, Bandung dan Sentul, serta menampilkan pemeran utama Tora Sudiro. Popularitas aktor ini tak diragukan lagi. Demikian pula dengan kemampuan aktingnya. Dia meraih gelar aktor terbaik FFI lewat film Arisan (2004) dan dikenal luas berkat acara Extravaganza di Trans TV. Namun, jualan utama film yang akan diputar di bioskop mulai 9 Maret ini bukan hanya popularitas Tora Sudiro, melainkan kualitas sebuah film secara utuh. Penggarapan film ini membutuhkan studio ukuran 35 x 35 meter dengan tinggi 18 meter, yang diklaim sebagai set indoor sekali pakai terbesar yang pernah dibangun untuk film Indonesia berseting cerita modern. Film ini juga secara serius menggarap special effect dan sound effect dengan mendatangkan perangkat keras dari Hong Kong yang pernah dipakai untuk film Crouching Tiger Hidden Dragon dan Kungfu Hustle. Secara keseluruhan Ekspedisi Mahadewa memang belum sebanding kisah petualangan Indiana Jones-nya Steven Spielberg. Tapi, upaya Cinervo Pictures Production dan Surya Citra Pictures untuk memproduksi film aksi petualangan patut mendapat acungan jempol. ''Saya hanya ingin mengatakan bahwa kita juga mampu membuat film aksi petualangan,'' tutur Franklin seusai pemutaran perdana Ekspedisi Mahadewa di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (24/2) lalu.&lt;br /&gt;Hal senada dikemukakan aktor senior Frans Tumbuan. ''Waktu kali pertama dihubungi, saya berpikir film ini mempunyai niat besar, tapi kemampuan kecil. Namun, setelah proses pembuatannya usai, pikiran saya berubah. Ini film besar yang sama besar dengan kemampuan pembuatnya,'' kata Frans. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Keris Bertuah. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Film Ekspedisi Mahadewa berkisah tentang pencarian benda-benda purbakala yang bernilai sejarah sekaligus bertuah. Dikisahkan sebuah perang besar meletus di Jawa Dwipa pada abad ke-13. Seorang patih memenangi peperangan itu dengan bantuan sebuah keris. Keris itulah yang diburu oleh Tiro Mandawa (Tora Sudiro), seorang pemburu barang kuno freelance. Ekspedisi untuk menemukan keris itu dilakukannya bersama Satrio Bangun (Arie Dagienkz), Profesor Kuncoro Pranoto (Frans Tumbuan), beserta kedua anaknya, Sandiko Pranoto (Marsha Timothy) dan Panji Pranoto (Irshadi Bagas) serta Miranda Adinia (Intan Kaunang). Proses perburuan keris mendapat rintangan dari kawanan Maulana (Indra Birowo), spesialis penjarah benda-benda purbakala. Keadaan menjadi pelik ketika Miranda Adinia, yang jatuh hati kepada Tiro, ternyata berkomplot dengan Maulana. Puncak perburuan yang terjadi di Sumatra menjadi lebih pelik ketika Adinoto Madewa (Pierre Gruno), pemilik Ekspedisi Mahadewa, juga berkepentingan dengan keberadaan keris itu. Maka, perebutan kepemilikan keris antara Tiro, jagoan yang berbekal ketapel, dengan Maulana yang selalu menjinjing senjata M16 dan AK 47 menjadi menu utama film laga ini. (Benny Benke-43) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2779986240142605941?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2779986240142605941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2779986240142605941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2779986240142605941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2779986240142605941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/ekspedisi-mahadewa.html' title='Ekspedisi Mahadewa'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UEjj6I0gI/AAAAAAAAAaI/oA9kUatt9OY/s72-c/Ekspedisi+M.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-7829594685534039080</id><published>2008-02-27T13:17:00.003+07:00</published><updated>2008-02-27T13:26:40.035+07:00</updated><title type='text'>Broken Flower</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UCQz6I0fI/AAAAAAAAAaA/THb93rDS96U/s1600-h/broken_flowers.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171542234940101106" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UCQz6I0fI/AAAAAAAAAaA/THb93rDS96U/s400/broken_flowers.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 24 Februari 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Preview "Broken Flower"&lt;br /&gt;Kerinduan pada Kenangan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;APA jadinya jika seorang lelaki single paroh baya melakukan perjalanan panjang untuk menemui para mantan kekasihnya? Atas misi apakah tokoh Don Johnston (Bill Murray), lelaki paroh baya itu bersusah-susah kembali mengunjungi masa lalunya? Untuk membangunkan kembali kenangan indah yang telah pecah bekeping-keping, menyelesaikan perkara yang belum rampung, atau sekadar iseng? Dalam film Broken Flower yang pernah meraih Grand Prix Cannes International Film Festival 2005, segala romantika yang menyertai perjalanan itu dikisahkan dengan apik. Jim Jarmusch sebagai penulis dan sutradara tidak hanya menyuguhkan kisah yang tidak lazim. Dukungan para pelakon watak kelas satu juga menjadi suguhan tersendiri. Nama Bill Murray yang pernah mendapatkan Golden Globe, BAFTA, dan Independent Spirit sebagai Aktor Terbaik lewat film Lost in Translation, adalah satu daya tarik tersendiri. Selain pernah juga dinominasikan untuk kategori serupa dalam Academy Awards, Murray juga pernah melakoni puluhan film penting. Nama penting lainnya adalah Sharon Stone yang melejit lewat film Basic Instinct. Dalam waktu dekat dia juga bersiap meluncurkan sekuelnya, yakni Basic Instinct 2:Risk Addiction. Prestasi Stone ketika menyabet Golden Globe Award lewat film Casino serta beberapa kali dinominasikan dalam Academy Award, seolah memperkukuh stempel keapikan Broken Flower. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Surat Pink. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Kisah Broken Flower dimulai dari datangnya sebuah surat berwarna pink di pintu rumah Don. Surat yang diketik rapi tanpa alamat pengirim itu menceritakan bahwa ada remaja berumur 19 tahun yang sedang mencari Don. Si remaja itu melakukan perjalanan jauh hanya demi satu tujuan: mencari jati diri siapa ayahnya sebenarnya. Dan di dalam surat itu dituliskan dengan jelas bahwa remaja tersebut tak lain dan tak bukan adalah anak Don. Don atas desakan teman karib sekaligus tetangganya, Winston (Jeffrey Wright), mulai mengkalkulasi berapa banyak perempuan yang pernah singgah di hatinya, dan barangkali salah satu dari mereka mengirimi surat itu. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-7829594685534039080?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/7829594685534039080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=7829594685534039080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7829594685534039080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7829594685534039080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/broken-flower.html' title='Broken Flower'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8UCQz6I0fI/AAAAAAAAAaA/THb93rDS96U/s72-c/broken_flowers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6136972361498977249</id><published>2008-02-26T17:31:00.000+07:00</published><updated>2008-02-26T17:41:55.007+07:00</updated><title type='text'>Rumah Pondok Indah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8PsKj6I0eI/AAAAAAAAAZ4/dltz35J8GCY/s1600-h/RUmah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171236463333396962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8PsKj6I0eI/AAAAAAAAAZ4/dltz35J8GCY/s400/RUmah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 23 Februari 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Film ''Rumah Pondok Indah''&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Tak Seseram Kisah Aslinya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;KISAH dari mulut ke mulut yang berkembang di masyarakat Jakarta dan sekitarnya perihal keangkeran sebuah rumah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, sudah lama terdengar. Antara kebenaran dan fiksi dalam kisah itu pun menjadi perdebatan publik yang tak berkesudahan.  Berdasarkan kisah itu, Indika Entertainment memproduksi sebuah film horor berjudul Rumah Pondok Indah (RPI). Film tersebut akan beredar di bioksop mulai Kamis (23/2) ini. Apakah kisah horor yang disajikan dalam film garapan sutradara Irwan Siregar berdasarkan skenario Faldin Martha ini mampu membuat penonton tercekam? Setelah menyaksikan pemutaran perdana film tersebut di Pondok Indah Mall, Selasa (21/2) lalu, sejumlah penonton menganggap kisahnya tidak seseram kisah-kisah yang beredar di masyarakat. Sebagaimana judulnya, seting film ini sebuah rumah angker di kawasan Pondok Indah. Dikisahkan sebuah keluarga yang terdiri atas ayah, ibu dan anak mengontrak rumah tersebut.  Suatu ketika si anak yang sedang bermain sendiri di rumah menyaksikan patung yang meneteskan air mata darah. Saking kagetnya si anak pun menumpahkan minumannya, dan minuman tersebut mengenai kabel listrik yang mengandung setrum didekatnya. Mengetahui anaknya tersetrum dan tidak sadarkan diri, kedua orang tuanya panik. Tanpa berpikir panjang dibawalah anak itu ke rumah sakit, namun baru saja keluar dari depan rumah, sebuah metromini menghantam mobil mereka. Satu keluarga pun tewas seketika. Selanjutnya. Keluarga baru yang membeli rumah itu datang menempati. Mereka adalah Firda (Chintami Atmanegara). Dia membawa kedua anaknya, Elsie (Asha Shara) dan Ian (Ricky Harun). Ketiganya lalu di-teror Maya, hantu penunggu rumah tersebut. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dramatisasi. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Menurut Shanker RS, produser Indika Entertainment, pembuatan film Rumah Pondok Indah telah melalui proses investigasi yang mendalam.  ''Tujuhpuluh lima persen kisah dalam film ini real, sisanya dramatisasi,'' jelas Shanker, didampingi pemeran utama Chintami Atmanegara, Arswendi Nasution, Asha Shara dan Titi Qadarsih. Tujuhpuluh lima persen kisah nyata itu misalnya mengenai hilangnya penjual nasi goreng yang konon masuk ke rumah hantu itu dan pembantaian seluruh keluarga penghuni rumah itu yang sampai sekarang belum terkuak motifnya.  Selain itu, matinya seluruh anggota keluarga yang pernah mengontrak rumah itu dan berbagai versi menyeramkan lainnya.  Anjloknya harga rumah mewah yang sebenarnya mencapai Rp 5 milliar menjadi hanya Rp 50 juta pun dikisahkan dalam film ini. ''Meski untuk versi filmnya kami tuliskan Rp 500 juta,'' kata Shanker yang mengaku lima tahun lalu ditawari rumah hantu tersebut seharga Rp 50 juta.  Memang, dalam film berdurasi 90 menit ini keinginan untuk mendapatkan efek berdiri bulu kuduk harus ditunda. Apalagi, idiom-idiom kengerian yang disajikan tidak ada yang baru. Tengoklah adegan ketika Elsie (Asha Shara) melayang di atas tempat tidur dalam keadaan telentang tak sadarkan diri. Ini mengingatkan penonton pada adegan film The Exorcist yang melegenda itu.  Berbeda dengan film Jalangkung yang menghadirkan kengerian lewat idiom-idiom baru dengan teknik-teknik kejut yang orisinal dan mencekam. Yang ada dalam Rumah Pondok Indah hanyalah horor yang tawar dan tidak menakutkan. (Benny Benke-43) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6136972361498977249?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6136972361498977249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6136972361498977249' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6136972361498977249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6136972361498977249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/rumah-pondok-indah.html' title='Rumah Pondok Indah'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8PsKj6I0eI/AAAAAAAAAZ4/dltz35J8GCY/s72-c/RUmah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6153634615024659262</id><published>2008-02-24T15:38:00.000+07:00</published><updated>2008-02-24T15:42:13.721+07:00</updated><title type='text'>VIna P</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Etij6I0dI/AAAAAAAAAZs/wc__Mjdihuk/s1600-h/Vina+P.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170463918975930834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Etij6I0dI/AAAAAAAAAZs/wc__Mjdihuk/s400/Vina+P.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Minggu, 19 Februari 2006. NASIONAL&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Konser Viva Vina&lt;br /&gt;Nostalgia Fans The True Diva&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA- Mengenakan gaun krem keemasan rancangan Anne Avanti, Vina Panduwinata yang tampak anggun dan ayu muncul dari balik tempat duduk penonton. Kemunculan Vina yang membuat 5.000 penonton Konser Viva Vina membalikkan tubuh itu dibarengi lantunan tembang ''Aku Masih Cinta''. Sembari membelah barisan penonton yang menyambut dengan tepukan riuh, Vina tanpa iringan musik menembangkan "Aku Masih Cinta". Dia melangkah pelan menuju ke panggung utama yang berselimut tirai raksasa di Plennary Hall Jakarta Convention Center. Setelah dia mencapai bibir panggung, terangkatlah tirai raksasa yang menyelubungi panggung utama. Saat itulah Addie MS dan 50 awak orkestranya mengiringi refrain terakhir tembang pembuka konser solo penyanyi terkemuka Indonesia itu. Belum usai sambutan meriah penonton, antara lain Kris Dayanti, Titi Dwijayanti, Camelia Malik, Harry Capri, Ari Tulang, Ubiet (Nya' Ina Raseuki), Henky Tornando, Ermy Kulit, Deddy Dukun, Iga Mawarni, Dina Mariana, dan Bella Saphira, Vina meneruskan dengan tembang ''Apa Kabar''. ''Apa kabar?'' tanya Vina ke penonton, seusai mendendangkan tembang itu. ''Setelah 25 tahun saya berkarier di dunia musik akhirnya kita bisa ketemu lagi ya,'' ujarnya. Selanjutnya, dengan sangat santun, penuh keceriaan, ketenangan, serta kematangan dia Vina bertutur tentang sejarah kariernya dalam dunia tarik suara. ''Saya mengucapkan rasa terima kasih kepada kawan-kawan seperti Eriati Erningpraja, Oddie Agam, Harvey Malaiholo, dan Titik Hamzah,'' katanya. Lalu, dia pun mengisahkan proses penciptaan dan menyanyikan tembang ''Aku Melangkah Lagi'' karya Santoso Gondowidjojo. Usai lagu ketiga, dia lagi-lagi berkisah seperti pendongeng. ''Dulu, Om Idris Sardi mengajari saya menyanyi dengan nada tinggi,'' katanya sembari menunjuk Idris Sardi yang tersenyum. Vina kemudian menembangkan lagu "Satu dalam Nada Cinta" karya Barce Van Houten yang diaransemen Idris Sardi. Para penonton pun ikut menyanyi.&lt;br /&gt;Penonton konser Viva Vina hampir 80 persen orang-orang paro baya. Konser itu berlangsung menyenangkan sekaligus mengharukan.  Betapa tidak. Tak seperti para penyanyi yang menggelar konser solo, Vina senantiasa menceritakan latar belakang proses kelahiran lagu-lagu yang ditembangkannya. Dan hebatnya, hampir semua orang yang terlibat di balik penciptaan lagu itu hadir di antara penonton. Tak ayal, konser Vina kali ini seolah menjadi ajang kumpul kawan lama dan fans beratnya. Tengoklah ketika Vina menghadirkan dan meminta Aryono HD berdiri agar penonton dapat mengenali parasnya ketika dia menyanyikan ''Burung Camar'' karya lelaki itu. ''Lagu ini pernah meraih Kawakami Award,'' ujar Vina. Lagi-lagi dia memperkenalkan James F Sundah yang menciptakan ''September Ceria''. ''James silakan berdiri. Ini lagu kamu.'' Lalu mengalunlah "September Ceria" yang diaransemen Addie MS tahun 1980-an. Masih sama dengan versi aslinya dulu.  Vina tampaknya tahu benar bahwa orang besar tak akan pernah melupakan orang-orang membesarkan namanya. Dengarlah, lagi-lagi dia menyebut nama Bob Tutuppoli, Grace Simon, dan Guruh Soekarnoputra sebagai orang  yang sangat berjasa menggemblengnya sehingga menjadi Vina seperti dikenal orang sekarang. Ya, Vina memang luar biasa. Tak mengherankan jika Addie MS yang setia mengiringi lebih dari 23 tahun menyebut Vina sebagai the True Diva. (Benny Benke-53) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6153634615024659262?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6153634615024659262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6153634615024659262' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6153634615024659262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6153634615024659262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/vina-p.html' title='VIna P'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Etij6I0dI/AAAAAAAAAZs/wc__Mjdihuk/s72-c/Vina+P.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4169270011637248708</id><published>2008-02-24T15:31:00.001+07:00</published><updated>2008-02-24T20:01:07.031+07:00</updated><title type='text'>Marathon</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Esnj6I0cI/AAAAAAAAAZk/tIG3-3IbpRg/s1600-h/ratu.no.satu"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170462905363648962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Esnj6I0cI/AAAAAAAAAZk/tIG3-3IbpRg/s400/ratu.no.satu" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 18 Februari 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Konser Marathon Radja dan Ratu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Di Semarang 11 Mei&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Grup rock Radja dan duo Ratu berencana menggelar konser di 40 kota selama empat bulan hingga akhir Mei 2006. Konser ini akan dimulai di Convention Center (JCC) Jakarta pada 20 Februari dan dipamungkasi di Lapangan Parkir Tumenggung Batam, 21 Mei. Harry ''Koko'' Santosa dari Deteksi Production yang kembali digandeng A Mild untuk menggelar konser marathon di pembuka tahun ini, menyatakan perizinan konser sudah siap secara keseluruhan.&lt;br /&gt;''Yang pasti dengan harga tiket terjangkau dan kenyamanan yang panitia sajikan, konser ini akan benar-benar menghibur,'' katanya. Konser yang akan berlangsung kota-kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara Barat ini dimaksudkan tidak hanya untuk memberikan hiburan kepada masyarakat musik Tanah Air.  ''Lebih dari itu, konser ini kami harapkan dapat merangsang para musisi di daerah untuk semakin menajamkan kemampuannya berkarya,'' ujar Sendi Sugiharto, product group manager Sampoerna Tbk. Sedangkan Ian Kasela, vokalis Radja yang hadir bersama Moldy (gitar), Shuma (bas), dan Adit (drum) menyatakan antusiasmenya menjalani konsernya kali ini. Hal senada diutarakan Maia dan Mulan Kwok dari Ratu. ''Ini kerja marathon yang akan berlangsung dengan menyenangkan, keliling 40 kota dengan para fans tercinta,'' ujar Ian. ''Ya, apalagi Ratu juga akan membawakan lagu-lagu terbaru yang akan kami sosialisasikan,'' tukas Maia. Ratu yang berencana menggeber empat sampai enam lagu dalam setiap penampilan yang kemudian diikuti dengan sepuluh sampai 14 lagu berikutnya yang dinyanyikan Radja, juga berjanji akan memberikan kejutan bagi penonton mereka. "Karena bisa jadi kami berkolaborasi di atas panggung. Kita lihat saja nanti,'' imbuh Maia. Semarang akan mendapat jatah kunjungan Radja dan Ratu pada 11 Mei di Stadion Diponegoro. Kemudian sehari berikutnya di Pantai Kartini Jepara (12/5), Stadion Mandala Krida Yogyakarta (14/5), dan Stadion Sriwedari Solo (16/5). (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4169270011637248708?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4169270011637248708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4169270011637248708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4169270011637248708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4169270011637248708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/sabtu-18-februari-2006.html' title='Marathon'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Esnj6I0cI/AAAAAAAAAZk/tIG3-3IbpRg/s72-c/ratu.no.satu' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-2820784154978758835</id><published>2008-02-24T15:27:00.000+07:00</published><updated>2008-02-24T15:31:21.711+07:00</updated><title type='text'>''Sampek Engtay''</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Eq4j6I0bI/AAAAAAAAAZc/rE2uwzxynTE/s1600-h/Sampek.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170460998398169522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Eq4j6I0bI/AAAAAAAAAZc/rE2uwzxynTE/s400/Sampek.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 16 Februari 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pentas ''Sampek Engtay''&lt;br /&gt;Pabrik Ketawa Teater Koma&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Teater Koma tampaknya tidak akan pernah bisa lepas dari stigma yang selama ini menempel di grup tersebut, yaitu pabrik ketawa. Dalam pentas perdana lakon Sampek Engtay, Selasa (14/2) malam, misalnya kelompok teater yang berdiri sejak 1977 itu kembali memperteguh stigma tersebut.  Meski lakon tragedi cinta ini telah dipentaskan sebanyak 80 kali sejak 1988, kesegarannya masih saja mampu menghibur. Lebih dari 500 penonton yang menyesaki Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) yang menjual tiket seharga Rp 75 ribu pun diganjar dengan kepuasan puncak. Betapa tidak, hampir sepanjang pertunjukan, 30 pemain dari angkatan 2000 dan 2005 Teater Koma dan 20 kru pendukung tidak henti-hentinya mengocok perut penikmatnya.  Nano Riantiarno sebagai penulis naskah yang merangkum naskah asli dari 12 versi cerita Sampek Engtay yang berbeda tidak hanya jeli menyuguhkan kekuatan naskah. Lebih dari itu, keaktoran generasi muda Teater Koma dalam menyampaikan apa yang ingin disampaikan , mampu disampaikan dengan ringan, mengena, sekaligus menghibur.  Meski tidak sempurna benar, seperti dalam beberapa adegan yang terlalu berlarat-larat dan bertele-tele, kondisi itu tidak mengurangi bobot pertunjukan secara keseluruhan.  Ya, Teater Koma ditangan Nano Riantiarno memang masih piawai dalam urusan membungkus tragedi dalam balutan komedi. Tragedi kisah cinta antara Sampek dan Engtay yang dalam versi aslinya penuh dengan cakapan yang mengharu-biru, menyayat-nyayat, dan membuat berlinang air mata pengapresiasinya, di tangan Koma berubah menjadi penuh gelak dan canda tawa.&lt;br /&gt;Sehingga tidak salah jika Putu Fajar Arcana, seorang kawan berujar tak ubahnya menonton acara Extravaganza sebagai-mana yang disiarkan salah sebuah stasiun televisi nasional swasta.  Sebagaimana Sampek Engtay yang pernah dipentaskan di Gedung RRI, Jl Achmad Yani Semarang tahun 1999 lalu, alur penceritaan, pengadeganan, dan ending lakon ini masih sama.  Setting-nya lebih teliti, mewah dan terperi serta kostum semakin mengalami penyempurnaan, dan penambahan beberapa adegan. Namun, secara keseluruhan tragedi-tawa Sampek Engtay ala Teater Koma adalah sama. Dikisahkan Engtay (Tuty Hartaty) adalah seorang perempuan muda nan ayu dari Serang Banten hendak menuntut ilmu ke kota besar bernama Betawi. Atas izin kedua orang tuanya, Ciok, berangkatlah Engtay yang menyaru sebagai lelaki ke kota paling besar di zaman Hindia-Belanda itu. Sesampai di Betawi, bertemulah Engtay dengan Sampek (Paulus Simangunsong), yang mempunyai kepentingan sama: menuntut ilmu di sekolah Poetra Bangsa yang terletak di Glodok, Mangga Besar. Di asrama sekolah itulah pertalian persaudaraan antara Sampek dan Engtay yang ditempatkan sekamar mulai dan semakin terjalin dengan erat satu sama lain. Kelucuan-kelucuan tentang proses Engtay yang menyaru sebagai laki-laki di antara kawan-kawan sekolahannya inilah yang memancing tawa. Hingga akhirnya, atas nama cinta, Engtay berterus terang kepada Sampek tentang identitas sejatinya. Namun, pada saat yang bersamaan Engtay dipanggil pulang untuk dinikahkah dengan Macun (Sena Sukarya), putra Kapten Liong (Sugi Haryanto), tuan tanah dari Rangkasbitung.  Sampek pun patah hati, kalah oleh cinta, menafikan logika, menuruti perasaannya yang lara dan akhirnya mati merana. Hingga akhirnya arak-arakan pernikahan antara Engtay dan Macun melewati makam Sampek. Engtay pun meminta waktu sebentar untuk mengirimkan doa kepada kekasih sejatinya itu. ''Tak ada yang bisa memisahkan cinta kita, tidak juga kematian,'' isaknya di pusara Sampek.  Pada saat bersamaan, tiba-tiba kuburan Sampek membuka, maka tanpa berpikir panjang, melompatlah Engtay ke dalam kuburan kekasihnya, meninggalkan Macun yang murka.  Ketika kuburan dibongkar paksa, jasad Sampek dan Engtay tidak tersua, hanya meninggalkan dua batu biru dan dua tawon kuning, yang kemudian berubah menjadi sepasang kupu-kupu, dan diikuti jutaan kupu-kupu lainnya.  Semua yang menyaksikan adegan ini terkesima, beberapa di antaranya bahkan menyeka air mata. Menangis tertawa. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-2820784154978758835?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/2820784154978758835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=2820784154978758835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2820784154978758835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/2820784154978758835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/sampek-engtay.html' title='&apos;&apos;Sampek Engtay&apos;&apos;'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Eq4j6I0bI/AAAAAAAAAZc/rE2uwzxynTE/s72-c/Sampek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6790717432662368784</id><published>2008-02-24T15:18:00.000+07:00</published><updated>2008-02-24T15:26:39.384+07:00</updated><title type='text'>Uriah Heep</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EpxT6I0aI/AAAAAAAAAZU/PBjcWwcGBiM/s1600-h/Uriah+Heep.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170459774332490146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EpxT6I0aI/AAAAAAAAAZU/PBjcWwcGBiM/s400/Uriah+Heep.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Selasa, 14 Februari 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Konser Nostalgia Kaum Paruh Baya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Di terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (11/2) malam, Lee Kesrlake (drumer Uriah Heep), hanya terkesiap tidak mempercayai dirinya sendiri jika ia telah menginjakkan kaki di Jakarta.  ''Seperti di rumah sendiri,'' katanya bungah. Maklum, 22 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1984 salah satu grup band hard rock legendaris dunia itu pernah menggelar konser di Istora, Senayan Jakarta. Minggu (12/2) malam lalu, band dari Inggris Raya seangkatan dan setanah air dengan Led Zeppelin, Deep Purple, Black Sabbath, Yess dan Pink Floyd ini, kembali menunjukkan kebolehannya di depan publik musik hard rock Jakarta. ''Tentu saja saya rindu ingin menyantap Salak dan Durian,'' imbuh Lee. Dan yang pasti, katanya lagi, dia sudah tidak sabar lagi untuk kembali memesan celana jins jahitan salah seorang penjahit ternama di Blok M, Jakarta. ''Apakah masih ada penjahitnya di sana?'' katanya menyelidik yang disambut gelak tawa penjemputnya. Kedatangan Uriah Heep dari Bombay India ke Jakarta adalah dalam rangka World Tour 2006. Dengan antusias, Mick Box (gitar), Lee Kesrlake (drum), Trevor Bolder (bas), Phil Lanzon (kibor), dan Bernie Shaw (vokal) bahkan tidak ingin setengah-setengah memberikan yang terbaik kepada pencintanya. ''Meski kepala kami telah berusia 50 tahun ke atas, tapi bukan berarti kami kalah dengan yang muda-muda,'' tukas Bernie Shaw.  Ya, keseriusan Uriah Heep yang akan meneruskan konser ke Thailand sebelum akhirnya tur 10 kota di Rusia, memang dibuktikan di hadapan 500-an pencintanya di Tennis Indoor Senayan Jakarta. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sederhana. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Lihatlah, ketika mereka menyeruak ke atas panggung yang sederhana namun pepat dengan alat musik mereka. Para personel Uriah Heep tanpa basa-basi langsung menggeber tembang-tembang hitnya.  Beberapa di antaranya termaktub dalam album Very Envy...Very Umble (1970), Salisbury (1971), Look at Your Self (1971), Demons and Wizard (1972), High and Mighty (1976), dan Firefly (1977).  Simak pula bagaimana dengan lihainya Bernie Shaw berkomunikasi dengan para pencintanya yang tentu saja hampir 90 persen didominasi kaum paruh baya.  ''Anda semua pasti berusia di atas 21 tahun, bukan?'' ujar Bernie. ''Ah, itu bukan menjadi soal. Itu (usia) tidak mengurangi apa-apa, sebagaimana kami terus bekerja dan bekerja sebagaimana Anda semua,'' imbuh dia yang bersambut tepuk tangan meriah.  Selanjutnya tembang-tembang seperti "I Wanna Free", "Tears on My Eyes", "Two Different World", "Come Away Melinda", "Easy Living", "Gypsy", "Look at Yourself", "Sunrise", dan "The Magicians Birthday" mengalir dengan lancar. Kelancaran konser yang terselenggara atas kerja tunggal Original Production ini bukan semata-mata kemampuan musikalitas para personel Uriah Heep.  Lebih dari itu, hampir semua tembang yang mereka bawakan semua dikenal baik dan dinyanyikan bareng penggilanya yang sudah paruh baya. Yang tidak terduga, hampir 30 persen komposisi penonton disesaki para ekspatriat yang tinggal di Jakarta dan lagi-lagi paru baya. Jadi jangan heran, konser kali ini yang dibuka dengan penampilan God Bless seolah seperti konser kangen-kangenan para generasi kaum paruh baya yang disatukan lagi dengan kehadiran idola mereka semasa muda dulu hingga sekarang.  ''Tahun 84 lalu saya nonton konser mereka di Istora dan sekarang masih dengan antusiasme yang sama sebagaimana 22 tahun lalu, saya menyaksikan mereka,'' ujar Amy Roes, salah seorang musisi rock kawakan Jakarta. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6790717432662368784?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6790717432662368784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6790717432662368784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6790717432662368784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6790717432662368784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/uriah-heep.html' title='Uriah Heep'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EpxT6I0aI/AAAAAAAAAZU/PBjcWwcGBiM/s72-c/Uriah+Heep.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4020056105913804078</id><published>2008-02-24T15:11:00.000+07:00</published><updated>2008-02-24T15:17:58.345+07:00</updated><title type='text'>My Girl</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EnxT6I0ZI/AAAAAAAAAZM/9nkxaA9tnnc/s1600-h/My+Girl.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170457575309234578" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EnxT6I0ZI/AAAAAAAAAZM/9nkxaA9tnnc/s400/My+Girl.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Jumat, 10 Februari 2006 . BUDAYA&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Balada Kasih dari Negeri Tetangga&lt;br /&gt;Preview Film "Cinta Pertama"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA- Siapakah yang sanggup membunuh kenangan? Adakah kenangan yang lebih indah yang sepatutnya kita ingat selain memori indah masa kecil. Lewat film Cinta Pertama yang disutradarai Rizal Mantovani, keindahan masa kecil film yang berjudul asli My Girl itu dihadirkan kembali.  Ya, My Girl yang merupakan film layar lebar pertama yang disulihsuarakan dan diataptasi dari film aslinya mengalir dengan penuh pesona dan genial.  Betapa tidak, film produksi Thailand yang pernah meraih Sutradara Terbaik Asian New Talent Award, Shanghai International Film Festival, Pengambilan Gambar Terbaik, Youth Asia Shanghai International Film Festival, Aktor Pendukung Terbaik (Chaeleumpol as Jack) Golden Supanhong Award, serta menjadi blockbuster hit di Thailand (2003) ini disulap Rizal menjadi sangat Indonesia.  Dari versi aslinya yang disutradari secara keroyokan oleh Komrit Threewimoh, Songyos Sugmakayan, Nithiwat Tharatorn, Vijja Kojew, Vhitaya Thongyuyong dan Adisor, oleh Rizal dan dibantu Ferry Fadly sebagai dubbing director diadaptasi menjadi bercitarasa Indonesia.  Dari dialog yang dibuat sebagaimana logika bertutur anak Jakarta lengkap dengan lo gue, ringtone tembang ''Tak Bisakah'' milik Peterpan, sampai soundtrack 16 tembang lawas tahun 80-an penyanyi Indonesia hadir dalam film berdurasi 111 menit ini.  ''Ya, inilah adalah film layar lebar pertama Indonesia yang menyulihsuarakan dan mengadaptasi dari film berbahasa asing non-Indonesia,'' tutur Peter Lim, produser Cinta Pertama sesusai preview perdana di Planet Hollywood Jakarta, kemarin. Bahkan dengan segala keseriusannya, Peter Lim, Rizal Mantovany, dan Ferry Fadly musti membutuhkan waktu satu tahun untuk merubah My Girl menjadi Cinta Pertama agar benar-benar tak ubahnya film Indonesia.  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kultur  . &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;''Meski kendalanya banyak, pada dasarnya kultur yang menjadi setting dan pesan moral versi film aslinya sangat mirip dengan kebudayaan Indonesia,'' ujar Rizal.  Ferry Fadly bahkan mengakui proses pengerjaan sulih suara dan adaptasi selama satu tahun adalah rekor terpanjang selama proses kreatifnya menjadi sutradara dubbing.  Jadi jangan heran ketika sepanjang film ber-genre drama komedi anak-anak ini tembang-tembang milik Chrisye ("Ku Cinta Dia", "Hip Hip Hura", "Pergilah Kasih", "Kisah Cintaku"), Hetty Koes Endang ("Demi Cinta Ni Ye", "Berdiri Bulu Romaku"), Jamal Mirdad ("Yang Penting Happy"), Obbie Messakh ("Istilah Cinta"), Iwan Fals ("Kemesraan"), Betharia Sonata ("Kau Tercipta Bukan Untukku"), Rafika Duri ("Kekasih"), Ebiet G Ade ("Berita Kepada Kawan"), hingga Emilia Contesa ("Jatuh Cinta"), menjadi latar penceritaan.  Tidak mengherankan pula ketika Betharia Sonata, Emilia Contesa, Rafika Duri, dan Hetty Koes Endang yang turut menyaksikan preview berkomentar nyaris senada. ''Filmnya bagus, pesan moralnya 'kena' dan mengingatkan pada masa kecil saya,'' tutur Rafika Duri.  ''Ya, saya pikir itu film yang dibintangi anak-anak Indonesia, soalnya semua jenis permainannya sama,'' imbuh Hetty Koes Endang. ''Ya, nyaris sulit menemui film anak-anak buatan Indonesia sebagus ini ya, apalagi dengan muatan moral yang membumi,'' tukas Emilia Contesa.  ''Ya ya, mengharu biru sekaligus penuh pesan moral yang mudah diterima anak-anak-anak,'' ujar Betharia Sonata.  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dunia Anak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; . Keterpesonaan Betharia, Emilia, Rafika, dan Hetty memang mewakili gambaran keindahan Cinta Pertama, yang meski secara penceritaan berjalan dengan hitam putih, konflik tetap dihadirkan dengan tidak mengada-ngada serta diselesaikan tanpa campur tangan orang tua.  Cinta Pertama diawali dengan pulangnya tokoh Jeamy ke kampung halamannya dari kota untuk menghadiri pesta pernikahan kawan semasa kecilnya, Nina yang tidak pernah ditemuinya sejak perpisahan menyakitkan 15 tahun yang lalu. Dalam perjalanan pulang, flashback ingatan Jeamy melayang ke ingatan masa lalunya. Nina adalah teman baik Jeamy sejak balita dan dia adalah satu-satunya teman yang mau bermain dengan Jeamy karena Jeamy senantiasa dikucilkan teman laki-laki sekelas dan sepermainannya.  Perkawanan Jeamy dan Nina kecil inilah yang menjadi menu utama Cinta Pertama yang sederhana, menghibur, penuh pesan moral dan sekaligus menggembirakan. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4020056105913804078?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4020056105913804078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4020056105913804078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4020056105913804078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4020056105913804078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/my-girl.html' title='My Girl'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EnxT6I0ZI/AAAAAAAAAZM/9nkxaA9tnnc/s72-c/My+Girl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-8929563685319572007</id><published>2008-02-24T15:06:00.000+07:00</published><updated>2008-02-24T15:11:00.669+07:00</updated><title type='text'>Pram</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EmBj6I0YI/AAAAAAAAAZE/BkYwC15D_n0/s1600-h/Pramoedyaanantatoer.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170455655458853250" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EmBj6I0YI/AAAAAAAAAZE/BkYwC15D_n0/s400/Pramoedyaanantatoer.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Rabu, 08 Februari 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketika Pram Patok Harga Tinggi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Siapakah sastrawan Indonesia yang karyanya telah diterjemahkan ke dalam 37 bahasa dan sekaligus satu-satunya penulis yang paling tidak bisa dimengerti berbagai rezim di Indonesia?  Jawabnya adalah Pramudya Ananta Toer. Demikianlah kesimpulan Taufik Rahzen, budayawan yang memandu acara Kongkow Budaya baru-baru ini bersama sastrawan kelahiran Blora, 6 Februari 1925, tersebut. Acara itu merupakan salah satu agenda perayaan ulang tahun yang digagas Taring Babi, Indonesia Buku (Ibuku), Dewan Kesenian Jakarta, dan berbagai institusi kepemudaan lainnya. Perayaan ultah sastrawan "32 Batang Rokok", demikian ia biasa disapa orang dekatnya, di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Senin (6/2), itu terhitung meriah. Berbagai rumor terkini perihal kegiatan penerima Ramon Magsasay Award untuk kategori Jurnalistik, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif (1995) itu didedah bareng sang empunya. Dari penyakit kepikunannya yang membuat Pram tidak bisa berkarya lagi dalam sepuluh tahun terakhir, tampikannya terhadap ikhtiar sutradara Hollywood, Oliver Stone, sampai kritikan para pencinta sekaligus pengagumnya yang menengarai pola pikirnya telah berubah menjadi kapitalis. Dalam Kongkow Budaya yang juga dihadari Max Lane, penerjemah karya Pram ke dalam bahasa Inggris, Yenni Rosa Damayanti, Rieke Dyah Pitaloka, Happy Salma hingga komunitas musik punk Jakarta Raya, Pram bahkan mengecam generasi pemuda sekarang yang tidak mampu melahirkan pemimpinnya sendiri. "Delapan puluh satu tahun adalah umur yang tidak pernah saya bayangkan, dengan segala kepahitan dan kegetirannya," tuturnya datar. "Betapa tidak terbayangkannya karena sejak sepuluh tahun kebelakang sejak umur 70 tahun saya berhenti menulis sama sekali". Mengapa penulis tetralogi Bumi Manusia (1980), Anak Semua Bangsa (1980), Jejak Langkah (1985), dan Rumah Kaca (1988) yang melambungkan namanya ini berhenti menulis? "Karena saya sudah pikun. Apa yang ingin saya sampaikan di tengah jalan pasti lupa," imbuhnya.  Karena penyakit pikun itulah dia tidak dapat memilih kata-kata yang tepat. "Tapi pikun itu ada baiknya. Baiknya apa. Kalau ditagih saya mempunyai alasan yang tepat," katanya yang mendapat sambutan gelak tawa hadirin yang memenuhi arena Teater Kecil hingga larut malam. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Harga Tinggi. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Rumor perihal terlalu tingginya harga yang dipatok Pahlawan Asia versi majalah Times Singapura (2002) atas buku Gadis Pantai, bagi para pembuat film yang hendak memvisualkan novelnya memang telah bergulir dua tahun terakhir. Pertanyaan itu akhirnya mengemuka kembali. Pram yang diberi izin hadirin untuk merokok di atas panggung pun akhirnya membuka kartunya.  "Hak untuk memfilmkan karya saya minimum seharga Rp 1,5 milyar untuk jangka waktu lima tahun. Masalah mau diinterpretasikan secara visual seperti apa itu terserah film maker karena itu sudah bukan bidang dan dunia saya," katanya.  Kejujuran Pram ini seketika mendapat respons keras dari Yenny Rosa Damayanti. Bagi Yenny, kekecewaanya terhadap cara Pram memperlakukan karyanya seperti properti yang dijual untuk sebuah harga, tanpa mempertimbangkan karya tersebut adalah warisan bangsa, tak ubahnya seorang kapitalis.&lt;br /&gt;"Karena bagi saya, karya Pak Pram adalah karya yang harus disiarkan, disebarkan, dipetakan, difilmkan, dipentaskan, dimainkan oleh siapa pun juga demi kemanusian, bukan demi sebuah harga".  Menanggapi kekecewaan tersebut dengan tenang Pram menjawab: "Karya itu mutlak kepunyaan saya, jadi jika ada yang tidak suka dengan cara memperlakukan hak cipta saya sendiri, itu hak publik. Silakan," katanya.  "Sejak tahun 65 semua milik saya dirampas, namun tidak ada yang membela sampai sekarang, dari rumah, buku dan semuanya. Ketika saya bawa masalah ini ke pengadilan, mereka bilang, salah alamat. Gimana ini?".  Ketika suasana tegang, seorang hadirin berceloteh: "Pram juga manusia..." Dendang hadirin itu sembari menirukan nada tembang "Rocker Juga Manusia" milik Seureius Band, spontan membuat hadirin tertawa, kecuali Pram. Dukungan untuk mematok harga yang tinggi justru datang dari Max Lane dan Doddy Achmad Fawzy, penerbit buku. "Dengan mematok harga yang tinggi justru membuat profesi sebagai penulis akan semakin bermartabat," ujar Doddy. Meski mematok harga tinggi untuk karya-karyanya, bukan berarti Pram memasang harga yang sama bagi kelompok teater yang hendak mementaskan salah satu karyanya. "Bahkan selama ini Pram terlalu sering ikut membiayai kelompok teater maupun grup band yang hendak naik panggung," tutur Taufik Rahzen. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-8929563685319572007?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/8929563685319572007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=8929563685319572007' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8929563685319572007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8929563685319572007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/pram.html' title='Pram'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EmBj6I0YI/AAAAAAAAAZE/BkYwC15D_n0/s72-c/Pramoedyaanantatoer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-7349170950466810317</id><published>2008-02-24T14:56:00.000+07:00</published><updated>2008-02-24T15:05:24.801+07:00</updated><title type='text'>Matinya Toekang Kritik''</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EkvD6I0XI/AAAAAAAAAY8/CVDCBuR6Qbo/s1600-h/matinya+toekang+kritik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170454238119645554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EkvD6I0XI/AAAAAAAAAY8/CVDCBuR6Qbo/s400/matinya+toekang+kritik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Sabtu, 04 Februari 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kritik Sosial Masih Jadi Andalan Butet&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA- ''Dikritik itu memang sakit, tapi jauh lebih sakit jika kritik tidak didengarkan,'' ujar Suhikayatno, tukang kritik sejati yang tidak akan pernah mati, menarasikan perasaanya. Selanjutnya, monolog ''Matinya Toekang Kritik'' yang berdurasi 90 menit itu mengalir dengan penuh gelak tawa sebagaimana ciri utama monolog yang dibawakan Butet Kartaredjasa. Lakon yang disutradari oleh Whani Darmawan, sebagaimana monolog Butet terdahulu berjudul ''Lidah Masih Pingsan'', memang masih tajam dengan berbagai kritik sosial tentang kondisi kekinian di Indonesia.  Kekuatan kritik sosial yang dituangkan dalam setiap monolog Butet inilah yang menjadi kekuatan kunci utama lakon yang akan dipentaskan di Jakarta (3-5 Februari), Yogyakarta (11-12 Februari), dan Surabaya (17-18 Februari). Selain kekuatan pada naskah yang ditulis oleh Agus Noor, peran multimedia yang hampir mendominasi hampir selama pertunjukan adalah nilai plus lain ''Matinya Toekang Kritik''. Sedangkan keaktoran Butet, meski masih menarik, tampak mulai kedodoran pada pertengahan pertunjukan. Untung saja, improvasi putra almarhum Bagong Kussudiardjo ini masih piawai seperti dulu. Seperti biasanya, kekompakannya "berduet" dengan sang adik, Djaduk Ferianto sebagai penata musik bersama empat kru lainnya, membuat pertunjukan makin menarik. Simaklah ketika pada preview pertunjukan perdana di Graha Bhakti Budaya (2/2), Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Butet menunjukkan kelihaiannya berimproviasi dengan Djaduk.  ''Nama itu membawa tuah bagi yang menyandangnya,'' ujar tokoh Sukihayatno dari atas panggung dengan topi pet berlambang bintang. ''Coba-coba sekarang namanya siapa,'' tanya Suhikayatno kepada kru musik. Djadukpun spontan berpekik: ''Mudji Sutrisno!''.  &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Multimedia. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Bisa ditebak Suhikayatno yang tak lain adalah Butet memelesetkan sedemikian rupa nama Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara itu. Penonton tentu saja terpingkal, dan Prof Dr Mudji Sutrisno yang kena sasaran hanya tersenyum.  Demikian halnya penonton VIP lainnya seperti Mochtar Pabottingi, Frans Seda, Ignas Kleden serta Rieke "Oneng" Dyah Pitaloka. al yang paling membedakan monolog Butet terkini mungkin peran yang sangat sentral multimedia. Suara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan presiden Megawati, dan presiden Soekarno misalnya, menjadi pembuka monolog ini yang keluar dari multimedia.  Dan dalam setiap pergantian atapun kontinuitas pertunjukan, layar yang menjadi setting mendiskripsikan kejadian-kejadian yang pernah terjadi di bumi Indonesia. Dari peristiwa kerusuhan Mei 1998 hingga masa proklamasi Indonesia, penggusuran dan berbagai peristiwa penting lainnya. Menurut Agus Noor, sentralitas dan banyaknya peran multimedia ini bukan berarti tanpa risiko. "Karena, sekali multimedia mengalami error maka sangat dimungkinkan akan mengganggu monolog secara keseluruhan. Meski kami sudah menggunakan multimedia selama satu bulan penuh, error masih saja terjadi. Maklim namanya juga mesin.''  Meski berisiko, Jompet, Arie Ps dan Giras Basuwonto (putra Butet) yang dipercaya memegang multimedia akhirnya toh tetap mampu menyuguhkan sebuah pertunjukan dengan apik. Memadukan kepintaran Butet dalam berlakon, meski tidak selihai dulu, dengan kecanggihan komputer. ''Matinya Toekang Kritik'' pada garis besarnya berkisah tentang Sukihayatno, seorang tukang kritik yang hidup di tahun 2012 hingga 3000- sekian. Lewat kisah hidup Suhikayatno yang kerjanya mengkritik dari satu rezim ke lain rezim, Suhikayatno bersaksi tentang kondisi negeri. Bersama Bambang (yang diperankan Butet juga), pembantu setianya, Suhikayatno terus saja mengkritik demi kebaikan dirinya sendiri dan negerinya. Hingga pada masanya kondisi zaman benar-benar menjadi tertib dan teratur, sehingga tidak ada yang bisa dikritik lagi. Anggota DPR tidak nakal lagi. Polisi, hakim dan jaksa tidak menjualbelikan perkara lagi. Mahasiswa tidak kenal narkoba dan semua berjalan dengan baik-baik saja. ''Di zaman tertib seperti ini, nabi pun sudah tidak diperlukan lagi,'' katanya masygul dan akhirnya mati. ''Saya hanya ingin menyampaikan kepada masyarakat jika kritik bagaimanapun juga masih dibutuhkan di negeri ini,'' ujar Agus Noor. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-7349170950466810317?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/7349170950466810317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=7349170950466810317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7349170950466810317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7349170950466810317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/matinya-toekang-kritik.html' title='Matinya Toekang Kritik&apos;&apos;'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EkvD6I0XI/AAAAAAAAAY8/CVDCBuR6Qbo/s72-c/matinya+toekang+kritik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-5680104880495564058</id><published>2008-02-24T14:51:00.000+07:00</published><updated>2008-02-24T14:56:20.821+07:00</updated><title type='text'>Shisa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Eiaj6I0WI/AAAAAAAAAY0/ZwQw8HTj53U/s1600-h/Shisa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170451686909071714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Eiaj6I0WI/AAAAAAAAAY0/ZwQw8HTj53U/s400/Shisa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Senin, 23 Januari 2006. BUDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Shisha, Gaya Hidup Baru Orang Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;BELAKANGAN banyak kaum muda Jakarta yang kecanduan mengisap rokok ala India. Bahkan, kebutuhan itu sudah menjadi gaya hidup mereka. Berikut laporan wartawan Suara Merdeka, Benny Benke, tentang rokok ala India, yang lebih populer disebut sebagai shisha, dan berikut kesan dari para penggemarnya. ''TIDAK ada yang lebih nikmat selain melakukan shisha bersama kawan-kawan.'' Inilah ungkapan Berky Yudika (16), yang sedang melakukan shisha atau menghisap rokok ala India, seperti dirasakan remaja lain, Eric Wijaja (16), Evo (18), dan Pierre (17). Keempat remaja yang masih duduk di bangku SMU dan universitas semester pertama itu adalah gambaran sebagian kecil dari sekian banyak orang Jakarta, yang sekarang sedang gemar-gemarnya melakukan shisha. Shisha, sebagaimana dituturkan Mohammad Nagib Alkaf, pemilik tiga tempat shisha di Jakarta, berasal dari kebudayaan tradisional India, yang telah berusia ratusan tahun. ''Setelah mengalami penyebaran dan pengembangan, ternyata shisha malah berkembang di Timur Tengah atau dunia Arab, selebihnya menyebar ke China,'' tuturnya. Nagib bersama kawan-kawannya jugalah, yang akhirnya mendekatkan budaya shisha atau bong rokok itu kepada masyarakat Jakarta, khususnya, dan Indonesia, umumnya. Menurut dia, sebelum membuka gahwacy atau warung kopi, yang terletak di kawasan Kemang, shisha hanya dapat dinikmati di hotel-hotel berbintang lima, dengan jangkauan harga sangat tinggi. ''Setelah kami kemas sedemikian rupa pada 2003 lalu, akhirnya shisha menjadi familiar di kalangan kaum muda Jakarta,'' kata dia. Bahkan, beberapa nama sohor dalam dunia keartisan, seperti, Dian Sastrowardoyo, Adam Jordan, Fauzy Ba'adila, Gilbert, hingga para politisi, seperti, Harmoko, Sys NS, sampai Alwy Shihab adalah pengunjung tetap di warung kopi miliknya untuk melakukan shisha. Apa nikmatnya shisha, sehingga banyak kaum muda, artis, politisi, hingga kalangan ekspatriat Jakarta menggemarinya? ''Kita bisa merokok dengan memilih cita rasa buah yang kita suka,'' tutur Nisa, karyawan warung kopi, yang telah setahun lebih menjadi saksi maraknya penggemar shisha. Berbagai rasa buah, seperti, anggur, strawberry, coconut, mint, rose, dan apel adalah menu pilihan utama, yang paling digemari. Biasanya shisha rasa bauh-buahan itu dinikmati bareng mint tea, sharazat (teh susu dan kapulaga/rempah dari Arab), dan jalab (juice korma).Kalaupun dibarengi dengan makan besar, menunya dari berbagai daging lembu seperti lamb les, laham mashui, shawarana, musaka, dan dajaj mashwi.  Menurut Nagib, idealnya melakukan shisha pada waktu sehabis makan malam dibarengi dengan minum mint tea. ''Bahkan, kalau di Arab, air putih dingin sebagai bahan shisha biasanya diganti dengan coca cola atau vodka,'' imbuhnya. Namun, akhirnya hal itu memang menimbulkan efek mabuk. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Impor. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Bahan dasar shisha yang berbentuk bong raksasa setinggi 60-70 cm itu terdiri atas shisha atau bong, muassal (tembakau), arang spesial (tidak berbau, berasap, dan berasa), serta pipa. Semua bahan itu diimpor dari Dubai, Uni Emirat Arab. Untuk tembakau memang hanya ada di Dubai dan beberapa negara Timur Tengah. Pada dasarnya tembakau untuk shisha hasil dari campuran sari aneka buah dan tembakau, yang dimadu kemudian diperam, dengan kadar nikotine 0,1% dan tar 0%. ''Setelah melewati proses pemeraman, maka jadilah tembakau untuk bahan shisha,'' papar Nagib.&lt;br /&gt;Tembakau shisha yang telah diperam itu selajutnya dibungkus alumuniun foil dan diletakkan di tengah shisha (bong), di mana pada bong dasarnya telah diisi air dingin (atau coca cola dingin dan berbagai minuman dingin lainnya). Setelah itu, di atap shisha, arang dibakar untuk ''membakar'' tembakau secara tidak langsung. ''Pada dasarnya, tembakau tidak terbakar langsung, hanya terkena efek panas arang yang dibakar,'' imbuh Na gib. Siapakah pengunjung dan penikmat terbanyak shisha?Sebanyak 70% adalah para ekspatriat, yang sebagian besar pernah bekerja di perusahaan-perusahaan minyak di Timur Tengah. Karena itu, sudah kenal dengan baik budaya shisha di Timur Tengah.  Menurut Nagib, di Timur Tengah, biasanya shisha dijajakan di warung-warung kaki lima, yang sangat mudah sekali ditemui di jalanan. Sementara itu, 30% sisanya adalah kaum muda dan orang China. ''Bahkan, anak-anak Jakarta International School (JIS) setiap akhir pekan dapat dipastikan telah mem-booking tempat kami,'' ujar Nisa. Dengan hanya membayar Rp 35.000 untuk satu rasa shisha, yang biasanya dinikmati tiga sampai empat orang, shisha bisa dinikmati bersama hingga 30 sampai 60 menit. Dan biasanya serombongan orang yang datang memesan dua sampai tiga shisha aneka rasa. Hanya harga aneka minuman dan makanannya saja yang lebih tinggi dari harga shishanya sendiri. Di warung kopi milik Nagib sendiri frekuensi kunjungan orang yang melakukan shisha 30 sampai 50 orang setiap hari biasa. Dan di akhir pekan, teristimewa Jumat dan Sabtu, meningkat hingga 120-150 orang atau bahkan hingga 200 orang. ''Bahkan, untuk akhir pekan, biasanya orang-orang telah mendaftar dan memesan dulu. Kami pun harus ngebel jauh-jauh hari sebelumnya,'' tutur Pierre, murid salah sebuah SMA di Jakarta, yang mengaku telah melakukan shisha sejak setahun yang lalu. ''Selain enak, karena asapnya banyak dan cita rasa tembakaunya terasa, kami merasa keren aja,'' tukas Evo, rekan Pierre. (14h) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-5680104880495564058?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/5680104880495564058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=5680104880495564058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5680104880495564058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5680104880495564058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/shisa.html' title='Shisa'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8Eiaj6I0WI/AAAAAAAAAY0/ZwQw8HTj53U/s72-c/Shisa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-8129784854406624772</id><published>2008-02-24T14:32:00.000+07:00</published><updated>2008-02-24T14:43:52.605+07:00</updated><title type='text'>9 Naga,</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EetT6I0VI/AAAAAAAAAYs/X23grQLTrHQ/s1600-h/9+Naga.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170447610985107794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EetT6I0VI/AAAAAAAAAYs/X23grQLTrHQ/s400/9+Naga.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senin, 16 Januari 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Lima Film Bersaing Rebut Penonton&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Pada Awal 2006 ini sejumlah film baru produksi dalam negeri beredar di bioskop. Film-film baru itu semuanya membidik penonton remaja dan masih menggunakan jurus lama, konflik remaja dengan bumbu cinta yang diakhiri dengan kisah sukses. Paling sedikit terdapat lima film baru produksi dalam negeri yang akan bersaing merebut penonton. Kelima film itu adalah Garasi, 9 Naga, Realita Cinta dan Rock 'n Roll, Jomblo, serta Gue Kapok Jatuh Cinta.  Film manakah di antara lima film baru itu yang benar-benar bakal dibanjiri penonton seperti ketika Sherina, Ada Apa Dengan Cinta, dan Eiffel I'm in Love berhasil menarik masyarakat berbondong-bondong mendatangi gedung bioskop pada awal 2000-an?  Salah satu di antara lima film baru itu yang layak mendapat sorotan khusus adalah 9 Naga. Film karya Rudi Sudjarwo ini mengangkat tema berbeda dari empat film lainnya. Bahkan, ketika baru diperkenalkan kepada pers belum lama ini, tagline yang berbunyi ''Manusia Terbaik di Indonesia Adalah Seorang Penjahat'' kena sensor. Demikian pula dengan poster Fauzi Baadila yang mempertontonkan pusarnya. Dua pelarangan oleh Badan Sensor Film ini sangat membantu menaikkan "suhu" 9 Naga yang skenarionya ditulis Monti Tywa.&lt;br /&gt;Film ini berkisah tentang tiga sahabat Marwan, Donny, dan Lenny. Ketiganya bertekad mengambil jalan hidup yang sama, yaitu menjadi pembunuh bayaran. Namun mereka akhirnya menyadari, jalan hidup yang mereka tempuh keliru. Ketiganya pun berjuang untuk melepaskan diri dari cengkeraman kejahatan mereka sendiri.&lt;br /&gt;''Saya hanya ingin menyajikan tema lain dari keberagaman tema film yang marak di Indonesia,'' tutur Rudi Sudjarwo, kemarin.  Film yang original soundtrack-nya digarap Andi Rianto itu mengandalkan pemain baru Lukman Sardi, Donny Alamsyah dan Marcel Anthony ini. Satu-satunya pemain berpengalaman adalah Fauzi Baadila (Mengejar Matahari, Rindu Kami Pada-Mu) . &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Cinta Segitiga. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Sementara itu, Garasi dan Realita Cinta dan Rock n Roll, mengusung tema sama, yaitu remaja yang menggeluti dunia musik dan cinta segitiga di antara mereka. Garasi yang disutradarai Agung Sentausa dibuat berdasarkan berpijak skenario Prima Rusdi (Ada Apa dengan Cinta?, Eliana Eliana, Banyu Biru). Film ini mencoba melakukan eksperimen dengan merekrut aktor yang berlatar belakang dunia musik. Bahkan, film yang diproduseri Mira Lesmana ini benar-benar menghasilkan sebuah grup band yang juga diberi nama Garasi. Personel grup itu, Ayu Ratna, Fedi Nuril, dan Aries Budiman dibimbing musikus Andi Ayunir. Mereka harus berakting dan menulis lagu. Untuk menunjukkan keseriusan Garasi sebagai grup band, pada ulang tahun Slank baru-baru ini mereka ikut manggung bersama band mapan lainnya. Film Garasi berkisah tentang tiga sahabat yang bercita-cita menggantungkan hidup dari musik. Dalam perjalanannya, konflik percintaan di antara mereka mempersulit mereka sendiri.  Sedangkan Realita Cinta dan Rock 'n Roll yang skenario dan penyutradaraannya ditangani Upi Avianto (30 Hari Mencari Cinta, Tusuk Jalangkung) juga berkisah tentang remaja dan dunia musik.&lt;br /&gt;Ipang (Vino) dan Nugi (Junot) adalah dua sahabat bengal yang tidak gemar sekolah, pembuat onar, dan mempunyai hobi bermain band. Mereka merasa bahwa dunia berada di tangan mereka. Ipang dan Nugi ternyata anak adopsi dan orangtua mereka transeksual. Belum lagi ketika persahabatan mereka nyaris berantakan dengan kehadiran teman perempuan, Sandra (Nadine Chandrawinata). Nadine sebagai Putri Indonesia (ketika proses syuting Nadine belum dinobatkan sebagai Putri Indonesia) menjadi sebuah "magnet" untuk menarik penonton. Film yang diperkuat aktor senior Frans Tumbuan ini semakin menarik dengan akting mantan aktor laga 80-an, Barry Prima yang berlakon sebagai Marina, seorang banci yang membesarkan Nugi. ''Akting Om Barry yang biasanya macho saya ubah menjadi banci dalam film ini,'' tutur Upi Avianto. (G20-43) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-8129784854406624772?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/8129784854406624772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=8129784854406624772' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8129784854406624772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8129784854406624772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/9-naga.html' title='9 Naga,'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8EetT6I0VI/AAAAAAAAAYs/X23grQLTrHQ/s72-c/9+Naga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-4132037106501725441</id><published>2008-02-24T13:37:00.004+07:00</published><updated>2008-02-24T13:51:35.073+07:00</updated><title type='text'>Realita Cinta dan Rock 'n Roll</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8ETdT6I0UI/AAAAAAAAAYk/SlA8g6nD904/s1600-h/Realita.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170435241479295298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8ETdT6I0UI/AAAAAAAAAYk/SlA8g6nD904/s200/Realita.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 19 Januari 2006. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Membumikan Rock 'n Roll&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Realita kehidupan anak muda adalah aras tema yang tidak akan pernah ada habisnya untuk dikuak. Upi, sutradara perempuan berbakat tampaknya tahu betul dunia anak muda semacam itu. Lewat film terbarunya Realita Cinta dan Rock 'n Roll (RCRR) Upi tidak hanya menyuguhkan sebuah tontonan ringan bermutu yang sarat pesan kebijakan. Lebih dari itu, tanpa berupaya menggurui, dengan bahasa anak muda, ia berhasil membumikan realita yang sarat persoalan cinta dengan bumbu rock 'n roll dengan membumi. ''Ini bukan film anak band, cinta segitiga, atau sebangsanya,'' tutur scriptwriter untuk Tusuk Jalangkung dan Lovely Luna ini seusai preview perdana film berdurasi 109 menit ini. Tapi, imbuhnya, ini adalah film-film tentang orang-orang kehilangan yang menyikapi dengan semangat rock 'n roll drama. Mengapa Upi lebih suka menyebut filmnya rock 'n roll drama? ''Karena saya mengajak penonton untuk berdamai dalam menyikapi realita yang tidak pernah bisa dibeli dan tidak seindah mimpi dengan semangat rock 'n roll'' katanya. Ya, realita dalam film yang mempertontonkan sosok lain Barry Prima sebagai seorang aktor yang transeksual ini, memang penuk sesak kompleksitas. Semua tokoh utamanya membawa permasalahannya masing-masing dan akhirnya diselesaikan dengan cara yang sahaja, mudah dicerna, dan tidak dibuat-buat.Memang, bahasa gambar, alur cerita, music score dan keaktoran RCRR menjalin sin ergisitas yang saling melengkapi dan membangun sebuah film yang utuh. Meski tidak sempurna benar, Upi yang bertindak juga sebagai scriptwriter dapat dikatakan cukup berhasil. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Perkawanan. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Film ini berkisah tentang dua sahabat, Nugi (Herjunot Ali), dan Ipang (Vino G Bastian). Dengan mengabaikan sekolah, mereka bercita-cita menjadi pemain band rock 'n roll. Perkawanan mereka yang serba seenaknya sendiri semakin lengkap dengan kehadiran Sandra (Nadine Chandrawinata), penjual kaset yang membuka sebuah distro. Hingga akhirnya masa terima rapor SMA tiba, baik Nugi maupun Ipang menuai banyak angka merah. Alhasil, ibu Nugie (Sandy Harun) yang hippies menyarankan Nugie untuk menemui ayahnya. Demikian halnya dengan Ipang yang baru tersadar jika orang tuanya sekarang (Frans Tumbuan) bukanlah ayah kandungnya. Kompleksitas semakin memuncak manakala Nugie telah bertemu ayahnya (Barry Prima) yang ternyata telah berubah menjadi seorang perempuan bernama Mariana. Tentu saja tidak mudah bagi seorang anak mengetahui ayahnya transeksual. Permasalahan juga menghampiri Sandra yang disia-siakan kedua orang tuanya. Maka Nugi, Ipang, dan Sandra mencari makna kesejatian dengan caranya sendiri, yakni cara rock 'n roll. ''Jika cinta menyakitkan, hidup tidak ada yang sempurna, lalu apa yang membahagiakan,'' ujar Ipang kepada Sandra. ''Kita harus berdamai dengan realita,'' balas Nugi di lain kesempatan. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-4132037106501725441?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/4132037106501725441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=4132037106501725441' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4132037106501725441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/4132037106501725441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/realita-cinta-dan-rock-n-roll.html' title='Realita Cinta dan Rock &apos;n Roll'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R8ETdT6I0UI/AAAAAAAAAYk/SlA8g6nD904/s72-c/Realita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-5943599965183697526</id><published>2008-02-21T19:21:00.001+07:00</published><updated>2008-02-21T19:24:58.222+07:00</updated><title type='text'>"Serambi"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71tTD6I0SI/AAAAAAAAAYU/5xCwHTx7OGc/s1600-h/Serambi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169408121525293346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71tTD6I0SI/AAAAAAAAAYU/5xCwHTx7OGc/s400/Serambi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 30 Desember 2005. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Preview Film "Serambi"&lt;br /&gt;Tsunami di Mata Korbannya&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;''Tsunami artinya Tuhan tidak adil,'' ujar seorang bocah kepada kawannya. ''Hush, tidak boleh bilang seperti itu. Tuhan Maha Adil. Apa pun yang diberikan Tuhan adalah kuasa-Nya,'' jawab bocah lainnya. Mendengar pembicaraan kawan-kawannya, bocah yang lain tertawa. ''Hush. Jangan ketawa, nanti diambil tsunami''. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;NUKILAN di awal film dokudrama atau dokumenter semi drama terbaru karya Garin Nugroho, Viva Westi, Tonny Trimarsanto, dan Lianto Luseno itu, membuka Serambi dengan linear. Film berdurasi 80 menit yang proses pembuatannya diawali pada Februari 2005, atau dua bulan setelah tragedi memilukan itu, sebagaimana tipikal film Garin, cenderung bercerita dengan simbolik. Hal ini menjadi maklum mengingat Garin berposisi sebagai konseptor kreatif sekaligus supervisi sutradara. Sedangkan tiga sutradara muda lainnya ''hanya'' menjadi pelaksana konsep. Tipikal film yang "sangat Garin" ini terlihat dari penghadiran suasana lokal bumi serambi Mekah yang pekat dengan nuansa Islaminya, namun dibungkus dalam nuansa global dengan kehadiran ''Che Guevara'' lewat tokoh Reza Idria. Hal ini mengingatkan pada film Garin terdahulu ''Padang Rumput Savana'' lewat kehadiran ''Elvis Presley'' yang diwakilkan tokoh Kuda Liar yang diperankan Adi Kurdi. Perihal rumusan klasik ini, Garin mengakuinya. ''Dengan mengaitkan nilai-nilai lokal dalam balutan nuansa global, maka apresian penonton yang lintas bangsa dapat terjembatani,'' tutur Garin seusai preview perdana di Jakarta, kemarin. Serambi yang diproduseri Christine Hakim bekerja sama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata serta Bank BNI ini pada dasarnya memotret kondisi kekinian Aceh pascabencana dengan sajian tiga cerita yang berjalan seiring. Film ini tidak mengangkat peristiwa-peristiwa besar namun hal-hal yang terkesan remeh namun pada dasarnya sangat esensial pascabencana. Serambi justru mampu menghadirkan potret-potret kuat manusia Aceh dalam meneruskan hidup. ''Pada dasarnya film ini berkisah tentang orang-orang yang kehilangan namun tetap bertahan dengan kehidupannya'' tutur Garin mengingatkan. Para tokoh yang memerankan dirinya sendiri seperti Maisarah Untari (Tari), Reza Idria, Azhari, Lisa Aulia (generasi muda), serta Usman, Jaelani, Hasyim Mulyadi, dan Cut Putri (generasi dewasa) menarasikan kehilangan mereka dengan apa adanya. Tanpa tuntunan skenario atau jalan cerita, mereka semua menjadi dirinya sendiri dan bertutur tentang kehilangan tak terkira atas orang-orang tercinta. ''Semua adegan dan dialog diambil lewat spontanitas pembicaraan para pelakonnya yang memang kehilangan orang-orang terdekat mereka,'' ujar Christine Hakim. Contohnya penuturan Usman (45), penarik becak motor khas Aceh Meulaboh. Usman yang sebatang kara karena seluruh anggota keluarga dan rumahnya lenyap ditelan tsunami, mempunyai kebiasaan baru untuk terus mengenang keluarganya. Ia hanya mau makan di bekas reruntuhan rumahnya, tempat istrinya dahulu tersenyum menyambutnya, dan anak-anaknya yang manis merindu derum motornya. (Benny Benke-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-5943599965183697526?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/5943599965183697526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=5943599965183697526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5943599965183697526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/5943599965183697526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/serambi.html' title='&quot;Serambi&quot;'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71tTD6I0SI/AAAAAAAAAYU/5xCwHTx7OGc/s72-c/Serambi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-8297263489881136940</id><published>2008-02-21T19:16:00.003+07:00</published><updated>2008-02-21T19:20:50.655+07:00</updated><title type='text'>Bioskop</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71sez6I0RI/AAAAAAAAAYM/IjukaUliILo/s1600-h/bioskop.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169407223877128466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71sez6I0RI/AAAAAAAAAYM/IjukaUliILo/s400/bioskop.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 29 Desember 2005. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Minimnya Bioskop di Daerah Jadi Kendala&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;JAKARTA - Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) sebagai lembaga yang mengawal pembangunan perfilman Indonesia di bawah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, telah mendesak Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas agar memasukkan kurikulum perfilman dalam dunia pendidikan. Dengan langkah itu diharapkan napas kreator perfilman Indonesia tetap terjaga untuk terus menghasilkan film-film baru. ''Sebab, kualitas akan berjalan dengan sendirinya seiring dengan kuantitas film yang ada,'' kata Ketua BP2N Djonny Safrudin. Meski berharap sokongan pemerintah, menurut Djonny, penyokong utama film Indonesia adalah penonton atau masyarakat Indonesia sendiri. ''Inilah repotnya, penonton film Indonesia sejatinya banyak terdapat di daerah hingga kota kabupaten. Namun payahnya, setelah 90-an banyak bioskop di daerah yang tutup,'' katanya. Namun, dia optimistis pertumbuhan perfilman nasional akan terus membaik. Apalagi jumlah penonton film produksi dalam negeri di bioskop makin membludak. Hal itu terlihat dari data jumlah penonton sepanjang tahun 2005, dengan predikat film terlaris dipegang film Virgin. Berdasarkan data BP2N hingga Desember 2005, jumlah penonton film pernah menjadi kontroversi itu telah mencapai angka 1.150.000. Urutan berikut diduduki Apa Artinya Cinta? yang menyedot 1.100.000 penonton. Jumlah penonton film Indonesia itu akan bertambah banyak jika bioskop di daerah dibuka kembali. ''Inilah kendalanya, selain jumlah bioskop di daerah berkurang, para pekerja film juga harus bersaing dengan tv, VCD bajakan,'' katanya. (G20-43) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-8297263489881136940?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/8297263489881136940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=8297263489881136940' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8297263489881136940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8297263489881136940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/bioskop.html' title='Bioskop'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71sez6I0RI/AAAAAAAAAYM/IjukaUliILo/s72-c/bioskop.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-7349131910669239182</id><published>2008-02-21T19:10:00.002+07:00</published><updated>2008-02-21T19:15:37.004+07:00</updated><title type='text'>Film Indonesia 2006</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71rND6I0QI/AAAAAAAAAYE/yOiNwI4N_pc/s1600-h/happy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169405819422822658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71rND6I0QI/AAAAAAAAAYE/yOiNwI4N_pc/s400/happy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kamis, 29 Desember 2005. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Film Indonesia 2006 Tak Banyak Berubah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jumlah Produksi Terbanyak di Asia Tenggara&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Lebih dari 34 judul film telah diproduksi dan lolos sensor sepanjang tahun 2005 dan 6 film masih dalam proses penggarapan. Angka ini, menurut Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N), melebihi produksi film negara-negara di Asia Tenggara, yang biasanya tidak lebih dari 30 judul film per tahun. Thailand misalnya, menurut Ketua BP2N Djonny Safrudin, tahun 2005 menghasilkan 30 judul film, Malaysia 26-28 judul, sedangkan Filipina dan Singapura jauh lebih kecil lagi. Secara kuantitif perkembangan film Indonesia sangat menggembirakan. Namun, hal itu belum diimbangi dengan kualitas. Sebagaimana diketahui, kesamaan tema mendominasi semua film yang diproduksi setahun belakangan. Tema drama percintaan, horor, komedi romantik, dan musikal anak-anak mendominasi point of view para pembuat film. Hal itu masih akan terjadi pada tahun 2006. Hanya sedikit yang menyempal dari tema seragam ini, misalnya tema politik. Tren tema film dan unsur pembangun sebuah film juga tidak akan jauh berbeda pada tahun 2006 nanti. Sutradara Garin Nugroho menilai fenomena keseragaman tema ini tidak hanya berdampak pada menurunnya jumlah penonton bioskop, karena unsur-unsur yang ada dalam film sangat monoton dan bisa ditebak, ''Tapi, juga penurunan kualitas film itu sendiri''. Namun, kata dia, keterampilan para pembuat film Indonesia dalam mengemas sebuah film sudah sangat menggembirakan. Hanya saja dramaturginya masih menjadi masalah yang mendasar. Dramaturgi dalam pengertian sutradara yang karyanya lebih dikenal di mancanegara ini adalah unsur-unsur sedih, gembira, percintaan dan kepahlawanan yang di sini belum tergarap dengan maksimal. Bahkan, ciri-ciri film Indonesia selama 2005, menurut dia masih sangat mudah dikenali. ''Satu film biasanya berisi 5 lagu (tema), yang menggambarkan gaya hidup, fashion di ruang publik, menggunakan (menjual) bintang-bintang populer, dengan tema horor, komedi dan cinta, atau sejarah dan cinta, yang fokus di dunia remaja,'' katanya. Garin tidak serta merta menyalahkan para pembuat film, dia justru menuding keadaan dan kondisi kekinian Indonesia secara keseluruhan yang menjadi penyebab kondisi perfilman saat ini. ''Mungkin, karena mereka (movie maker) jenuh dengan jargon atau euforia kehidupan berbangsa yang memang menyedihkan selama 2005 ini,'' tuturnya. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pergeseran. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dia memperkirakan tema film 2006 akan sedikit mengalami pergeseran. Tema-tema film ke depan akan cenderung lebih realistis karena penikmat film Indonesia sudah sangat terlatih dengan tontonan dari Hollywood, Korea, dan Hong Kong yang secara dramaturgi lebih kuat. ''Jadi, jika temanya tidak berubah, film itu paling maksimal hanya bertahan 3 hari di bioskop,'' tandas Garin. Sementara itu, Slamet Rahardjo Djarot mensyukuri maraknya film Indonesia yang beredar di bioskop. ''Mungkin saya adalah tipikal orang yang paling mudah bersyukur, jadi saya malah mensyukuri maraknya film kita,'' ujar Slamet. Menurut dia, apa pun hasil karya anak-anak muda di dunia film harus diacungi jempol. ''Bahkan, saya harus mengucapkan selamat kepada mereka, karena bekerja penuh dengan kemandirian''. Slamet menambahkan, membuat film yang utuh dan memenuhi semua unsur sinematografi, bukanlah pekerjaan mudah. ''Semua unsur pembangun film juga dipengaruhi oleh situasi yang ada sekarang, sebagai cerminan,'' katanya. Karena itu, lanjutnya, bukan sesuatu yang mengherankan jika secara tematik film Indonesia menjadi seragam. Namun tema cinta, apalagi horor, di mata Slamet bukan sesuatu yang jelek. ''Karena tema cinta sampai kiamat pun tidak akan pernah ada habisnya,'' tandas dia.&lt;br /&gt;Mengenai tema horor, dalam bahasa guyon kakak kandung Eros Djarot ini mengatakan tema itu jadi tren mungkin karena para pekerja film lebih percaya setan daripada para politisi dan pemimpin negeri ini. ''Intinya, tidak semua pekerja film harus menjadi pioner, meski bukan berarti harus cepat berpuas diri terhadap hasil karyanya. Karena jika seseorang cepat puas dengan karya mereka, dipastikan bakal hancur,'' tutur aktor kesayangan sutradara legendaris Teguh Karya ini. (G20) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-7349131910669239182?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/7349131910669239182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=7349131910669239182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7349131910669239182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7349131910669239182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/film-indonesia-2006.html' title='Film Indonesia 2006'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71rND6I0QI/AAAAAAAAAYE/yOiNwI4N_pc/s72-c/happy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-8129994648786057639</id><published>2008-02-21T19:00:00.002+07:00</published><updated>2008-02-21T19:06:51.707+07:00</updated><title type='text'>Remy Sylado</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71pCT6I0PI/AAAAAAAAAX8/81bj3sHbr_0/s1600-h/remy_silado3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169403435715973362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71pCT6I0PI/AAAAAAAAAX8/81bj3sHbr_0/s400/remy_silado3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 23 Desember 2005. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Remy Sylado Cabut Tuntutan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Remy Sylado yang semula mengancam akan memperkarakan secara pidana dan perdata, akhirnya mencabut tuntutannya kepada Perhimpunan Tionghoa Indonesia (Inti). Perseteruan itu terkait foto pertunjukan sandiwara Nyanyi Sam Po Kong karya Remy Sylado yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta, 27-28 Agustus 2005 lalu. Foto pertunjukan yang diambil oleh Lisa Suroso, anggota Perhimpunan Inti, tersebut diperbanyak untuk dipergunakan sebagai desain undangan perhimpunan tersebut. Undangan tripartit yang akhirnya tersebar dengan melibatkan Dirjen Perlindungan HAM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Instituto Italiano di Cultura itu, merupakan undangan pementasan lakon ''Liang Shanbo and Zhu Ying Tai'', 30 November lalu. Karena tanpa seizin Remy Sylado selaku pemilik hak cipta foto tersebut, pemilik nama asli Japi P.A Tambajong itu melayangkan tuntutannya. Namun, Perhimpunan Inti kemudian secara terbuka menyatakan permintaan maafnya. ''Kami secara terbuka meminta maaf kepada Bapak Remy Sylado,'' kata Ulung Rusman, ketua departemen pemuda organisasi tersebut. Remy Sylado menerima permintaan maaf tersebut. ''Yang saya lakukan semata-mata adalah pembelajaran agar semua pihak mulai belajar menghargai hasil karya orang lain,'' kata Remy. (G20-43) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-8129994648786057639?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/8129994648786057639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=8129994648786057639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8129994648786057639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/8129994648786057639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/remy-sylado.html' title='Remy Sylado'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R71pCT6I0PI/AAAAAAAAAX8/81bj3sHbr_0/s72-c/remy_silado3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-3568277720910226895</id><published>2008-02-20T20:47:00.001+07:00</published><updated>2008-02-20T20:53:24.218+07:00</updated><title type='text'>konflik FFI 2005</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R7wwnT6I0OI/AAAAAAAAAX0/D1kQxFb9zEg/s1600-h/detik_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169059924231639266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R7wwnT6I0OI/AAAAAAAAAX0/D1kQxFb9zEg/s400/detik_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 23 Desember 2005. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Shanker Minta Maaf, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Juri FFI ke Jalur Hukum&lt;br /&gt;Soal Isu Piala Citra Bisa Dibeli&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Shanker RSJ, produser PT Indika Entertainment, yang pekan lalu mengatakan Piala Citra dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2005 dapat dibeli, akhirnya mencabut pernyataannya dalam sebuah pertemuan di Gedung Perfilman Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N), Jl MT Haryono, Jakarta, Rabu (21/12) lalu. Produser film Detik Terakhir itu juga meminta maaf kepada BP2N, selaku penyelenggara FFI 2005, dan dewan juri. Para juri film bioskop yang hadir, yakni Eros Djarot, Sophan Sophiaan, Prof Sarlito Wirawan, Angelina Sondakh dan Dr Tanete menyatakan menerima permintaan maaf tersebut. Namun, mereka tidak menutup kemungkinan melanjutkan perkara ini ke pengadilan. ''Saudara Shanker telah melakukan fitnah yang teramat sangat keji kepada dewan juri yang kredibilitasnya seolah dinafikan dengan mengatakan Piala Citra bisa dibeli,'' ungkap Sophan dengan nada sangat tinggi.&lt;br /&gt;Kemarahan Sophan serta anggota dewan juri lainnya memang beralasan. Satu hari setelah malam puncak FFI 2005, 15 Desember lalu, Shanker mengatakan Piala Citra dapat dibeli. Pernyataan itu terlontar setelah dua artisnya Cornelia Agatha dan Sauzan yang dijagokan lewat film Detik terakhir gagal meraih Piala Citra. Dewan Juri FFI, BP2N, dan Ketua Pelaksana FFI 2005 Adi Soeryaabdi langsung membantah pernyataan tersebut. Mereka meminta Shanker meluruskan persoalan tersebut. Setelah melalui debat yang sangat alot, Shanker yang merasa pernah ''ditawari'' salah seorang humas panitia FFI 2005, mengakui kesalahannya. ''Saya mencabut semua pernyataan saya bahwa Piala Citra 2005 dapat dibeli, sekaligus meminta maaf kepada Dewan Juri, BP2N dan Panitia Pelaksana FFI 2005,'' katanya. Sementara itu, Eros Djarot yang memastikan diri akan memaafkan Shanker menyatakan tetap akan meneruskan kasus ini ke pengadilan. ''Ini negara hukum, masalah memaafkan itu adalah hal yang mudah, tapi you have to talk to my lawyer,'' kata sutradara Tjoet Nja' Dhien itu singkat. Demikian halnya Prof Sarlito Wirawan, Angelina Sondakh, Dr Tanate, dan Sophan Sophian, masih berpikir untuk membawa masalah ini ke pengadilan. ''Saya belum pernah merasa terhina dalam hidup saya, sebagaimana Anda menghina saya dan para dewan juri lainnya lewat kasus memalukan ini,'' kata Sophan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menggantung. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ketua BP2N Jhoni Safrudin belum memastikan apakah oknum panitia humas FFI 2005 yang diindikasikan menawarkan Piala Citra dengan imbalan sejumlah uang akan dituntut secara hukum atau tidak. ''Kami masih melakukan proses ke dalam, apakah oknum tersebut benar-benar telah melakukan penawaran atau tidak,'' katanya. Edi Muhtadi, humas panitia FFI yang ditengarai berupaya melakukan penawaran kepada Shanker membantah tuduhan tersebut. ''Tidak benar saya telah melakukan penawaran kepada Shanker, yang saya bicarakan adalah dalam konteks wacana, dan nyatanya saya memang tidak menerima sepeser pun,'' kata wartawan Pos Kota ini. Untuk menindaklanjuti penyataan Edi Mohtadi, BP2N akan melakukan penyelidikan ke dalam lebih lanjut. ''Kalau ini berhubungan dengan personal, maka personal itu yang harus bertanggung jawab. Tapi, kalau dengan institusi, sayalah orang pertama yang bertanggung jawab,'' tegasnya. (G20-43) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-3568277720910226895?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/3568277720910226895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=3568277720910226895' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/3568277720910226895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/3568277720910226895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/konflik-ffi-2005.html' title='konflik FFI 2005'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R7wwnT6I0OI/AAAAAAAAAX0/D1kQxFb9zEg/s72-c/detik_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-6283181111732175236</id><published>2008-02-20T20:28:00.002+07:00</published><updated>2008-02-20T20:47:24.877+07:00</updated><title type='text'>Citra 2005</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R7wvOz6I0NI/AAAAAAAAAXs/3c2Ip0Vba8g/s1600-h/FFI.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169058403813216466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R7wvOz6I0NI/AAAAAAAAAXs/3c2Ip0Vba8g/s400/FFI.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 16 Desember 2005. NASIONAL&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Piala Citra 2005&lt;br /&gt;Nicholas Saputra dan Marcela Terbaik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Usai sudah acara puncak penyerahan Piala Citra 2005 untuk insan perfilman di Tanah Air yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, semalam. Ajang tertinggi barometer film cerita bioskop yang dihadiri dan dibuka oleh Menteri Negara Budaya dan Pariwisara Jero Wacik ini akhirnya menetapkan Nicholas Saputra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dan Marcela Zalianti sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik. Sedangkan Hanung Bramantyo (Brownies) ditetapkan sebagai Sutradara Terbaik menggungguli Riri Riza (Gie) dan Rudy Sudjarwo (Tentang Dia). Dan film Gie dipilih oleh dewan juri yang terdiri atas Marcelli Sumarno, Angelina Sondakh, JB Kristanto, Eros Djarot, dan Sarlito Wirawan sebagai Film Terbaik. Dalam acara yang berlangsung meriah dan terbilang sukses itu, Jhoni Safrudin, Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) selaku penyelenggara FFI, menyatakan kepuasannya. "Setelah tahun lalu (FFI 2004) berlangsung dengan apa adanya karena campur aduk dengan penyerahan Piala Vidia, Alhamdullilah tahun ini semua berjalan dengan baik," tuturnya menjelang detik-detik penyerahan Piala Citra. Kebahagiaan Jhoni serta Adi Soeryabdi selaku Ketua Pelaksana memang beralasan. Meminjam bahasa Jero Wacik, setelah 12 tahun FFI mandek dan baru bergulir tahun lalu, iklim kebangkitan industri sinema di Indonesia seolah terbayarkan dengan bergulirnya kembali FFI tahun ini. "Meski belum sempurna dan menyenangkan semua orang, namun paling tidak FFI 2005 ini terus mengalami perbaikan-perbaikan," tutur Jero ketika ditemui di Gedung Sapta Pesona, Medan Merdeka, Jakarta. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Suara Sumbang . &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Ketidakmampuan menyenangkan semua orang yang dimaksud menteri adalah merujuk pada banyaknya suara sumbang tidak dimasukkannya film Rindu Kami Pada-Mu karya Garin Nugroho oleh Komite Seleksi Film. Mengingat karya sutradara kawakan itu justru mendapatkan apresiasi di festival-festival mancanegara yang terhitung berwibawa dan terhormat. "Setiap penjurian mempunyai kriterianya sendiri-sendiri dan kacamata dewan juri dari setiap festival pasti berbeda," tutur Jhoni. Dalam catatan BP2N, sepanjang tahun 2005 ini lebih dari 40 judul film bioskop telah dipoduksi. Ini lebih banyak dari standar produksi film di negara-negara Asia Tenggara yang rata-rata hanya 30-an judul film. Acara yang juga dihadiri oleh para pekerja film seperti Cok Simbara, Ferry Salim, Marcella Zalianty, Didi Petet, Dedi Gumilar, Sherina, Dwiki Reza, Rachel Maryam Sayidina, Surya Saputra, Dina Olivia, Mathias Muchus, Yenny Racham, Dede Yusuf, Ari Sihasale, Ria Irawan, dan Indra Warkop itu, juga menyerahkan tiga penghargaan khusus. Untuk Lifetime Achievement Award diberikan kepada Pietrajaya Burnama atas dedikasi dan jasanya terhadap dunia film Indonesia (127 film). Penghargaan Antemas untuk film cerita bioskop yang meraih penonton terbanyak (mencapai 1 juta penonton) diberikan kepada Virgin. Sementara Njoo Hansiang Award, sebuah penghargaan untuk produser film yang paling banyak menggunakan jasa produksi di dalam negeri diberikan pada PT Kharisma Starvision Plus. (Benny Benke-45)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Peraih Piala Citra:&lt;br /&gt;Pemeran Utama Wanita Terbaik: Marcela Zalianti (Brownies)&lt;br /&gt;Pemeran Utama Pria Terbaik: Nicholas Saputra (Gie)&lt;br /&gt;Sutradara Terbaik: Hanung Bramantyo (Brownies).&lt;br /&gt;Film Terbaik: Gie&lt;br /&gt;Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Adinia Wirasti (Tentang Dia)&lt;br /&gt;Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Gito Rollies (Janji Joni)&lt;br /&gt;Penulis Skenario Terbaik: Musfar Yasin (Ketika)&lt;br /&gt;Editing Terbaik: Yoga K Koesprapto (Janji Joni)&lt;br /&gt;Penata Sinematografi Terbaik: Yudi Datau (Gie)&lt;br /&gt;Penata Artistik Terbaik: Frans XR Paat (Virgin)&lt;br /&gt;Tata Suara Terbaik: Asifa Nasution dan Adi Molana (Brownies)&lt;br /&gt;Tata Musik Terbaik: Anto Hoed (Tentang Dia)&lt;br /&gt;Film Pendek Terbaik: Kara Anak Sebatang Pohon (Edwin)&lt;br /&gt;Film Dokumenter Terbaik:Pakubuwono XII, Berjuang untuk Eksistensi (IGP Wiranegara). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-6283181111732175236?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/6283181111732175236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=6283181111732175236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6283181111732175236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/6283181111732175236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/citra-2005.html' title='Citra 2005'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R7wvOz6I0NI/AAAAAAAAAXs/3c2Ip0Vba8g/s72-c/FFI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-647403075089362024.post-7791677991326347213</id><published>2008-02-20T20:21:00.003+07:00</published><updated>2008-02-20T20:28:29.085+07:00</updated><title type='text'>Bubi Chen</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R7wqnj6I0MI/AAAAAAAAAXk/JUhdIWsL4fM/s1600-h/Bubi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169053331456839874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R7wqnj6I0MI/AAAAAAAAAXk/JUhdIWsL4fM/s400/Bubi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Jumat, 16 Desember 2005. BUDAYA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bubi Chen Bidani Band Rock Progresif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-Apa jadinya jika tangan dingin salah seorang maestro jazz Tanah Air membidani lahirnya sebuah grup band rock? Tentu saja musik rock hasil racikan Libero, band yang ditulangpunggungi tiga murid terbaik Bubi Chen, sedikit banyak bercorak jazz. Ya, Roval (bas), Pri (gitar), dan Lulu (organ), adalah anak didik Bubi Chen dengan catatan prestasi yang mengesankan. Bersama Cissy (vokal) dan Grant Collins (drum) mereka mengibarkan bendera Libero dengan mengusung corak rock komersial. ''Dengan ikhtiar memadukan antara kualitas bermain musik dan mempertimbangkan selera dengar masyarakat, kami merilis album perdana ini,'' ujar Roval di MU Cafe, Sarinah, Jakarta, kemarin. oval adalah mantan basis Rasio, sebuah grup band yang pernah melahirkan nama Ita Purnamasari. Album bertajuk Libero: Di Balik Rock yang merangkum sepuluh tembang ini, oleh Pri yang pernah membimbing Piyu Padi dan Jhon Paul Ivan (eks Boomerang), tidak hanya disulap bernuansa jazzy. ''Kami meramunya dalam nuansa progressive rock yang tetap easy listening,'' ujar Pri. Sedangkan menurut Lulu yang pernah memenangkan beasiswa musik klasik dari Royal School of Music London, corak Libero ia poles dengan nuansa organ tahun 70-80-an. ''Mungkin karena saya senang dengan nuansa rock klasik,'' tuturnya sesuai memainkan repertoar yang mengingatkan pada permaian organ Jhon Lord dari Deep Purple. Kepiawaian Roval, Pri, dan Lulu ini disempurnakan dengan permainan drum Grant Collins. Drummer dari Australia ini pernah menyandang gelar sebagai Monster from Down Under oleh majalah Modern Drums dan an One Man Percussion Ochestra oleh majalah Drum Scene. Collins yang sempat menunjukkan aksi solo drumnya lebih dari sepuluh menit itu, bahkan pernah memenangkan The Australian Academy of Music Composisition Competition. Sekarang ia sedang menyelesaikan program doktoral (S3) dalam bidang Drums and Music Composition. ''Keikutsertaan Collins ke Libero tanpa sebuah kesengajaan,'' ujar Benny Chen, putra kedua Bubi Chen selaku produser Libero. Menurut dia, awalnya Collins yang sedang mengisi klinik drums di Surabaya hanya ingin dimintai tolong untuk sekadar mengisi sebuah tembang. ''Saya ternyata tertarik dengan grup band ini. Maka Bergabunglan saya hingga usainya album ini,'' tutur Collins yang musti rela wara-wiri Australia-Indonesia. Hasil dari perkawinan musik jazz dan rock progresif itu adalah musik komersial rock ala Libero. Bahkan dengan kemampuan teknis yang baik, kehadiran alat musik tradisional India seperti tabla dan sitar semakin memperkaya corak Libero. Apa komentar Bubi Chen terhadap band ini? ''Bagus. Ayah bilang bagus, mereka bermain dengan feeling dan memang kena feeling-nya,'' ujar Benny Chen menirukan ucapan ayahnya. Apakah kemampuan teknis yang apik dari setiap personel Libero akan berbanding lurus dengan selera pasar? ''Kami kembalikan semua kepada selera pasar. Toh, kami sudah berusaha memberikan yang terbaik dari yang kami punya,'' tandas Roval setelah mengantarkan single hit ''Dia Tak Tahu'' dan ''Demi Waktu''. (G20-45) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/647403075089362024-7791677991326347213?l=bennybenke.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bennybenke.blogspot.com/feeds/7791677991326347213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=647403075089362024&amp;postID=7791677991326347213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7791677991326347213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/647403075089362024/posts/default/7791677991326347213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bennybenke.blogspot.com/2008/02/bubi-chen.html' title='Bubi Chen'/><author><name>benny benke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07058990643831401353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_JvfdZK-KqUE/R6r0ICo0xfI/AAAAAAAAAAk/Si7FNxiA2h4/S220/Me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JvfdZK-KqUE/R7wqnj6I0MI/AAAAAAAAAXk/JUhdIWsL4fM/s72-c/Bubi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
